Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
83. Aku tidak bisa hidup bersamamu


__ADS_3

Exie yang keluar dari ruangan itu pun langsung menuju mobil untuk menenangkan jantung nya yang sejak tadi bergejolak.


memakai topeng di depan banyak orang sudah menjadi keahlian Exie, akan tetapi tapi yang paling extreme selama ini hingga dia mengecup Edward tanpa rasa malu.


Entah seperti apa penilaian Edward terhadap Exie, dia tidak lagi perduli. Setidak nya di sudah puas melihat ekspresi Bella saat Edward terpana padanya dan menuruti nya.


Tidak lama dari Exie menutup pintu, Edward tiba-tiba masuk dan duduk di balik kemudi. Kemudian tanpa sepatah kata pun Edward melajukan mobil nya menuju apartemen.


Setelah kejadian penculikan terakhir, Exie dan triplets tinggal di apartemen, karena Edward masih sangat khawatir ada aliansi lain yang masih mengincar Exie.


Keadaan di dalam mobil di penuhi kecanggungan yang luar biasa. Exie yang menatap jendela tanpa menoleh ke arah Edward, sedangkan Edward yang menyetir dan sesekali mencuri pandang ke arah Exie.


"Langsung pulang atau ada tempat yang mau dikunjungi?"tanya Edward pelan.


"Pulang saja!" jawab Exie tanpa menoleh pada Edward.


Exie masih malu berhadapan dengan Edward karena ulahnya barusan di depan Bella. Exie sangat geram pada Bella tujuh tahun lalu, jadi Exie ingin menunjukkan kemesraan nya bersama Edward kepada Bella. Karena Exie ingin menunjukkan pada mantan sahabat nya itu, jika dirinya lah pemenang nya.


"Apa pemindahan kepemimpinan Klan Singa betina aman?" tanya Edward mencoba mengurai kecanggungan. Edward sadar 100% jika yang Exie lakukan tadi akting untuk menunjukkan pada Bella, dan dia tidak marah sama sekali justru senang.


Edward tidak menyangka, walaupun dia tau itu akting tetap Edward sangat senang. Dan ternyata sesenang itu saat Exie duduk di pangkuan nya dengan bumbu kecupan indah.


"Aman." jawab Exie singkat masih belum menoleh pada Edward.


"Tidak ingin kesana terlebih dahulu? " tanya Edward sekali lagi.


"Tidak! " jawab Exie masih dalam posisi awal.


Melihat tidak ada pergerakan dari Exie, Edward memilih diam dan melajukan mobil nya menuju apartemen. Edward sangat mengerti jika Exie pasti menyesal melakukan itu tadi, bagaimana pun Edward sadar kesalahan dan juga Exie belum memaafkan nya.


Akan tetapi, Edward masih sangat berharap Exie memaafkannya dan memberi kesempatan setelah mendengar penjelasan Bella.


Setelah beberapa saat, Edward berhenti di sebuah drive thru sebuah restoran cepat saji untuk membawakan makanan kesukaan ketiga buah hati nya. Setelah selesai Edward langsung melajukan mobil nya untuk segera sampai ke apartemen.


Suasana mereka berdua masih dipenuhi kecanggungan dan keterdiaman hingga mereka sampai di apartemen dan masuk ke kamar bertemu anak-anak mereka.

__ADS_1


"Hallo, baby kanguru! " kata Exie saat memasuki kamar dan melihat kedua putrinya tengah bermain dan putra nya membaca buku-buku bisnis daddy nya di sofa.


"Aymaa!" teriak mereka bersamaan dan berlari menuju Exie.


Exie yang diserbu anak-anaknya itupun menunduk dan tertawa karena tingkah lucu tiga anaknya itu.


"Apa hari kalian bahagia? " tanya Exie sambil memeluk tiga anaknya itu.


"Happy sekali ma, tadi nenek mengajak kami bermain di play zone dan membeli es krim. Enaaakkk sekali ayma! " jawab Ernish menggebu-gebu menunjukkan suasana hati nya.


"Iya betul, Nia suka tinggal bersama ayma, daddy, nenek kakek dan kakak kakak nia. Nia bahagia sekali ayma! Nia tidak melihat Ayma menangis, daddy selalu melindungi kita dan ayma." jawab Ernia sambil menatap ayma nya.


"Ayma juga bahagia kalau kalian bahagia! " jawab Exie.


"Ayma juga harus bahagia bukan karena kita bahagia. Ayma harus bahagia juga karena ayma memang bahagia! " jawab Ernest sambil melepas pelukan Ayma nya.


"Iya, ayma bahagia juga sayang. " jawab Exie.


"Mana daddy ma? " tanya Ernish karena tidak menemukan daddy nya di belakang ayma nya.


"Tadi daddy membeli makanan kesukaan kalian, jadi dady ke dapur dan ayma memanggil kalian untuk makan! " jawab Exie dengan senyum bahagia nya.


Exie sudah memaafkan Edward, Exie juga masih menyayangi Edward tetapi seperti masih ada yang mengganjal di hati. Masih ada ketakutan-ketakutan yang memenuhi hatinya.


Exie sadar betul jika Edward sudah berubah, beberapa kali Edward berkata tidak akan pernah menceraikan dirinya dan meminta kesempatan kembali, Exie sadar betul jika Edward mencintainya, Exie juga sadar betul jika anak-anaknya bahagia hidup di keluarga yang utuh.


Tapi kenapa hati nya masih ada ketakutan-ketakutan yang tidak berdasar.


"Ayuk ma! ke bawah. Kenapa ayma bengong sih! " keluh Ernish karena tak kunjung berdiri ayma nya.


"Oh iya, ayuk." jawab Exie setelah kembali ke kesadarannya.


Mereka pun turun dan mendapati Edward sudah duduk di kursi ruang makan dan beberapa makanan yang di belinya tadi sudah tertata rapi di meja makan.


"Nenek mana dad? " tanya Ernia saat sampai di meja makan itu.

__ADS_1


"Kata nenek dan kakek, dia masih kenyang dan meminta kita makan tanpa mereka. "jawab Edward santai.


"Wah, daddy dan ayma memang paling tau kesukaan kita. Lapernyaaa! " gumam Ernish saat melihat beberapa makanan tersaji di atas meja.


Edward, Exie, Ernest dan Ernia tertawa mendengar celoteh an Ernish yang selalu mudah lapar dan berkata sambil menatap makanan-makanan yang menggugah selera nya.


Mereka pun makan bersama dengan senang dengan saling bertanya kegiatan seharian. Exie masih membuang pandangan saat bersitatap, namun masih menimpali ucapan Edward sedikit agar anak-anaknya tidak curiga.


Mereka menghabiskan waktu nya menemani anak-anaknya bermain hingga anak-anaknya lelah dan tertidur dengan cepat malam ini, sedangkan Exie menuju kamar mandi untuk berendam karena ingin menghindari Edward.


Kurang lebih satu jam Exie berendam agar lebih rilex, Exie mau tidak mau harus keluar kamar mandi karena sudah sangat lama di kamar mandi.


Exie berjalan menuju walk in closet hanya menggunakan handuk piyama nya.


"Apa masih belum memaafkan aku? " kata Edward pelan tapi penuh penekanan membuat langkah Exie berhenti seketika.


Exie diam sejenak tanpa menjawab, kemudian melanjutkan langkah nya untuk berganti pakaian tanpa. menjawab pertanyaan Edward.


Edward hanya bisa menarik nafas panjang dengan keterdiaman Exie walau hatinya sakit. Edward tau sakit yang dialami Exie jauh lebih berkali-kali lipat dari ini, bahkan Exie mampu menjalani satu tahun pernikahan dengan kediaman nya dan juga sikap semena-mena nya.


"Aku sudah memaafkan mu!" kata Exie sambil berjalan keluar dari walk in closed nya. Edward yang mendengar itu sontak menatap arah suara.


"Tapi aku tidak bisa hidup bersamamu! "


.


.


.


.


Happy reading semua


maaf jika ada komen yang tidak terbalas oleh mak.

__ADS_1


jangan kapok yašŸ™


komen kalian satu-satunya alasan mak lanjutkan cerita iniā¤ mak author selalu bahagia baca komen kalianšŸ˜† lucu lucu


__ADS_2