
"NGAPAIN KAMU DISINI? PERGI!!! " teriak Ethan yang langsung tersulut emosi melihat adik, istri dan laki-laki yang sangat dia benci duduk bertiga.
Edward yang tersadar ada Ethan berteriak pun buru-buru bangkit dan berdiri di depan kakak ipar nya itu, disusul Exie yang juga berdiri di sebelah suami nya.
"Maafkan aku. " lirih Edward.
"Kenapa kamu bawa pria brengsek ini kemari, Ex! " kata Ethan sengit memandang Edward.
Ethan masih sama sakit nya saat melihat Edward sama seperti enam tahun lalu.
"Aku dan Edward ingin meminta restu kakak kembali," jawab Exie dengan tenang.
"KAMU GILA, EX! " teriak Ethan terkejut dengan apa yang di ucapkan adik nya itu.
"Tidak kak, Ex serius. "
"Apa yang membuatmu ingin kembali pada B A J I N G A N ini? " kata Ethan dengan ketus.
"Oh, kau jatuh cinta lagi pada pria brengsek ini? " kata Ethan menebak sebelum Exie menjawab pertanyaan nya.
"Bukan kak, aku tidak jatuh cinta lagi pada Edward. Tapi cintaku memang tidak pernah pergi. " jawab Exie lugas.
"KAU BODOH!!! karena cinta bulshit yang kamu bicarakan itu, kamu harus menanggung penderitaan sebesar itu? berapa kali kamu mencoba bunuh diri? berapa kali nyawamu ada dalam keadaan kritis? Dan kau koma satu bulan lamanya setelah hampir meregang nyawa melahirkan anak laki-laki brengsek yang asik bercinta dengan wanita lain? " Kata Ethan dengan amarah dan penuh penekanan, berharap adiknya akan sadar lagi dan berubah pikiran.
__ADS_1
"Iya kak, Edward sudah berubah dan meminta maaf. " jawab Exie.
"Dan kamu memaafkan begitu saja setelah semua rasa sakit mu? " tanya Ethan.
"Tidak kak, setelah dia menunjukkan keseriusan dan aku percaya kak. " jawab Exie.
"AKU TIDAK MERESTUI LAGI, MASUK KAMARMU EX, DAN KAMU PERGIIII! " teriak Ethan sambil menunjuk Edward.
"Gak kak, kalau Edward pergi maka aku akan ikut. Aku istri nya kak. " jawab Exie lagi.
"Istri? Istri yang malang, yang harus melihat suami nya mendesah dengan wanita lain setiap hari? " teriak Ethan lagi mencoba menyadarkan adik nya.
"Maafkan aku kak, aku berjanji akan mengganti enam tahun pelajaran penderitaan Exie dengan bahagia dan dengan seluruh sisa nyawaku. " jawab Edward memberanikan diri karena perdebatan Ethan dan Exie sudah sangat memanas.
BUGH
BUGH
"Segitu ada nyali mu! " kata Ethan sambil menjatuhkan bogem an nya ke tubuh Edward yang dia jangkau.
Exie hanya mundur memberikan waktu kakak nya melampiaskan amarah nya dan Edward memperjuangkan nya.
"Aku tidak akan melawan kak, pukul aku sekuat kakak. Tapi restui aku dan Exie kak." jawab Edward masih berdiri kokoh walaupun bogeman melayang-layang di udara menghajar nya.
__ADS_1
"Tidak akan pernah! " teriak Ethan sambil memukul Edward dengan penuh tenaga dan juga emosi hingga nafas nya tersengal.
Kemudian Ethan tak kuat lagi menahan diri dan emosi melihat adiknya jadi teringat waktu sulit yang harus di hadapi adik nya itu langsung berjalan cepat menuju kamar tanpa memperdulikan orang-orang disana.
Exie kemudian mendekati Edward dan memapah nya untuk masuk ke dalam kamar nya dulu yang tidak berubah sedikit pun.
"Sakit? masak ketua mafia gini aja sakit! " kata Exie sambil menuntun Edward.
"Iya sakit, hatiku hancur tidak mendapat kan restu lagi. " jawab Edward lirih.
"Pasti akan dapat, nanti!"
.
.
.
.
Happy reading semuanya
Terus berjuang Ed💪
__ADS_1