
"Tapi apa? " tanya Exie penasaran.
"Cari tahu dulu kebenarannya, kita hidup di persaingan bisnis yang luar biasa, akan banyak cara untuk menghancurkan lawan bisnis nya, seperti semalam yang terjadi padaku. Tetaplah kokoh berdiri di samping ku. " kata Edward dengan serius.
"Iya, aku akan melakukan itu. " jawab Exie.
Cup
Kecupan kecil mendarat di bibir mungil Exie, Edward mengecup bibir mungil itu sekali lagi, dan kembali menempelkan nya.
"Terima kasih sayang, hanya kamu yang aku inginkan bersama sampai tua dan nyawa meninggalkan raga ini. " bisik Edward di bibir yang menyatu itu.
Exie yang menerima perlakuan super manis itu pun membalas dengan m e l u m a t bibir tebal dan s e x y Edward.
Edward pun membalas l u m a t a n itu dengan dalam dan penuh perasaan. Ciuman pagi hari yang menunjukkan perasaan masing-masing bukan ciuman menuntut penuh g a i r a h. Ciuman yang memabukkan hingga tanpa sadar Edward membelai apel mengkal nya yang super mulus itu.
Exie yang semula m e l u m a t dalam penuh perasaan itupun mulai m e n d e s a h akibat aliran listrik dari ujung apel nya.
Dan kejadian semalam kembali terulang di tempat yang sama dan ranjang yang sama. Exie dan Edward meluapkan kebahagiaan mereka dengan saling memberikan k e n i k m a t a n.
Stempel semalam yang perlahan membiru itu kembali memiliki teman baru yang semerah darah. tubuh mulus Exie telah berubah menjadi macan totol.
Hingga erangan menandakan permainan mereka selesai dengan cepat.
"Hosh... hosh.... hosh... Makasih sayang." kata Edward sambil mengatur nafas nya.
"Iya... Fash charging, cepat dan nikmat. " review Exie pada Edward.
"Wah kamu menghina ku sayang, mau lagi? " goda Edward sambil menyeringai.
"No, aku lelah sekali. Badan ku seperti remuk karena ulang kanguru jantan. " kata Exie sambil beranjak dari tempat tidur.
"Aw." pekik Exie sesaat setelah berdiri dari ranjang sambil mengomel.
"Kenapa? " tanya Edward panik menghampiri Exie.
"Sakit," eluh Exie sambil merapatkan kakinya.
Edward yang mengerti maksud Exie pun kemudian menggendong Exie dan membawa ke kamar mandi..
"Padahal kan bukan pertama kali, kenapa masih sakit sekali." celoteh Exie sambil melihat Edward dari bawah.
"Dia sangat s e x y ternyata jika dilihat dari bawah. " batin Exie.
__ADS_1
"Hahaha... Sudah lima tahun setelah melahirkan anak-anak kita sayang dan onderdil vakum selama itu, jadi kembali ke setelah pabrik. " jawab Edward santai sambil terkekeh.
Sontak ucapan Edward membuat Exie merona dan mendaratkan sebuah pukulan di lengan Edward.
"Kata siapa vakum. " jawab Exie menggoda.
"Jelas vakum, rasanya seperti saat pertama aku unboxing." jawab Edward sambil mendudukkan Exie di wastafel.
"Sok tau, aku kan sudah bilang membuka paha untuk siapapun yang membeliku. " jawab Exie memancing Edward.
"Aku sudah bilang, jangan ucapkan yang tidak-tidak. Aku percaya bukti bukan ucapan. " jawab Edward dingin sambil menyalakan air hangat. Ucapan Exie yang seperti itu selalu berhasil menampar Edward.
"Bukankah aku j a l a n g?" kata Exie lagi.
"Sabar Edward, dia hanya mengetes mu. Jangan emosi jangan terpancing dan yakinkan padanya bahwa kamu mempercayai nya. " batin Edward meredakan emosi nya sendiri.
"Wah benarkah?? aku sih merasakan gak ada yang menikmati selain aku, masih sangat kering kerontang. Coba deh aku rasakan lagi. " goda Edward sambil berbalik dan mulai mendekat dengan seringai n a f s u tergambar di wajah nya.
"No... no... Aku sudah lelah Ed. Dia sudah sakit... Iya iya, aku hanya bercanda. " rengek Exie yang memang sudah sangat kelelahan dan lapar.
"Aku harus mencoba nya lagi, apa ucapanmu benar atau tidak. " goda Edward sambil mulai m e r e m a s apel kembarnya.
"Aku bisa mati kelaparan. " rengek Exie sekali lagi sambil menahan tangan Edward.
Edward yang mendengar Exie merengek pun tergelak tawa nya dan kemudian mengangkat kembali dan membawa masuk ke dalam bath up bersama untuk berendam sebentar merilekskan badan.
"Bagaimana bisa aku yang memancing dan aku yang terpancing. " batin Exie mengeluh.
Setelah mereka berdua berendam dan saling memandikan, Edward dan Exie sarapan dengan makanan yang sudah Edward pesan tadi dari restoran di bawah apartemen.
Edward dan Exie makan dengan tenang dan lahap karena mereka berdua memang sangat lapar dan Edward tadi meminta Exie bersiap untuk pergi jalan.
Exie berbunga-bunga mendapat ajakan kencan dari suami nya setelah resmi saling mempertahankan dan memulai pernikahan bahagia dari nol.
"Kita pergi kemana, Ed? " tanya Exie.
"Ada nanti kamu akan tau. Ihh sayang, cobalah biasakan panggil sayang." jawab Edward.
"Aneh, aku belum terbiasa. " jawab Exie. dan Edward pun tak ingin memaksa karena membutuhkan proses. Exie memaafkan dan memberikan kesempatan lagi saja sudah membuatnya bahagia.
Setelah mereka sarapan, mereka menuju lamar mengambil tas dan akan langsung pergi.
Saat akan membuka pintu apartemen nya, Edward berhenti dan memandang Exie dengan Intens.
__ADS_1
"Selama tinggal apartemen penuh luka untuk istri ku, " kata Edward.
"Hah, kita pindah sekarang? " tanya Exie.
Edward hanya mengangguk menjawab pertanyaan Exie.
"Kenapa? " tanya Exie.
"Memulai hal baru dengan suasana baru dan meninggalkan hal-hal menyakitkan. Kita rangkai kembali asa di rumah baru dan kebahagiaan berlipat-lipat. " jawab Edward.
Exie pun tersenyum sambil mengangguk mendengar penjelasan Edward. "Terima kasih dan selamat tinggal apartemen yang mengajariku kesabaran yang luar biasa. " kata Exie kemudian.
"Ayok." kata Edward dan kemudian mereka keluar dari apartemen itu dengan senyum mengembang.
Kemudian Edward dan Exie berangkat menuju bandara.
"Kenapa arah bandara, kita mau ke mana? " tanya Exie.
"Washington." jawab Edward singkat sambil tersenyum.
"Washington? " tanya Exie.
"Aku akan memulai perjalanan baru dengan mu yang sesungguhnya, jadi aku ingin memulai dengan meminta restu papa mertua dan juga mama mertuaku. Meminta restu mom dan dad juga, serta berdamai dengan luka yang ada di Washington. " jawab Edward.
Tes
Air mata Exie jatuh karena ucapan Edward penuh keyakinan dan juga keseriusan. Exie terharu dengan apa yang di lakukan Edward.
"Jangan menangis, kamu pasti rindu dengan papa bukan? " kata Edward sambil satu tangan nya mengusap pipi yang di jatuhi air mata itu.
Exie hanya menangguk mendengar pertanyaan Edward.
"Mari bertemu papa dengan penuh senyum. "
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
__ADS_1
Masih antusias dengan kisah Exie tidak?
Jangan lupa tinggalkan jejak yaš