Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
85. Diluar Keinginan.


__ADS_3

Ayma akan berusaha sembuh dari ketakutan ayma. Tunggulah sebentar Ed. " batin Exie sambil tersenyum melihat senyum anak-anak nya barusan.


Kemudian Exie menghubungi seorang dokter yang kemarin dia hubungi juga untuk konsultasi.


"Hallo dok. " sapa Exie saat panggilan telpon nya tersambung.


"Hallo nyonya, bagaimana kabar anda hari ini? " jawab dokter itu.


"Baik dok, apa dokter ada waktu hari ini? " tanya Exie.


"Apa nyonya memutuskan konseling mulai hari ini? " tanya dokter itu.


"Iya dok. " jawab Exie.


"Besok pagi datanglah ke klinik nyonya, saya akan kosongkan jadwal saya. Kalau bisa bersama suami anda karena peran suami anda sangat penting dalam proses penyembuhan trauma di bawah alam bawah sadar anda nyonya. " jawab dokter psikolog yang sangat terkenal di Paris.


"Apa harus bersama suami dok? " tanya Exie sekali lagi.


"Iya nyonya, agar cepat proses sembuh nya. Jika nyonya berusaha sembuh akan tetapi suami nyonya tidak paham dan justru memperdalam luka anda maka anda akan menderita. " jawab dokter itu.


"Baik dok, sampai jumpa besok. "


Setelah itu Exie berfikir keras, karena sejujurnya Exie ingin menyembuhkan luka nya sendiri dan ketakutan nya sendiri karena tidak ingin Edward semakin merasa bersalah karena kesalahan nya berdampak pada kesehatan psikis nya.


Hingga beberapa menit Exie menimbang keputusan terbaik nya, akhirnya Exie memutuskan untuk memberi tahu dan berharap support dari suami nya. Karena Exie yakin dengan bersama Edward melalui proses ini untuk mempertahankan rumah tangga akan membuat hubungan mereka semakin dekat.


Exie pun memutuskan untuk menelpon Edward.


"Hallo Exie, ada apa? " tanya Edward di ujung panggilan sesaat setelah Edward mengangkat panggilan nya.


"Apa besok kamu ada jadwal? " tanya Exie.


"Ada apa? jika butuh sesuatu bilang saja. Untuk mu aku akan mengosongkan jadwal ku sayang. " kata Edward sambil bercanda agar tidak canggung.


"Haha, bisa saja. Temani aku ke dokter mary besok. " jawab Exie.


"Dokter marry andryana? " tanya Edward.


"Iya."


"Oke siap sayangku, aku akan mengosongkan jadwal ku besok. " kata Edward sambil bercanda lagi walaupun hatinya kini berkecamuk.

__ADS_1


Edward tentu mengenal spesialis apa dokter mary andryana itu, tapi Edward memilih tidak bertanya pada Exie untuk menjaga perasaan nya.


"Oh iya, Anak-anak tidak pulang malam ini karena pergi ke Washington bersama mommy dan daddy. " kata Exie.


"Oh ya, benarkah? hmm beraninya mereka bermain dan keluar negri meninggalkan kita sayang. " ucapa Edward bercanda.


"Hehe, ya sudah aku matikan. "


"Iya, ati-ati di apartemen ya sayang. " kata Edward kemudian menutup panggilan nya.


Setelah Exie menutup panggilan nya, kemudian dia kembali melanjutkan design nya dengan lega karena Edward tidak banyak bertanya tentang dokter mary andryana.


Berbeda dengan Edward yang langsung meminta asisten nya untuk mendapatkan kontak person dokter Mary Andryana karena sangat khawatir dan terkejut dengan ajakan istrinya.


Setelah beberapa menit, Edward sudah mendapatkan kontak dokter Mary dan menghubungi nya.


"Hallo, dengan siapa saya bicara? " jawab dokter Mary saat panggilan terhubung.


"Hallo dokter, saya Edward Robinson. Apa anda ada waktu berbicara sebentar bersama saya. " jawab dokter itu.


"Wah, ada apa hingga tuan Robinson ingin berbicara dengan dokter biasa seperti saya. "


"Jangan merendah dokter, apakah besok anda bisa mengosongkan jadwal anda. " tanya Edward.


"Apa sangat penting dan darurat hingga harus mengosongkan jadwal demi satu orang? " tanya Edward.


"Saya ingin menyelamatkan dia dari trauma yang mendalam untuk menyelamatkan pernikahannya, saya harus menangani dengan baik sebelum berubah pikiran dan saya tidak bisa menyelamatkan pernikahan clien saya tuan. " jawab dokter Mary karena dia tahu jika dia tidak boleh menyinggung tuan yang sangat populer dan berpengaruh di Paris.


"Trauma." gumam Edward.


"Iya tuan, akibat masa lalu yang membuat dia tertekan di bawah alam bawah sadar sehingga dia menjadi banyak ketakutan untuk melanjutkan hidupnya. " jawab dokter Mary lagi.


"Baiklah kalau begitu," jawab Edward langsung lemas karena penjelasan dokter Mary yang sangat membuatnya terguncang.


Rasa bersalah nya bertambah dan juga membayangkan Exie selama ini berusaha sekuat tenaga berjuang melawan ras sakit dan takut nya sendiri an.


"Maaf menorehkan trauma begitu dalam padamu. " gumam Edward.


"Aku akan membantu kesembuhan mu, dan akan mengganti sakit mu dengan bahagia yang meluap-luap sayangku. Kau adalah wanita terakhir dalam hidup ku yang aku inginkan. " lanjutnya.


Kemudian Edward segera menyelesaikan urusannya agar segera bertemu kolega dan pulang karena tak sabar bertemu Exie.

__ADS_1


Edward benar-benar menyelesaikan pekerjaan hari ini dan besok sekaligus karena besok dia akan menemani istri nya dengan fokus tanpa memikirkan pekerjaan.


Hingga waktu menunjukkan pukul 18.00 dan Edward bergegas menuju sebuah restoran yang sudah di pesan oleh keturunan kolega bisnis nya.


Jesika ageswari dari keluarga Ageswari yang akan melanjutkan hubungan bisnis antar ayahnya dan juga Edward.


Edward menuju ruang VVIP yang sudah di kirimkan via whatsapp dari asisten pribadinya. Saat masuk Edward mendapati seorang gadis cantik muda dan dengan pakaian kurang bahanya nya duduk dengan elegant di kursinya.


"Selamat datang tuan Robinson, silahkan duduk. " sambut Jesika pada Edward.


"Baiklah."


"Silahkan diminum dsn di makan dulu tuan. " kata Jesika.


"Iya." jawab Edward yang kemudian meminum segelas wine yang sudah di sediakan.


"Langsung saja, karena saya tidak ada banyak waktu. " kata Edward kemudian.


Karena Edward takut Jesika melakukan jalan yang tidak diinginkan, karena sudah berkali-kali Edward menolak jesika terus mendekati nya sejak ayah nya bergabung menjadi kolega bisnis nya. Melihat jesika seperti melihat Bella, ambisinya, tingkah nya, dan gerak gerik nya. Sehingga Edward menjauhi Jesika sejak awal.


"Apa anda tidak ingin menikmati jamuan terlebih dahulu?" tanya Jesika sekali lagi.


Edward hanya menggeleng dan mulai merasakan tubuh nya panas.


"Langsung saja, saya tidak ada banyak waktu. " jawab Edward.


"Baiklah." jawab Jesika sambil memegang tangan Edward.


Edward yang mendapat perlakuan tersebut buru-buru menarik tangan nya yang disentuh namun berakibat pada tubuhnya terasa semakin panas seperti tersulut sumbu dan Edward menyadari sesuatu.


"Bodohnya, aku harus segera pergi. Pasti j a l a n g ini mencampur minuman dengan obat laknat itu. " batin Edward kemudian berdiri dan langsung berjalan cepat menuju pintu VVIP.


Jesika yang melihat Edward akan pergi berdiri dan langsung memeluk Edward dari belakang, sontak membuat tubuh Edward semakin tak terkendali dan reflek mendorong Jesika kuat -kuat kemudian berlari menuju mobil nya.


"Aku harus pergi... Exie... Exie... Exie... Aku milik Exie. "


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading semuanya 😊


__ADS_2