Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
31. Harga diri terinjak


__ADS_3

Bella hanya menatap Exie dengan seringai merendahkan. Kemudian duduk di pangkuan Edward menghadap tubuh nya dengan membuka paha hingga rok setengah paha nya itu naik sampai ujung, sambil bergelanyut manja di pundak Edward.


"Baby, aku rindu! " manja Bella di depan Edward. Exie terus menatap dan bergeming.


Edward hanya diam dan memandang wajah Bella, Bella mendadak memajukan wajah nya dan memanggut benda kenyal dan basar di depan nya. Ciuman panas pun tak terelakan. Lum*atan dan Ses*apan panas mereka berdua tunjukkan.


Bella kemudian mengambil tangan Edward dan mengarahkan nya pada balon udara mini nya. Edward merasa aneh tapi dia tetap melakukan nya. Memang benar kata orang, godaan terberat laki-laki adalah harta, tahta dan wanita. Wanita bisa membuat laki-laki bodoh dan buta, hingga tega mengkhianati janji suci di altar dan menyakiti hati istri nya yang sangat baik.


Exie melongo melihat pemandangan itu, tapi tak ada sedikitpun keinginan nya untuk pergi. Exie ingin tahu sejauh apa suami nya mampu menyakiti hati nya. Sejauh mana suami nya bertingkah di dalam rumah mereka.


"Ahhh! " des*an Bella lolos di tengah perang bibir itu berlangsung. Sambil Bella menuntun tangan Edward untuk menyentuh balon udara mini nya. Edward pun menurut dan mulai meremas balon udara itu.


Exie menunduk mengambil pisau nya yang terjatuh mengenai kakinya, Exie melihat luka berdarah di kaki nya "Sabar Ex, kamu pasti bisa. Kamu biarkan saja sejauh mana hati mu lelah berjuang untuk rumah tangga dan janji setia di altar kemarin?! " bathin Exie sambil mengusap kaki nya yang perih kemudian berdiri dan mencuci pisau di wastafel.


Exie melanjutkan mencincang daging nya untuk membuat nugget kentang daging kesukaan nya, sambil ditemani tontonan erotis dan suara yang menjijikkan. Tapi Exie menangkap kecanggungan antara mereka lewat ekor mata yang terus mengawasi kegiatan dua orang beda gender itu, terutama Edward.


Exie melihat tidak ada kabut gairah di mata nya seperti kemarin saat dia akan memakan Exie, sebelum tragedi pembalut datang.


"Sebegitu tidak mau nya kamu Ed, dengan ku. Sampai harus membawa Bella masuk ke dalam rumah kita ini. Rumah yang aku yakini akan membawa kebahagiaan baru dengan mu. Bahkan dulu saat masih bujang saja kamu ditawari tubuh Bella dengan gratis tidak mau, kenapa harus seperti ini Ed! " batin Exie dengan hati tersayat sambil terus melanjutkan masak nya dan ekor mata nya tetap memperhatikan kelakuan dua manusia itu yang sudah telanjang dada.


Exie sekuat tenaga melawan sakit di dalam dada nya, Exie tidak ingin terlihat kalah dengan menangis di depan mereka berdua dan membiarkan mereka tertawa di atas sakit hati nya.


Exie kemudian menghaluskan kentang, kemudian mencampur daging cincang nya dan memberi merica bubuk, kaldu, garam, parsley dan membentuk itu kemudian membalurkan ke telur dan digoreng. Exie ingin sekali menyelesaikan masak nya dan pergi ke kamar untuk mandi sekaligus lari dari ruangan panas penuh desa*han Bella.


Exie semakin sesak rasa nya saat melirik dengan ujung mata nya bahwa mereka berdua telah masuk ke dalam permainan inti. Pekik an dan suara desa*han Bella yang memenuhi ruangan itu membuat Exie begitu sakit saat ini.

__ADS_1


Tega sekali suami nya dan juga sahabat nya melakukan ini pada Exie. Semua makanan sudah masak dan Exie menata nya di piring dan di meja. Lengkap dengan teh mint sparkle yang cocok untuk siang yang panas ini, akan sangat menyegarkan pikir Exie pagi tadi, nyatanya memang sangat menyegarkan untuk dua sejoli yang tengah berolahraga di sofa itu nanti.


Exie begitu sesak melihat Bella begitu agresif di atas tubuh suami nya, masih tidak percaya jika sahabat yang sangat dia sayang sampai detik ini mampu melakukan itu kepada nya dan di depan mata nya pula.


Tapi rasa sakit itu Exie abaikan karena harga diri nya saat ini yang terpenting, bagaimana bisa seorang suami menginjak-injak harga diri istri nya di rumah nya sendiri. Bagaimana bisa menghinakan istri di depan wanita lain. Maka Exie akan mempertahankan harga diri nya dengan kuat, dan seolah tidak berdampak pada Exie kegiatan panas mereka.


"Arghhhhh! " pekik Bella dan Edward bersamaan saat mereka berada di ujung nirwana nya. Exie yang tengah menata makanan di meja pun menoleh pada dua manusia yang tengah berkeringat deras itu.


"Kalau sudah selesai silahkan makan, kalian pasti sangat kelelahan! " kata Exie sambil tersenyum manis.


"Oh mantan sahabat ku, kau di sana rupanya? aku tidak melihat, maaf harus melihat permainan panas kami" jawab Bella dengan ekspresi penuh drama mengejek Exie.


"Ah iya, mantan sahabat ku dan juga suami ku silahkan makan! " jawab Exie kemudian berbalik mengambil gelas 3 dan di letakkan di meja.


"Bolehkan aku meminjam baju istri mu ini baby! " kata Bella saat berada di depan Exie pas pada Edward tanpa menoleh.


"Iya, boleh. Aku ambilkan dulu" jawab Edward santai sambil berjalan masuk ke kamar. Karena Edward melihat ekspresi Exie yang sudah tidak bersahabat dan masih tau diri jika kamar nya dan Exie tidak boleh di masuki Bella.


Exie menatap Bella dengan pandangan santai yang sebelum nya hampir saja meledak. Bagaimana bisa Exie membiarkan wanita lain masuk ke kamar nya, sudah di pastikan Exie akan angkat kaki dari sini, karena bukan lagi harga diri yang diinjak-injak oleh suami dan mantan sahabat nya itu, tapi privasi dan seolah membiarkan mereka menyakiti aku lagi.


Bella duduk di meja makan dan saling bertatapan dengan exie.


"Apa kabar mu sayang, masakan mu tetap paling best! " gumam sambil mengambil satu nugget dan memakan nya.


"Apa kamu sudah bahagia sekarang? sudah puas? " tanya Exie menjawab pertanyaan Bella barusan dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Bella sudah benar-benar menabung bendera perang dan benar-benar sudah tak lagi menganggap nya sahabat, bahkan tega bersetubuh dengan suami sahabat nya.


"Hahaha aku akan bahagia jika kamu pergi, dan aku akan menjadi nyonya Robinson! " jawab Bella.


"Apa kamu tau ini salah, sebagai orang yang pernah dekat aku masih sangat menghargai mu, ini salah Bell. Hentikan sampai di sini dan jangan biarkan diri kamu dan juga Edward sendiri terluka! " kata Exie masih degan tatapan penuh dan tidak mengintimidasi.


"Hahahaha, jangan bilang kamu yang terluka, kamu yang cinta pada kekasih sahabat mu! " kekeh Bella merespon ucapan Exie.


"Mandilah di sebelah Bel! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


semoga selalu suka dan makasih yang sudah selalu dukung mak.


love you all.

__ADS_1


__ADS_2