
Erza dan anak buah yang sudah mengepung daerah markas dan menjinak kan boom juga ranjau yang di pasang mengelilingi markas itu.
"Iblis itu sangat pintar, tapi sayang nya aku lebih pintar lagi Lex. " gumam Erza sambil menyisir daerah itu dengan pendeteksi ranjau dan boom nya.
"Tes, Big king! " terdengar suara dari alat yang dipasang di telinga nya.
"Over, big king di tempat. " jawab Erza.
"Over, King sudah memasuki mansion dan terpantau tumbang dan sekarang di akan menuju kanan ke ruang bawah tanah sesuai prediksi big king. " jawab seseorang yang ditinggal di bagian IT markas untuk menjalankan drone transparan nya.
"Over, berapa total anak buah di dalam sana. " tanya Erza.
"Over, sekitar 400 orang. " jawab IT.
"Over,Apakah ada yang di luar? " tanya Erza.
"Over, selain dua orang di gerbang tidak ada lagi big king. " jawab orang IT.
"Over, Bagus mereka masuk ke dalam perangkap. Posisi cucuku di mana? " tanya Erza.
"Di lantai dua kamar paling ujung, dijaga oleh 2 pengawal saja big king. " jawab orang IT itu.
Kemudian pembicaraan itu terputus dan Erza menekan tombol yang terhubung dengan para orang-orang klan macan kumbang dan klan singa yang berjumlah 700 orang di lapangan dan 200 krang di markas berjaga-jaga melindungi alat di sana.
"Tes, ketiga balita ada di lantai dua paling ujung di jaga oleh dua pengawal. Lakukan pergerakan tim Beta sekarang juga dengan cepat dan akurat tanpa jejak. " perintah Erza pada tim Beta yang salah satunya ada Rada agar cucu nya tau jika mereka berada di tangan orang-orang ayma nya.
"Ganti, siap big king. " jawab ketua tim B.
"Over, tim Zero apakah sudah selesai untuk penjinakan? apa ada bom terdeteksi di dalam sana? " tanya Erza pada tim Zero yang menyebar mengelilingi mansion.
"Over, tim Zero selatan aman. "
"Over, tim Zero utara aman. "
"Over, tim zero barat aman. "
"Over, tim Zero timur aman. terdeteksi 1 boom dalam jarak 1 km tadi timur big bos. " jawab mereka bergantian setiap tim melapor pada Erza.
"Over, bagus. Tim Zero timur dan selatan cari boom itu dan tim Zero barat dan utara ikut masuk tim penyerang. Tim penyerang lakukan misi nya. " titah Erza pada tim yang di pimpin nya dalam misi penyelamatan.
"Over, baik big king. " jawab nya.
"Over, Sesuai rencana supaya tidak ada yang gugur dalam operasi kali ini. " jawab Erza.
__ADS_1
"Over, siap big king. " jawab mereka serempak.
Kemudian para tupai tupai berambut hitam itu meloncati pagar kedua dari mansion itu tanpa suara dan pergerakan yang halus karena mereka memang terlatih untuk itu.
Mereka mulai masuk dan melakukan misi penyelamatan para pimpinan mereka. Erza tetap di tempat nya dan memainkan laptop tipis yang di bawa nya untuk mengkoordinir para anak buah.
Erza kemudian melakukan tugas nya sesuai rencana dengan laptop canggih nya dengan logo buah yang sudah di gigit itu.
...******...
"Arkhhhh." erang Edward saat tubuh nya merasakan guyuran air dingin dan sakit di tengkuk nya yang luar biasa akibat pukulan balok kayu itu.
Edward membuka mata nya dan terkejut setengah mati saat di depan nya ada seorang wanita berdiri tak sadarkan diri dengan kedua tangan dan kaki nya di ikat di tiang kanan dan kiri sebuah ranjang di ruangan gelap dan pengap.
Edward bisa menduga jika mereka berada di bawah tanah, karena sangat pengap dan tidak seperti di ruangan biasa.
Yah, wanita itu adalah Exie yang tidak sadarkan diri dengan tangan terentang di ikat di ujung tiang kanan dan kiri.
Hati Edward sangat sakit melihat Exie terikat seperti itu. Edward mengedarkan pandangan dan tidak menemukan siapa siapa.
Kemudian dari belakang nya ada seorang laki-laki membawa seember air susu dan menyiram kan pada Exie di depan mata kepala nya sendiri.
Byur.
"Eughhhh. Auuu. " erang Exie yang merasakan kebas di tubuh nya karena terikat.
"Edward, kenapa kamu di sini. Jangan membahayakan dirimu dengan menolong ku. " pekik Exie terkejut setelah menyadari di depan nya ada Edward tengah terikat dengan tali di kursi besi yang tertanam di lantai beton.
"Aku harus menyelamatkan mu dan anak-anak. " kata Edward.
"Tapi kenyataan nya kamu malah tertangkap. " pekik Exie yang mulai gelisah dengan keadaan ini.
"Tenanglah sayang ku, aku ada di sini dan akan melindungi mu. " kata Edward menenangkan Exie sambil menunggu drone transparan mendeteksi dan daddy menyetel untuk memotong tali yang melilit nya.
"Bulshit, selamat kan anak-anak jangan selamat kan aku. " kata Exie dengan tatapan yang menyedihkan karena mengingat anak-anak nya.
"Ada boom di kursi mu. " pekin Exie saat menyadari ada boom.
"Berapa menit? " tanya Edward.
"5 jam 49 menit. Kenapa lama sekali." jawab Exie.
"Berarti hanya untuk menggertak kita. " jawab Edward yang tahu boom itu di atur lama agar Edward melihat Exie di ruda paksa dulu oleh para biadab itu.
__ADS_1
"Aku tidak akan biarkan itu! daddy mana sih. lama sekali. Apa penyelamatan anak-anak sangat sulit?" batin Edward.
"Bodoh, kalau menggertak itu berarti waktunya singka Ed. Bukan malah lama. " pekik Exie yang sebenarnya sangat takut.
prok prok prok
"Pertunjukkan yang sangat luar biasa. Apa kabar tuan ku? " kata Alex dan muncul dari pintu belakang tubuh Edward sambil bertepuk tangan.
"Alex? " kata Edward sambil melongo berpura-pura tidak tahu.
"Bagaimana tuan ku? apa kamu sangat terkejut? " kata Alex berjalan di depan Alex dan Exie.
Kemudian anak buah nya menyiapkan kursi di antara Edward dan Exie dan Alex duduk. Sontak Edward kanan menatap Alex dengan nyalang.
"Apa maksud ini semua lex? " tanya Edward dengan mata merah pada Alex. Edward sudah lebih dulu tahu tapi nyatanya saat berhadapan langsung dengan Alex rasanya menyakitkan mengingat kepercayaan dan sayang nya di khianati.
"Kau bodoh atau terlalu naif, tentu ingin membunuh mu dan anak istri mu. " jawab Alex.
"Kenapa kamu lakukan ini? apa salah ku? apa kurang ku padamu? Sepenuhnya aku percayakan apapun padamu!!aku menganggap mu seperti keluarga ku sendiri!! Kau tau aku enam tahun lama nya tersiksa mencari Exie, kenapa kau ingin membunuh anak dan istri ku!! BUNUH AKU DAN LEPASKAN ANAK ISTRI KU! " teriak Edward dengan mata merah nyalang pada Alex dan nafas yang naik turun.
"Kau baik padaku, sangat baik. Gaji juga sangat banyak sekali. Tapi aku terlanjur membenci mu dari aku kecil. " jawab Alex dengan tatapan yang merah dan terlihat marah.
"Kamu gila! aku bahkan tidak mengenal mu saat kecil! " teriak Edward.
"MAMAKU MEMBENCI KU DAN MEMBUANG KU KARENA KAMU! "
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
Alex ini bener-bener ada-ada aja ya.
Apa pula hub ibu Alex dengan Edward?
stay tune ya.
__ADS_1
crazy up gak nih? 😊 mau berapa bab komen dong? 😁