Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
59. Penolakan Ernest


__ADS_3

"Hmm.. menjaga adik-adik adalah tugas ku selama ini om! " jawab Ernest singkat dan terkesan sangat ketus di pelukan Exie.


Deg


"Kamu memang sama seperti ku boy, kalau aku jadi kamu aku juga tidak akan menerima daddy seperti ku dengan mudah! Ternyata sakit jika tidak di akui anak sendiri! "batin Edward sambil memeluk Ernish untuk menenangkan debaran jantung nya.


"Ernest! " tegur Exie pada putra nya.


"Iya ma, kenapa? " tanya Ernest seperti tidak memiliki dosa.


"Daddy kamu sayang, tidak boleh seperti itu! " kata Exie sambil memeluk anak laki-laki nya.


"Selama ini aku tidak memiliki daddy ayma, aku melewati semua masa hanya bersama ayma dan adik-adik. Menjaga adik-adik dan ayma adalah tugas ku sendiri. Aku tidak membutuhkan daddy lagi! " jawab Ernest ketus.


"Host..! " hembusan nafas Exie yang berat.


"Iya, kita selalu bersama melewati masa sulit. Tapi kali ini daddy yang menolong kalian! " kata Exie mencoba membujuk putra nya.


Exie rasa melihat ketulusan yang luar biasa dimata Edward untuk anak-anak mereka. Exie juga sudah bertekad jika mereka keluar dari mansion Max didalam keadaan selamat, Exie tidak akan melarang anak-anak nya mengenal dan merasakan sosok daddy.


Walau bagaimana pun, mereka adalah anak Edward sah dalam pernikahan yang sah pula bersama Exie. Exie tidak menutup mata soale daddy kandung anak-anak nya, tapi Exie tidak akan membiarkan Edward kembali menyakiti hati nya.


Exie hanya ingin, anak-anak nya mengenal dan merasakan sosok daddy dalam hidup mereka.


"Tapi ayma menolong nyawa om itu, apa itu tidak impas? Apa om itu meminta bayaran atas nyawa kami!" tanya Ernest pelan tapi sangat menampar Edward bolak-balik.


Edward semakin sesak mendengar penolak demi penolak yang dilontarkan Ernest pada nya.


"Apa Ernest mendengar daddy meminta bayaran? " tanah Exie.


"Lalu, apa dengan menyelamatkan kami hari ini bisa menebus masak kecil kita tanpa seorang ayah ayma? bisa menebus semua perkataan miring tentang ayma? bisa menebus semua hinaan yang kami terima? anak haram! anak yang tidak punya daddy! anak diluar nikah!" tanya Ernest menggebu-gebu karena jiwa kecil itu juga marah pada daddy nya, dia selama ini menanggung beban berat walau masih berusia 5 tahun.


"Pura-pura tenang agar adik tidak semakin takut sangat menyiksa ayma, Pura-pura kuat padahal Ernest juga tidak mampu itu juga menyiksa. Dan Ernest sekarang sudah terbiasa, karena aku laki-laki sejati. Aku akan terus melindungi ayma dan adik-adik." kata Ernest dengan air mata yang turun kemudian menangis di pelukan Exie. Ernest tidak bisa menahan air mata nya.

__ADS_1


Ernest juga bingung dengan hati nya, ingin sekali marah dan menghukum Edward, tapi ternyata hatinya juga ikut sakit saat berkata seperti itu pada daddy nya.


"Iya maafkan ayma, ayma tau Ernest sangat kuat. Ernest selalu menjaga adik saat ayma tidak ada. Ernest menemani ayma tidak tidur semalaman untuk menunggu adik. Ernest anak yang luar biasa. Maafkan ayma. Ayma tidak akan memaksa Ernest lagi! " kata Exie sambil mengusap punggung bergetar putra nya.


Edward yang sejak tadi mendengar perdebatan ibu dan anak itu pun ikut berlinang air mata. Edward sangat tersayat dengan perkataan Ernest. Luapan hati Ernest menampar Edward kembali pada kenyataan jika Edward memang daddy yang brengsek dan tidak bertanggung jawab.


"Maaf kan daddy! " ucap Edward lirih sambil bersembunyi di pelukan putri nya yang tengah terbengong tidak mengetahui yang terjadi.


"Kakak cengeng, dari tadi nangis. Kita sudah aman di tangan ayma dan daddy kak. Dari pagi saja kakak tidak menangis, bilang ke adek kalau semua akan baik-baik aja. Kenapa kakak sekarang menangis! kakak juga ini daddy kita kenapa panggil om sih! " pekik Ernish sambil mengusap punggung kakak nya dengan tangan kecil nya.


Exie menyunggingkan senyum pada putri nya itu.


"Kakak menangis senang karena adik dan kakak bisa disini bersama ayma dan daddy. Ernish lelah tidak?" tanya Exie dengan sabar menghadapi dia anak nya yang berbeda watak dan perilaku itu.


"Begitu ya ayma? tidak ayma, Ernish sangat senang sampai tidak lelah. Ernish bisa bersama daddy! " kata Ernish senang dengan senyum secerah matahari pagi.


"Baiklah, Ernishnya ayma akan lebih senang lagi! " kata Exie sambil mengusap kepala putri nya yang sangat aktif dan cerewet itu.


"Karena apa ayma? " tanya Ernish.


Edward pun hanya diam memuji Exie dalam hati saat Exie bisa menguasai anak-anak nya dengan baik.


"Benarkah ayma! " pekik Ernest dan Ernish bersamaan sambil Ernest melerai pelukan nya.


"Yah, benar sekali. Sebelum ayma pergi menyelamatkan kalian. Ayma menemui Nia yang sedang ditunggu oleh daddy. Nia akan sembuh dan pulang bersama kita! " kata Exie sambil tersenyum cerah melihat kedua anak nya bergantian.


"Yey, kita akan bersekolah bersama lagi! " teriak Ernish kegirangan.


"Ye, ayma tidak perlu lagi bolak-balik rumah sakit sambil bekerja! " kata Ernest juga sangat senang.


"Ucapkan terima kasih pada daddy! daddy yang menolong Ernia! " kata Exie pada dua anak nya karena tak tega melihat Edward diam karena penolakan Ernest.


"Terima kasih daddy, Ernish tidak jadi marah dengan daddy karena lama datang karena daddy sudah menyelamatkan Nia! " celoteh Ernish seperti kereta yang tidak ada titik koma nya.

__ADS_1


"Terima kasih! " kata Ernest dingin.


"Sama-sama gajoan dan princess daddy, maafkan daddy ya! " jawab Edward pelan.


"Kenapa minta maaf, daddy sudah menyelamatkan kita dan Nia walau terlambat. Daddy baik-baik saja kan sekarang setelah operasi? " tanya Ernish sambil menempelkan tangan nya di dahi Edward.


Edward tersenyum melihat perhatian anak nya, hatinya kembali berbunga dengan sikap manis itu. Ernest melirik sekilas Edward saat Ernish berceloteh.


"Benar juga ya, daddy kan habis operasi. Apa tidak apa apa langsung menolong kita! " batin Ernest mulai gugup.


Exie yang melihat gelagat Ernest yang gugup dan mencuri pandang ke arah daddy nya pun tersenyum kemudian memeluk putra nya.


"Ayma tahu kalau kamu menjaga perasaan ayma, dan kamu mau menghukum daddy mu kan. Kamu anak yang paling manis dan romantis sepanjang hidup ayma nak!" batin Exie memeluk erat Ernest. Ernest pun memeluk erat ayma nya


"Daddy, ayma. Ernish lapar karena tidak di beri makan dari siang! " kata Ernish murung karena malu, tapi cacing di perut nya sudah meronta-ronta.


"Ya ampun maafkan ayma, mereka tidak memberi kalian makan? " tanya Ayma. Ernest dan Ernish langsung mengangguk menjawab pertanyaan Exie.


"Daddy sudah pesan kan makanan di kamar Nia. Kita makan bersama habis ini ya! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Ahhh gatau mak othor bilang apa🤣

__ADS_1


lunas ya 2 bab hari ini.


stay tune okeyšŸ‘


__ADS_2