Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
87. Tapi apa?


__ADS_3

Exie hanya mengangguk sebagai jawaban dan Edward langsung menenggelamkan wajah nya pada milik Exie di depan nya.


"Ahh." d e s a h a n mulai memenuhi ruangan itu baik dari Edward maupun Exie.


Exie kali ini menyerahkan tubuh nya karena keinginan nya dan dengan sadar tanpa paksaan sehingga untuk kali kedua, Exie kembali menikmati malam panas bersama Edward yang tidak ada rasa lelah sama sekali.


Exie ingin melampiaskan kerinduan selama enam tahun nya malam ini dengan mengesampingkan gengsi nya, masa bodoh dengan ego tinggi nya.


Exie kali ini tak hanya menerima perlakuan Edward saja, akan tetapi Exie malam ini juga mengimbangi keaktifan Edward.


E r a n g a n dan d e s a h a n Edward semakin menggila saat Exie membalik keadaan menjadi dominan di atas tubuh Edward.


"Ahhh sayang... Ahh nikmat sayang... Ak-aku ahhh... Arggghhhhhh. " racau Edward di akhiri e r a n g a n panjang sambil menahan tubuh Exie bergerak karena Edward sampai di puncak nya.


Jutaan kecebong yang entah kapan terakhir keluar itu akhirnya bisa berenang bebas berebut satu kursi tahta kepemimpinan dan membasmi jutaan kembarannya.


Exie diam sambil melihat Edward yang m e n g e r a n g sambil membuka bibir nya lebar. Entah kenapa ada rasa puas memenuhi perasaan Exie melihat ekspresi Edward. Ditambah racau an, d e s a h a n, dan e r a n g a n Edward di sepanjang permainan.


Melihat Edward sudah mulai bisa mengatur nafas nya, dan mata merah padam milik nya sedikit memudar, Exie mulai bergerak lagi.


"Sayang." pekik Edward sambil sedikit melotot karena tidak percaya dengan apa yang di lakukan Exie.


Exie tidak menjawab hanya terus bergoyang dengan memasang wajah sayu nya dan mengeluarkan d e s a h a n maut nya untuk menyulut g a i r a h suami nya itu sambil menatap intens mata Edward.


Edward yang melihat Exie begitu menggoda juga rasa pijatan di bawah sana pun mulai tersulut g a i r a h dan mengangkat tangan nya mengincar apel gold nya yang sangat lembut dan kenyal sambil m e n d e s a h.


Edward tidak pernah menyangka jika Exie akan kembali menjadi milik nya dan lebih agresif seperti ini, membuat lonjakan gelombang pada dada dan perasaan nya, dan kali ini Edward tidak akan mengecewakan Exie.


Edward mulai membali keadaan dan berbagai gaya dengan penuh d e s a h a n dan r a c a u a n. Entah berapa kali mereka sama-sama berada di puncak nirwana nya, dan terus melakukan nya nya hingga mereka berdua lelah dan tertidur.


"Terima kasih sayang, terima kasih istriku... Kamu sangat luar biasa hari ini... N i k m a t. maafkan aku ya. " kata Edward setelah pelepasan terakhir dan membawa tubuh lemas Exie ke dalam pelukan nya.


Exie hanya mengangguk dalam pelukan Edward sebagai jawaban nya, dan senyum Edward tidak pernah luntur sambil tertidur malam itu.


Edward dan Exie sama-sama lelah dan terbuai mimpi dengan bahagia yang membuncah, penerimaan yang indah dan entah kemana perginya ketakutan Exie.

__ADS_1


Ketakutan Exie ternyata kalah dengan kenyataan di depannya saat Edward hampir merenggang nyawa, nyatanya cinta Exie masih begitu besar pada Edward.


Exie pun tertidur dengan nyenyak dan bahagia malam ini, tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Juga kelegaan luar biasa saat mata merah padam Edward sudah kembali memutih dan Edward tidak lagi kesakitan.


...*******...


Matahari mulai meninggi dan Edward masih betah memeluk tubuh polos Exie di bawah selimut sambil memandang wajah cantik dan damai istri nya.


Sarapan sudah di pesan dan sudah mengirim pesan pada mommy nya juga untuk menunda penerbangan karena dia yang akan menyusul.


Edward sengaja berkata seperti itu agar mommy menurut dan Exie tidak terganggu pagi-pagi karena mommy dan anak-anak nya sampai di apartemen. Edward sangat yakin Exie pasti kelelahan mengingat buas nya Exie semalam.


"Kamu sangat cantik, sayangku. " gumam Edward sambil membelai rambut Exie.


Entah karena kenangan enam tahun lalu saat bangun setelah malam pertama nya Exie menghilang, Edward tidak ingin bangun telat. Edward juga ingin menjelaskan semua kejadian pada Exie agar tidak salah paham.


"Eughhhh... Aww. " lenguhan Exie saat mulai mendapati kesadaran nya dari dunia mimpi.


"Aduh, badanku sakit semua. " gumam Exie sambil merenggangkan tubuhnya. Edward sangat tersenyum mendengar ucapan Exie yang tidak sadar kegiatan semalam dan juga ada dirinya di sebelahnya.


"Hah... Aaaaaaa. " teriak Exie terkejut dan menjauh dari Edward.


"Tenanglah, aku nyata dan aku suami mu. " goda Edward sambil menarik Exie ke pelukan nya kembali. Edward tidak membiarkan Exie menjauh.


"Edward."


"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku, mungkin aku sudah mati jika kamu tidak menyelamatkan aku sekali lagi. I love you Exie Flyta Robinson, terima kasih untuk kesempatan nya. " kata Edward dengan memegang kedua pipi Exie dan menatap intens.


"Hmmm..." jawab Exie singkat padat karena tak tahu harus menjawab apa.


"Aku berhutang enam nyata terhadap mu. " jawab Edward.


"Enam? " tanya Exie bingung.


"Berhutang nyawa ketiga buah hati kita, nyawamu saat melahirkan buah hati kita, nyawaku saat tertembak dan tadi malam. " jawab Edward sambil tersenyum.

__ADS_1


Exie hanya tersenyum, entah kenapa dia senang dengan gombalan Edward hari ini, dirinya lega jika nyawanya juga penting untuk Edward dan menjadi hutang Edward juga.


"Terima kasih sudah selamat lima tahun lalu, dan dengan apa aku harus membalas hutang enam nyawa padamu?" tanya Edward.


Exie terdiam dan menatap intens ekspresi Edward.


"Jangan pernah sakiti aku lagi, jangan pernah benturkan aku dengan wanita lain lagi, karena jika itu terjadi maka aku tidak akan menjamin bahwa aku bisa melihat mu lagi atau tidak." jawab Exie dengan serius.


"Berdirilah kokoh di sebelah ku sayang, jangan biarkan wanita lain mencoba masuk dan aku akan terus mengunci pintu nya. " jawab Edward.


"Hatiku kini kedua kalinya aku berikan padamu, jangan lukai dan kecewakan lagi, Ed. "


"Iya sayang, aku berjanji padamu. "jawab Edward dengan serius.


Karena Edward tahu jika Exie masih terus meyakinkan diri, dan tugasnya adalah berusaha meyakinkan setiap hari jika itu tidak akan terulang.


"Jika kamu ingkar janji, apa konsekuensi nya. " jawab Exie.


"Maka aku tidak akan menyakiti mu dengan memaksa bersamaku, aku membebaskan mu dan anak-anak menjadi hakmu serta seluruh kekayaan Robinson jatuh padamu. Jika perlu besok kita ke pengacara untuk menulisnya hitam di atas putih sayang. Biarkan aku menjadi gelandang jika itu terjadi lagi. Tapi, " kata Edward terputus.


"Tapi apa? "


.


.


.


.


Happy Reading semuanya.


Tinggalin jejak dong buat yang suka dan nungguin akhir percintaan Ed dan Ex.


Kasih rate juga, kayak di gojek itu akak😂

__ADS_1


bintang lima ya😂😂😂


__ADS_2