Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
43. Gadis berkucir dua


__ADS_3

5 tahun kemudian


Pencarian Edward tidak juga membuahkan hasil, pun dengan pencarian Erza. Mereka berdua sudah menyusuri Italia dan Indonesia ke seluruh tempat dan data pendataan baru. Exie seperti lenyap di telan Bumi.


Edward kini sudah memegang seluruh urusan Robinson group sepenuhnya, Erza tidak lagi mengurus kantor dan sesekali saja memantau Edward. Edward sudah menunjukkan kemampuan diri nya selama lima tahun ini.


Edward menghabiskan lima tahun hidup nya dengan bekerja hingga larut dan mencari keberadaan istri nya.


Dalam waktu hanya lima tahun anak perusahaan yang dipimpin Edward maju pesat dan membuka beberapa cabang di Italia. Dan saat ini Edward telah tinggal di Italia sejak tiga tahun terakhir, lebih tepat nya di Roma, ibukota Italia. Sedangkan Erza dan Felis tetap menghuni apartemen di Paris. Karena Edward masih yakin Exie berada di Italia setelah menemukan design dandelion mirip dengan design Exie.


Hubungan anak dan orang tua itu kini sangat dingin, Edward tak banyak bersuara dan menjadi sangat dingin, kejam dan juga tak tersentuh. Edward hanya sesekali pergi ke Paris untuk urusan bisnis dan melihat mom dan daddy nya sebentar.


Felis dan Erza tentu sangat sedih melihat kondisi Edward dan Edward yang selalu memaksakan diri, tanpa memperdulikan diri nya sendiri. Tapi mereka tak bisa berbuat apa apa dengan perubahan sifat putra nya yang semakin hari semakin gila kerja dan dingin juga kejam.


Semua sudah diluar kendali Erza dan Felis, semua ada di dalam kendali Exie saat ini yang entah dimana keberadaan nya. Felis hanya menunggu keajaiban sambil di sini membesar kan cucu nya.


Felis hari ini memutuskan untuk membawa Rafa ke taman simplon milan, Italia. Dari paris menuju taman simplon sekitar 30 menit karena milan ada di Italia dekat dengan Paris.


Di Sana sangat menyenangkan untuk bermain, ada danau dan bunga bunga. Ada juga bangunan bersejarah disana.



Felis, Erza dan Rafa turun dengan lift sambil mendengar Rafa berceloteh senang karena di ajak bermain ke taman oleh oma dan opa nya.


ting


Saat pintu lift terbuka Felis dan Erza melihat Edward di depan lift berdiri dengan ekspresi dingin nya.


"Kamu datang berkunjung? " tanya Felis pada Edward sambil keluar menggandeng Rafa.


"Daddy rindu Rafa ya! " kata Rafa sambil memegang tangan Edward dan mendongak menatap daddy nya.


Tanpa menjawab Edward melepas tangan Rafa dan menatap mommy nya.


"Mau bermain kemana mom? " tanya Edward.

__ADS_1


"Milan! " jawab Felis singkat, karena jujur Felis selalu menyayangkan perlakuan Edward pada Rafa. Walau bagaimana pun, berapa kali pun, Edward melakukan tes DNA selalu hasil nya 99% cocok.


"Edward bareng saja, kebetulan Edward sedang ada urusan ke milan! " kata Edward.


Felis hanya diam saja dan berjalan tanpa menjawab perkataan Edward, Edward juga diam dan mengikuti langkah mommy dan daddy nya.


Wajar saja jika Edward kali ini ada urusan ke milan, ini pertama kali nya Edward ke milan untuk perjalanan bisnis nanti malam, kebetulan Edward ingi mengunjungi mommy dan daddy nya sehingga berangkat sore hari.


Seperti yang semua tahu jikan pusat fashion, atau kiblat mode fashion industri yang terkenal di dunia ada 4 kota yaitu, New York, Paris, London, dan Milan.


Edward ikut masuk ke dalam mobil di depan dan Rafa di kursi belakang. Rafa anak yang cerdas sehingga dia tau daddy nya sibuk dan tidak mengganggu nya. Rafa selalu saja menanyakan daddy nya, tidak jarang selalu bertanya pada Felis kenapa daddy nya tidak menyayangi nya. Rafa tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Edward sedikitpun.


Edward bahkan selalu membuang muka saat berhadapan dengan Rafa, karena Rafa mengingatkan nya pada dosa dan rasa bersalah pada Exie, Rafa adalah bukti kesalahan dan dosa itu.


"Daddy libur ya kerja nya? " tanya Rafa pada Edward yang diam dengan ponsel nya. Namun tak kunjung di jawab oleh Edward.


"Ed! " tegur Erza pada putra nya karena tak menjawab pertanyaan dari Rafa kecil yang tidak memiliki dosa apa apa itu.


"Iya Rafa! " jawab Edward dingin tanpa menoleh.


Edward kembali diam sampai di taman simplon dengan Edward, Erza dan Felis, mereka berjalan duduk di kursi dekat danau, sedangkan Rafa bermain di rerumputan depan mereka bertiga yang duduk sambil mengawasi Rafa.


Mereka bertiga diam seribu bahasa sambil melihat Rafa bermain hingga akhirnya ada dua orang anak hampir seusia Rafa berlarian sambil tertawa dan menabrak Rafa hingga dua anak itu terjatuh di sekitar Rafa sambil tertawa terbahak-bahak.


Rafa pun akhirnya ikut tertawa terbahak-bahak karena dua orang teman nya yang sangat lucu. Mereka pun akhirnya berkenalan.


Felis, Erza tersenyum melihat adegan anak anak yang terlihat sangat menyenangkan, dan sekaligus senang karena Rafa tersenyum senang setelah memiliki teman. Mereka bertiga pun mulai berlarian bertiga.


Dunia anak anak membuat Edward menarik bibir tipis karena dia miris dengan dunia dewasa nya. Dunia dia miliki, kekayaan, tahta, pengakuan, penghormatan, dan bahkan wanita, seluruh nya ada dalam genggaman tangan nya. Akan tetapi Edward tak memiliki arti bahagia karena kebahagiaan nya pergi dari hidup nya.


Edward semakin tersenyum sinis saat menyadari jika dia seperti robot selama ini menjalankan kehidupan nya, entah apa tujuan hidup nya bekerja terlalu keras, toh dia tidak merasakan kebahagiaan dengan pundi- pundi uang yang dia hasilkan.


Mereka bertiga terus berlarian sambil tertawa terbahak-bahak, hingga tiba-tiba Rafa oleng dan menabrak seorang gadis yang berjalan membawa eskrim di tangan nya sambil sedikit berlari mengejar teman laki-laki nya.


Bruukk

__ADS_1


"Auuu sakit! " pekik gadis berkuncir dua itu. Bajunya kotor karena es krim yang tumpah akibat jatuh.


"Maaf kan aku! " kata Rafa sambil mrmegang tangan gadis kecil berkuncir dua itu.


Felis, Erza dan Edward kompak berdiri menghampiri Rafa saat melihat Rafa menabrak seorang gadis kecil.


"Huaaaa, Es krim ku! " tangis gadis kecil itu sambil melihat sekeliling mungkin sedang mencari seseorang.


"Anak cantik, maafkan cucu oma ya. Mau oma belikan es krim lagi? mana yang sakit? " tanya Felis pelan penuh kelembutan.


Gadis itu pun mengedipkan mata nya beberapa kali menghalau air mata nya sambil menatap Felis, Erza dan Edward bergantian.


Deg


jantung Edward berdetak kencang saat melihat binar mata gadis kecil itu. Gadis bermata bulat dengan bibir maju sambil mengedipkan mata dengan pipi dan hidung merah itu membuat jantung Edward berdetak kencang.


"KALIAN APAKAN ADIK KU! "


.


.


.


.


.


Happy reading semua nya


wah wah wah, siapakan gerangan?


yang membuat jantung Edward berdetak, apakah Edward pedofil🤣🤣


maafkan ya semua reader kesayangan othor. kemarin gak bisa Update 2 bab

__ADS_1


stay tune ya


__ADS_2