Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
97. Malang nya adikku


__ADS_3

"Edward, bangun nak. Hiks" ratap Felis sambil memegang dingin nya pipi anak laki-laki nya itu.


"Sudah mom, Edward sudah tenang. Kita harus kuat demi anak cucu kita. " kata Erza dengan suara parau nya.


"Tenanglah Ed, Exie dan triplet akan mom dan daddy jaga semampu dad. Tugas mu di dunia sudah berakhir, kembalilah pulang dan jangan sakit lagi. " kata Erza sambil memegang pipi putra nya itu dengan tegar.


"Pulanglah nak, tenanglah di sana. " kata Felis dengan suara lirih dan parau nya.


Setelah beberapa saat di dalam dingin nya ruang jenazah, Erza dan Felis keluar sambil melihat kondisi anak menantu nya.


Setelah sampai di ruang UGD, Erza tidak menemukan siapapun.


"Kemana Exie, mom? " tanya Erza.


"Tidak tau dad, ayo tanya petugas saja. " jawab Felis mulai panik.


Kemudian mereka menuju ke beberapa petugas di ujung sana yang tengah sibuk dengan beberapa berkas di tangan mereka.


"Maaf sus, dimana pasien atas nama Exie Flyta Draniela ya ?" tanya Erza.


"Oh, maaf tuan. Pasien atas nama Exie Flyta Draniela baru saja di pindahkan ke ruangan isolasi karena percobaan bunuh diri yang terus dilakukan. " jawab suster itu.


Erza dan Felis kemudian berlari menuju ruang isolasi tersebut dan melihat Exie tengah berbaring dengan beberapa alat di tubuh nya.


Kemudian Felis menuju dokter tunggu ruang isolasi itu dan bertanya pada dokter itu.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi menantu saya dok? " tanya Felis.


"Oh silahkan duduk tuan, nyonya. " kata dokter itu mempersilahkan duduk.


Kemudian Erza dan Felis duduk sesuai arahan dokter, mungkin dokter akan menyampaikan kabar terkini menantu nya.


"Begini tuan dan nyonya, menantu anda beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sejak dokter mengabarkan suami nya tidak tertolong, dan puncak nya barusan saja beliau menyayat tangan nya sendiri. Akibat shock yang luar biasa dan tubuh menantu anda tidak baik-baik pasca kecelakaan, sekarang nona itu sedang beristirahat. Jadi ibu tidak perlu khawatir." jelas dokter itu.


"Apa dia tidak apa-apa dok? " tanya Felis lagi.


"Kita masih harus observasi beberapa bagian luka di tubuhnya nyonya. " jawab dokter itu.


"Apa menantu saya sudah melihat jenazah suami nya? " tanya Felis.


Kemudian Felis memilik menuju administrasi dan menyelesaikan administrasi putra nya agar segera di bawa ke rumah duka dan di kebumikan.


mengingat kondisi Exie yang tidak bisa mengontrol emosi nya dan juga dirinya sendiri, Felis takut meninggalkan putri nya itu.


Sehingga, Felis memilih mengurus sekarang agar bisa merawat Exie setelah ini.


"Apa bawa triplets kesini mom? agar Exie sadar jika masih memiliki triplets. " kata Erza.


"Iya dad, setelah dia sedikit tenang dan tidak terguncang lagi ya. " jawab Felis.


"Oke mom. "

__ADS_1


"Daddy pulang dan makamkan putra kita, mommy biar di sini menjaga Exie. " kata Felis.


"Oke mom, apa mom bisa di sini menghadapi Exie sendiri? " tanya Erza yang juga sangat khawatir dengan menantu nya.


"Bisa, segera lah kasihan putra kita kedinginan di dalam sana. " kata Felis meyakinkan Erza.


Dan mereka pun berpisah di ruang Administrasi bersamaan dengan Ethan dan istrinya datang.


"Om tante, bagaimana kondisi Edward dan Exie? " tanya Ethan panik yang harus saja mendapat kabar dari Erza.


"Exie sedang istirahat karena jiwa nya terguncang, dan Edward ada di ruang jenazah dan akan segera saya bawa pulang untuk dikebumikan. " jawab Erza pelan.


"Hah!! Biarkan saya bantu kebumikan dan istri sayang menjaga Exie di sini om. " kata Ethan dengan dada seperti genderang mau perang.


"Malang nya adik ku. "


.


.


.


.


Happy reading semuanya

__ADS_1


__ADS_2