
Hati Edward hancur melihat Exie diperlakukan seperti itu. Edward terus memaki dan mengancam Alex sambil mengeluarkan air mata nya.
"AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU! " teriak Edward penuh dengan kobaran amarah saat para wanita itu menanggalkan baju yang di pakai oleh Exie sambil Exie terus berontak dan menangis.
"Ehhhh ehhhhhh ehhhh ehhhh. " suara Exie tertahan sambil terus berontak karena para itu menggunting baju Exie.
"Aku menunggu saat-saat itu! Hahaha. " kata Alex sambil tertawa melihat kondisi Edward dan Exie dan tragis.
"Ya Tuhan, segera kirim orang-orang ku ya Tuhan. Selamat kan istri ku. Aku tidak sanggup melihat nya hancur ya Tuhan. Dia tidak akan pernah menerima jika dirinya ternoda. Pasti istri ku lebih memilih mati Tuhan. Apalagi di depan mata suami nya sendiri. Selamat kan rumah tangga ini Tuhan. " batin Edward memejamkan mata sambil berdoa sepenuh hati dan keyakinan nya pada Tuhan nya.
Edward membuka mata dan melihat istrinya masih dalam kondisi terikat seperti awal tapi hanya menggunakan b r a dan celana d a l a m saja.
Edward melihat mata istri nya yang tengah melihat nya.
"Kamu masih sangat cantik istriku, percayalah Tuhan akan melindungi kemurnian mu. Dan aku akan membunuh mereka untuk penghinaan ini. " kata Edward pelan sambil memandang Exie dengan lembut.
Air mata Exie tak mampu ia bendung mendengar kata-kata menentramkan suami nya dan juga tatapan lembut penuh ketulusan yang baru pertama kali Exie lihat.
Exie menangis sambil mengangguk percaya pada suami nya.
"Aku sangat mencintaimu, kamu satu-satunya wanita yang bertahta di hati ku tujuh tahun lamanya tanpa tergeser sedikit pun. Aku mencintai mu saat pertama melihat mu, hanya saja aku merubahnya menjadi kebencian karena hasutan. Tapi percayalah, kebencian tidak pernah ada di hati ku untuk mu. Sehingga aku tak sampai hati memukulmu atau bahkan berkata kasar padamu. I love you Exie Flyta Draniela. " kata Edward penuh kelembutan disertai air mata yang terus menetes. Begitu juga dengan Exie yang mendapat pernyataan yang mengharukan di tengah keadaan yang menegangkan.
Exie hanya menangis dan mengangguk sebagai jawaban karena mulutnya juga masih tersumpal.
"Uh, so sweet drama percintaan yang sangat mengharukan. " kata Alex merusak suasana baru antara Edward dan Exie.
Alex berjalan mengambil cambuk rumbai dari troli wanita s e x y itu kemudian memukulkan padan perut Exie cukup kencang.
"Aaaaaggg." teriak tertahan Exie saat cambukan rumbai itu memenuhi perut nya. Tentu Edward memaki Alex terus-menerus untuk semua perlakuan itu.
"Perut mu masih sangat ramping, tidak akan ada yang percaya jika dari perut kecil dan s e x y ini telah keluar tiga anak. " kata Alex sambil kembali mencambuk perut Exie.
"Aaaaaggg." pekik Exie tertahan karena mulutnya tersumpal. Exie hanya memandang Edward yang ada di depan nya sambil menangis.
Edward sengaja meracau karena dia merasakan sesuatu memotong tali kaki nya, Edward tidak akan membiarkan mereka melihat dan malah menggagalkan alat transparan itu memotong tali tambang.
__ADS_1
Edward melihat mata Exie sambil memberi isyarat semua akan baik baik aja.
Alex kembali mencambuk Exie di bagian punggung, dan kemudian mencambuk lagi di bagian p a n t a t Exie yang kencang.
Di potongan terakhir tambang Edward pada tangan kanan, Alex mencambuk daerah k e w a n i t a a n Exie di bawah sana.
"hiaaaaaaaaaahhh, Brughh. " Edward meloncat pada tubuh Alex dan menghajar Alex dengan tangan nya sekuat tenaga.
Alex dan tidak ada persiapan pun terjatuh dan tidak bisa menangkis pukulan demi pukulan. Sepuluh laki-laki itupun mendekat ke arah Edward dan Edward menodongkan pistol di kepala Alex.
"Mundur." perintah Aleh pada anak buah nya.
"Lepaskan istri ku. " kata Edward penuh penekanan sambil menekan ujung pistol nya pada kepala Alex.
"Lepaskan wanita itu, " kata Alex.
Detik berikut nya pintu terbuka dan para orang-orang klan macan dan singa datang dan menghajar sepuluh orang itu dan dengan mudah nya membekuk mereka.
"Apa max sudah di amankan? " tanya Edward pada orang kepercayaan nya.
"Ambil dan bawa sekalian. Aku belum selesai dengan dia. Sekarang! " perintah Edward pada Orang nya.
Kemudian Edward langsung menghampiri Exie dan melepaskan ikatan tangan, kaki, dan mulut nya. Kemudian melepaskan jaket nya dan memakaikan jaket itu. Meresletingkan jaket kemudian memeluk erat Exie dalam pelukan nya.
"Kamu aman sayang! " jawab Edward memeluk Exie yang tengah menangis tersedu-sedu. Exie lega bercampur bersyukur yang sangat luar biasa, tidak bisa Exie jelaskan perasaan nya kali ini.
"Kamu aman sayang, Tuhan melindungi kita dan memperlancar rencana ku, Tuhan melindungi kemurnian mu. Jangan takut lagi. " kata Edward sambil mengusap rambut istri nya itu.
Sekuat apapun Exie diluar sana sebagai pemimpin mafia, Exie juga membutuhkan sosok yang melindungi nya seperti saat ini.
"Anak-anak. Ed anak-anak mu! " pekik Exie menjauh dari pelukan Edward karena teringat nasib anak-anak nya.
"Mereka aman, mereka lebih dulu di selamat kan dan sudah ada di rumah kita. " jawab Edward sambil menuntun Exie berdiri, akan tetapi kaki Exie kebas dan tidak bisa berdiri sehingga Edward langsung menggendong nya.
Exie melingkar kan tangan nya pada leher Edward dan pergi naik dari ruangan bawah tanah itu.
__ADS_1
Secara bersamaan puluhan mobil polisi datang dan menangkapi orang-orang yang sudah dilumpuhkan dan diikat oleh orang-orang Edward dan Exie terlebih dahulu.
"Setelah istri tuan membaik, kami membutuhkan keterangan dari Anda dan istri Anda tuan. " kata ketua polisi itu.
"Iya pak saya dan istri akan datang. " kata Edward.
"Terima kasih untuk semua bukti dan sudah melumpuhkan mereka terlebih dahulu tuan. " kata pak polisi itu.
"Iya Pak, mohon maaf pimpinan mereka kabur. Saya akan berusaha mencari mereka pak. " jawab Edward.
"Tidak apa tuan, kami sudah menemukan gudang narkoba, dan para wanita yang akan dijual itu sudah bersyukur. Kami juga akan mencari orang nya Tuan. " jawab nya
"Iya, saya permisi ya pak. Istri saya sudah sangat lemah. " kata Edward pamit dan kemudian berjalan menuju mobil nya.
Edward menggendong Exie yang bersembunyi dari tadi di ceruk leher nya dengan senyum yang mengembang.
"Tuhan, apa aku sudah mendapatkan kembali kepercayaan istri ku? Apa Tuhan mengabulkan doaku untuk melindungi rumah tangga ini. Terima kasih Tuhan. " batin Edward sangat senang.
Edward senang dibalik takut dan kejadian menegangkan ini ada hadiah yang luar biasa indah nya untuk Edward.
Edward memasukkan Exie ke dalam mobil nya, dan Edward memutar ke arah kemudi nya dan masuk langsung memacu mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Suami ku tidak di ragukan lagi kehebatan nya. "
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
__ADS_1