Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
61. Stop, jangan mendekat


__ADS_3

"Nia hebat dan sangat kuat sekali, terimakasih Nia sudah bertahan sejauh ini." lanjut Exie sambil mengusap punggung bergetar putri nya itu.


Ernest dan Ernish yang tau Nia menangis pun dia hanya diam memberi waktu pada adik nya kemudian menuju sofa dan duduk sambil mengusap karena mengantuk dan juga kekenyangan.


Semua fokus terarah pada Nia yang menangis sejak tadi di pelukan ayma nya sampai sekarang hingga mereka tidak sadar jika Ernish dan Ernesh terlelap di sofa itu.


"Ed, Ernest dan Ernish tidur. " bisik Felis ke telinga Edward yang baru saja melirik ke arah kedua cucu nya yang tengah terlelap itu.


Edward kemudian berdiri dan menggendong Ernish untuk di baringkan di kasur Ernia yang besar. Kemudian kembali dan menggendong Ernest untuk di pindah ke sebelah Ernish.


Setelah kedua anak nya tidur dengan nyaman dan dia selimuti Exie mendekat dengan Ernia yang ada di gendongan nya. Rupanya Ernia tertidur karena lelah menangis sejak tadi.


"Tidur yang nyenyak anak-anak hebat ku. " gumam Exie sambil mencium i ketiga anak-anak nya bergantian.


"Sayang, mom dan dad pulang dulu tidak apa? besok dad ada pertemuan penting. " pamit Felis pada Exie.


"Iya mom, terima kasih untuk hari ini. " kata Exie sambil mendekat ke arah mom Felis dan kemudian berpelukan sambil berpamitan.


"Lancar ya dad pertemuan besok. " kata Exie menyapa Erza.


"Terima kasih Ex, kami pamit. " kata Erza sambil menggandeng Felis keluar dari ruangan itu.


"Jaga Exie dengan baik, Ed. " kata Felis dengan suara penuh penekanan saat akan menutup pintu ruangan itu.


Edward hanya tersenyum mendengar pesan mommy nya. Dan dalam hati Edward sangat bersyukur Exie sudah memanggil mommy dan daddy lagi pada Felis dan Erza. Hati Edward sedikit lega hanya dengan mendengar kata itu keluar dari mulut Exie.


"Pulanglah! Kenapa masih di sini. " ketus Exie sambil duduk di sofa mencari ponsel nya untuk memesan baju ganti atau mengirim baju dari rumah.


Exie selalu membuang muka saat Edward menatap nya karena Exie sangat canggung berdekatan dengan Edward, apalagi Edward dalam keadaan telanjang dada, karena baju nya di pakaikan pada Exie.


"Apa kamu membiarkan aku pulang tengah malam dan akan sakit besok? aku kan tidak pakai baju. " jawab Edward memelas karena Edward tidak ingin jauh dari mereka semua.


"Ck, berani nya kamu merobek dan membuka bajuku di depan anak-anak. " decak Exie dengan lirikan mata yang sangat tajam dan menyeram kan.

__ADS_1


"Darurat! tadi dalam keadaan darurat Ex. Aku tidak memiliki niat apapun. " panik Edward karena mendapat kan lirikan yang seakan-akan bisa menelanjangi nya saat ini.


"Modus. Kau masih saja mesum rupanya. Apa Bella masih begitu n i k m a t? " tanya Exie dengan seringai yang sangat menyebalkan.


"Apa maksud kamu. Aku tidak pernah lagi berhubungan status maupun tubuh lagi dengan Bella setelah malam pertama kit-" kata Edward terpotong yang sambil berjalan langsung mendekat ke arah Exie, karena ucapan Exie yang begitu memancing nya.


"Stop, Jangan mendekat. " potong Exie kemudian memperingati Edward dengan penuh penekanan.


"Ex, " gumam Edward.


"Aku tidak berniat sedikit pun membahas tentang masa lalu, mendekat hanya akan memperburuk keadaan. Pergilah Ed. " kata Exie dingin dengan tatapan maut nya.


"Baiklah tidak membahas tentang masa lalu, tapi aku ingin di sini menjaga kalian malam ini. " jawab Edward karena tidak ingin hubungan nya dengan Exie semakin tidak baik.


"Baiklah, hanya malam ini dan karena anak-anak. Apapun yang kamu lakukan hanya karena anak-anak.


Aku akan menggaris bawahi itu. Aku mengijinkan mu mengenal dan berdekatan dengan anak-anak. Bukan dengan aku. " kata Edward tajam menyayat hati.


Deg


"Hanya demi anak-anak. " batin Edward.


Itu artinya semua yang Edward lakukan untuk memenangkan hati Exie sekalipun akan percuma karena Exie akan mengira hanya demi anak-anak. Tidak berguna lagi menjelaskan semua nya pada Exi karena Exie sudah membentengi hati nya begitu tinggi.


Kata hanya demi anak-anak merupakan tameng besar yang akan sangat susah merobohkan nya. Itu artinya Exie juga tidak akan melirik nya sedikit saja karena kebaikan dan semua nya hanya untuk anak-anak.


"Terima kasih Ex, kamu masih sangat baik pada ku. Padahal aku sudah sangat menyakitimu dulu. Walaupun aku melakukan ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi untuk istriku juga." jawab Edward.


Exie bergeming mendengar jawaban Edward, dia hanya menatap Edward datar.


"Boleh aku bertanya sesuatu? " tanya Edward.


"Hmm." deheman kecil yang menjadi jawaban Exie untuk pertanyaan Edward.

__ADS_1


"Kenapa Ernia tadi menangis? apa dia membenciku seperti Ernest yang membenci ku?" tanya Edward mulai berjalan mendekat ke arah sofa.


"Hm. Rupanya kamu memang tak bisa membaca hati orang lain, anak-anak mu saja kau tak tau. " sengit Exie sambil menyeringai menjawab pertanyaan Edward.


Exie juga sebenarnya masih sangat kesal berada di dekat Edward. Edward adalah luka dalam hidup Exie, tapi Edward juga kebahagiaan dalam hidup nya. Berada dekat dengan Edward membuat hati nya tidak bisa terkontrol dan itu akan membuat Exie masuk ke dalam jerat Edward lagi dan terluka lagi.


Exie sudah menghabiskan enam tahun hidup nya untuk membenci Edward dan mengumpat Edward, namun nyata nya tidak pernah hati nya berpaling dari satu pria yaitu Edward graha Robinson.


"Iya kau benar Ex, jika aku bisa membaca tentu aku tidak akan pernah melakukan kesalahan dengan percaya pada Bella. Seandainya saat itu aku bisa membaca hati mu di antara ke terdiamanmu saat aku bertanya kepada mu Ex. Aku memang tidak paham wanita dan tidak bisa membaca hati kalian. " kata Edward halus tapi begitu menyentil hati Exie.


Deg


Jantung Exie tiba-tiba berdetak dengan ucapan Edward. Edward yang seperti ini juga membuat Exie terluka. Kilas balik kejadian pertemuan dengan Bella, saat terakhir kali ketemu kemudian Edward menjauhi nya selama dua minggu lama nya hingga bertemu kembali saat di depan Altar pernikahan.


Exie semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, kalau Exie berfikir dan memutar kilas balik kejadian yang terekam di dalam kepala nya Exie yakin seribu persen bahwa Edward sangat tidak menyukai Bella sejak pertemuan pertama nya di kampus saat itu. Begitu aneh jika Edward kemudian toba-tina membawa Bella masuk ke dalam selimut keluarga nya.


"Pecundang."


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


kereta cinta Edward dan Exie datang nih


tutttttt tutttttt gujes gujes

__ADS_1


stay tune ya


__ADS_2