
"Ahhh, aku jadi rindu dengan bruno ku! " lanjut Exie.
"KAU HANYA ISTRI KU, DAN HANYA BOLEH MEMUJA MILIKKU. KAMU ISTRI KU BUKAN JALA*NG EX. STOP!! " teriak Edward dengan mata merah dan nyalang ke arah Exie.
Setengah mati Edward sangat emosi saat ini, hati nya sakit sekali mendengar perkataan Exie, Edward tidak percaya jika Exie melakukan itu. Tak apa Exie memiliki anak dengan pria lain, biarkan menjadi bayaran untuk seluruh dosa nya terdahulu, toh Edward juga memiliki Rafa. Tapi Edward sangat emosi saat Exie mengatakan dirinya jala*ng.
"Ahhh, menjadi jalan*g sangat enak rupa nya Ed, tak perlu susah mencari uang, tinggal membuka paha dan menikmati olahraga men... "
"STOP EX! " teriak Edward kalang kabut. Belum sempat Exie menyelesaikan kata-kata nya Edward sudah memotong dengan ekspresi yang sangat marah dan emosi.
Edward langsung berjongkok dan melingkar kan tangan nya di paha Exie kemudian mengangkat Exie di pundak kanan nya. Kemudian berjalan cepat sambil mengangkat Exie seperti karung.
"Aaaaaaa, Lepaskannn! " teriak Exie berontak sambil memukuli punggung Edward. Edward tak bereaksi apa apa selain membawa Exie menjauh dan memasukan ke dalam mobil yang ada supir nya itu.
"Jalan pak! " titah Edward dan mobil itu melaju tanpa memikirkan Exie yang seperti orang gila meronta ronta dalam pelukan Edward. Sumpah serapah teriakan cacian Exie keluar kan untuk Edward.
"KAMU GILA ED! Hey Brengsek. Anjin*g! " pekik Exie benar-benar sudah sangat emosi dengan perilaku Edward pada nya.
Edward diam seribu bahasa membiarkan Exie menyumpahi nya, karena ini murni kesalahan nya. Edward melihat wanita sok kuat di depan nya itu dengan penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam. Maka dari itu Edward tidak lagi membalas perkataan atau sumpah serapah Exie.
Hanya kata maaf yang bisa Edward ucapkan, walaupun sumpah serapah yang dia terima, Edward sangat senang sekali bisa bertemu dengan Exie, wanita yang di carinya selama enam tahun terakhir ini. Wanita yang memenuhi hidup nya enam tahun terakhir ini.
Setelah hampir lima menit mobil mereka berhenti di loby sebuah hotel dan Edward kembali menggendong Exie seperti karung untuk masuk dan menuju kamar yang telah di persiapkan untuk nya.
"LEPAS ED, AKU BUKAN LAGI ISTRI MU! " pekik Exie saat mereka berdua masuk ke dalam lift sambil terus memukul punggung Edward. Edward tetap tidak menjawab dan terus berdiri kokoh sambil menggendong tubuh kecil Exie.
Edward terus berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu, berjalan menuju kasur dan mendudukkan Exie di ujung kasur hingga posisi nya jongkok di bawah. Kemudian tanpa aba-aba Edward duduk di lantai dan memeluk kedua kaki Exie, menyandarkan dahi nya di paha Exie.
__ADS_1
"Maaf! " lirih Edward sambil terus memeluk kedua kaki Exie.
Exie sedikit terenyuh mendengar suara lembut, lirih dan parau Edward. Exie pun tak beraksi apa apa. Exie pun bingung dengan hati nya juga kondisi dan situasi mereka berdua.
Awalnya Exie sangat marah karena mengetahui dibawa ke hotel oleh Edward, Exie geram dengan Edward karena berfikir Edward akan melakukan hal yang tidak diinginkan dan memaksa nya lagi seperti enam tahun lalu, Exie pun sudah menyiapkan jurus genjitsu untuk menghajar Edward jika macam macam. Tapi ternyata Edward malah bersimpuh di kaki nya, meminta pengampunan.
"Maafkan aku Ex, aku bersalah padamu. Aku bodoh karena dari awal aku termakan omong kosong Bella, bahkan sejak kejadian naas itu terjadi. Kebencian ku pada wanita karena ibu ku dimanfaatkan dia, dan bodoh nya aku tertipu dan jatuh ke dalam perangkap nya hingga aku menyakiti mu. Maaf. maafkan aku Ex! " kata Edward suara penuh penyesalan dan juga dengan derai air mata, karena Exie merasakan cairan di paha nya dan mendengar suara Edward yang menyarankan penyesalan.
"Aku pecundang, tidak seharusnya aku bersembunyi di balik trauma ku! " lanjut nya.
"Aku tidak merasa tersakiti! " jawab Exie singkat dan pedas level granat cabe 100.
"Kamu tau dari kuliah aku menolak Bella mentah-mentah. Karena dia licik, bodohnya aku malah masuk ke dalam perangkap nya. Ampuni aku Ex! " kata Edward terus meratap, meminta bekas kasihan. Karena Edward merasa ini kesempatan terbaik, daripada harus kehilangan Exie seperti enam tahun ini berlangsung.
"Ex! " kata Edward sambil mengangkat kepala dan mendongak ke arah Exie dengan mata merah penuh air mata. "Aku menderita selama enak tahun ini jauh darimu, maafkan aku! " kata nya lembut dengan tatapan yang mampu menghunus pedang ke arah jantung Exie dalam.
"Jangan membahas masa lalu, aku sudah melupakan semua nya! " kata Exie lengkap dengan nada ketus walau sedikit.
"Tapi aku tidak pernah melupakan mu Ex, enam tahun aku tak memiliki tujuan hidup, tidak memiliki rumah tempat ku pulang. Jangan menghukum aku lebih berat lagi! " kata Edward dengan suara parau dan linangan air mata yang tidak bisa di bendung, bayang-bayang kehidupan yang di jalani nya enam tahun belakangan ini membuat nya tak mampu membendung nya lebih lagi.
"Tapi aku sudah melupakan mu dan aku sudah hidup bahagia dengan keluarga kau! " jawab Exie dengan tetap ketus walau sedikit berkurang dari tadi.
"Tidak, tidak mungkin Ex. Kamu istri ku dan kamu keluarga ku! " kata Edward tersayat karena ucapan Exie.
"Aku sudah membebaskan mu enam tahun lalu! " ketus Exie.
"Tapi aku tidak pernah membebaskan mu dalam pernikahan ini, aku menjerat mu dengan pernikahan ini seumur hidup mu! " kata Edward sudah mulai tidak sabar dengan keras kepala Exie walaupun dia sudah memohon dan bersimpuh di kaki nya.
__ADS_1
Edward menatap kembali Exie dengan nyalang dan langsung menerkam Exie, menindih nya di atas kasur.
"Aku memang jala*ng. Ayo tunggu apa lagii??? kamu ingin tubuh ku. Kamu ingin aku puaskan! AYOOO!!!" teriak Exie tepat di depan wajah Edward.
Exie yang tadi merasa luluh dan menganggap Edward telah berubah, kembali mengeraskan hati nya karena tingkah Edward. Exie menganggap Edward tidak serius dan hanya menginginkan hati nya.
Exie yang melihat Edward berubah menjadi kucing tadi, nyatanya kini sudah akan menerkam nya, membuat emosi Exie yang sudah menurun kembali naik. Bayang-bayang wajah anak anak nya terlintas di otak nya.
"Jangan kalah dengan keluarga Robinson Ex, kamu sudah melatih hatimu 6 tahun ini, perjuangan mu, kamu jangan luluh dengan ucapan pria brengsek penutup benih di rahim mu ini, jangan sampai anak anak mu diambil oleh Robinson! " batin Exie menguatkan hati nya agar tidak luluh dengan laki laki yang sudah di umpat enam tahun terkahir.
"Arggghhhhhhhhhhhhh! " teriak Edward sambil melepaskan tindihan nya pada Exie menendang sofa di depan nya, rasanya Edward ingin menghancurkan semua yang ada di dalam sini.
"KENAPA TIDAK JADI!!!! KAMU JIJIK DENGAN JALA*NG INI! "
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
Ah Entah sampai kapan mereka akan terus berantem.
__ADS_1
hehehe☺