Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
86. Apa kamu Yakin


__ADS_3

"Aku harus pergi... Exie... Exie... Exie... Aku milik Exie. "batin Edward sambil mengumpulkan seluruh tenaga nya mengendarai mobil agar sampai ke apartemen sebelum tewas.


Karena melihat efek obat ini, membuat Edward yakin jika obat yang diberikan dalam keadaan disisi tinggi.


Sambil konsentrasi penuh Edward memacu mobil nya karena melihat mobil Jesika mengejar nya. Edward tidak boleh kalah dan menyerah pada keadaan dan Jesika atau Exie akan terluka kembali.


Beberapa menit kemudian Edward berhenti di lobby dan langsung masuk ke dalam lift tanpa perduli mobil nya di sana. Tanpa perduli dilihat orang-orang di sana karena masih terhitung sore yaitu 18.15 an.


Edward masuk ke dalam apartemen dan melihat Exie dengan masak dengan rambut yang diikat tinggi menampilkan leher jenjang nya.


Edward kemudian berlari menuju kamar dan masuk kamar mandi untuk menghindari kejadian yang akan merugikan nya dan memacu trauma istri tercinta nya.


"No... Jangan membuatnya semakin jauh. Lebih baik kamu mati... No Edward. " batin nya sambil mengunci kamar mandi dan masuk kedalam bath up sambil mengisi Bath up dengan air dingin.


"Sakit nya..! " gumam Edward merasakan tubuhnya panas dan seperti akan pecah.


Exie yang melihat wajah berantakan Edward dengan mata merah dan pandangan sayu serta ada sedikit kesakitan di dalam ekspresi nya pun segera menyusul dan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok tok tok


"Kamu tidak apa-apa? buka pintunya Ed. "tanya Exie dengan nada sedikit meninggi agar terdengar.


"Ya... Tolong panggilkan dokter keluarga. Jangan masuk Ex, aku takut menyakiti mu. " kata Edward dengan menahan rasa sakit nya.


"Kamu kenapa? sakit apa? " kata Exie sambil menekan ponsel nya menghubungi dokter Harry, dokter keluarga sekaligus dokter di markas.


"Ada yang memberikan aku obat perangsang, cepat Ex... Sakitttt sekaliii. " jawab Edward sambil mengerang karena sakit luar biasa pada bagian bawah dan seluruh otot-otot nya.


"Dokter Harry tidak mengangkat panggilan ku. " jawab Exie mulai panik.


"Tolong.. " rintih Edward mulai melemah.


Exie kemudian browsing apa yang harus dilakukan untuk meredakan rasa sakit Edward, namun saat membaca artikel itu Exie jadi pusing.

__ADS_1


Karena selain obat yang harus disuntik kan sebagai menawar obat itu ada cara lain yaitu harus ber s e t u b u h. Dan apabila tidak mendapat penawar atau dengan b e r s e t u b u h maka salah satu saraf dan otot Edward akan pecah dan akan fatal jika pecah nya di bagian yang vital.


"Sakiiitt... Panas.. " rintih Edward membuat Exie kalang kabut dan harus memutuskan apa yang harus di lakukan nya sambil terus menelpon dokter Harry.


"Edward bisa mati kalau aku biarkan, tapi aku juga tidak siap membantu nya dengan tubuhku walau pun aku masih istri sah negara dan agama. Apa yang harus aku lakukan Tuhan. " gumam Exie sambil berdoa.


sekitar 15 menit berlalu dan sudah tidak terlalu keras rintihan Edward, mungkin karena dia sudah tidak bertenaga namun dokter Harry masih belum mengangkat panggilan nya.


Kemudian Exie berlari menuju walk in closet dan mencari kunci cadangan kamar mandi, karena Exie tidak ada pilihan lain. Exie tidak ingin Edward mati begitu saja setelah dia bersedia memperjuangkan pernikahan mereka sekali lagi.


Exie berlari kemudian membuka pintu kamar mandi itu, dan alangkah terkejutnya Exie melihat Edward sudah di ambang kesadaran nya di dalam bath up dengan darah tipis mengalir dari hidung Edward mata merah menatap ke arah nya.


"Jang janganhh mendekat. Pergilahhhh Ex, aku mohon. " kata Edward lirih sekali sambil tersengal.


Exie tidak mendengarkan Edward dan berlari ke arah Edward mengusap wajah merah itu dengan air mata yang mulai turun.


"Pergi... Ak-aku mo-mohon Ex." kata Edward sekuat tenaga menahan diri dengan nafas tersengal nya.


"Aku akan membantumu, jangan mati... Kamu ingin mempertahankan pernikahan ini dan meminta satu kesempatan lagi dariku dan aku mengabulkan nya, lalu kamu akan mati begitu saja? " kata Exie dengan nada tinggi dan berurai air mata melihat kondisi Edward yang sangat mengenaskan.


"Ayo, ayooo lakukan apapun pada tubuhku untuk membantu mu. " jawab Exie dengan tegas sambil memegang tubuh Edward dan melepaskan kemeja basah di dalam bath up.


"Tidak... Ak-aku lebih baik mati daripada menyakiti mu sekali lagi. Pergilah aku mohon. " jawab Edward dengan dada naik turun menahan diri. Edward sangat tidak ingin menyakiti Exie lagi.


"Kamu ingin mati!!!!... Kamu ingin meninggalkan ku!!!... kamu akan lebih menyakiti aku lagi. " teriak Exie sambil menarik kemeja Edward dengan keras dan kemudian mulai menanggalkan celana Edward tanpa ijin sekalipun.


"Ti- tidak Ahh... No Ex. Jangan membuatku merasa bersalah lagi. " kata Edward diam tidak bisa berontak, karena takut tidak bisa mengontrol tenaga nya dan malah menyakiti Exie.


Exie tidak lagi menjawab selain air mata yang terus menetes melihat kondisi Edward yang sangat mengenaskan, dan ketakutan akan bayang-bayang kematian Edward.


Exie kemudian berdiri dan melepas semua baju nya dengan cepat setelah selesai melepas pakaian Edward. Edward menutup mata nya melihat Exie membuka baju karena takut semakin tersulut.


"Pikirkan ulang Ex, aku tidak ingin kamu menyakiti dirimu sendiri. Aku tidak bisa mengontrol diriku. " kata Edward kembali dengan dada naik turun dan menutup mata.

__ADS_1


Exie tidak menjawab perkataan Edward sedikit pun, justru dia masuk ke dalam bath up dan duduk di atas milik Edward.


Exie kemudian mencoba memasukkan ke dalam milik nya yang di bawah sana.


"Ahhhh... Ahhh... oh... Ex. " racau Edward sambil membuka matanya dan mendapati Exie yang sudah tanpa sehelai benang pun mencoba memasukkan yang di bawah sana sambil menggigit bibir bawah nya.


Edward semakin tersulut dan Edward tahu jika Exie tetaplah Exie yang dulu, gadis nya yang polos dan tidak mahir urusan ranjang. Edward tahu jika Exie menahan sakit karena miliknya belum basah.


Edward kemudian setengah duduk dan mulai menikmati melon semangka melon semangka, eh maksudnya dia apel gold kembar yang bulat dan padat itu.


"Ahhh... ahhh..." d e s a h Edward menikmati squishy nya sambil menikmati pijatan Exie di bawah sana yang berusaha memasukkan ke dalam miliknya yang harus membuat jalan baru.


Entah tenaga dari mana, Edward berdiri dan mengangkat tubuh Exie menuju ranjang sambil terus memainkan dua apel nya.


"Aaaaa... awas jatuh Ed. " pekik Exie yang terkejut dengan gerakan mendadak Edward.


Kemudian Edward mendudukkan Exie di ranjang, dan Edward memandang mata Exie sekali lagi.


"Apa kamu tidak akan menyesal? apa kamu yakin Ex?" tanya Edward dengan mata merah padam nya.


Exie hanya mengangguk sebagai jawaban dan Edward langsung menenggelamkan wajah nya pada milik Exie di depan nya.


"Ahh."


.


.


.


.


Happy reading semuanya.

__ADS_1


Jesika bener-bener ingin di cincang hidup-hidup oleh kingšŸ™ƒ


__ADS_2