Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
58. Ernish merajuk


__ADS_3

Edward menjadi semakin yakin jika ada yang aneh dengan Rafa.


"Daddy, kemana saja selama ini? " tanya Ernish pelan dengan menatap intens daddy nya. Edward terdiam seribu bahasa sambil melihat wajah imut putri nya.


Edward bingung menjawab apa, dia hanya menatap intens putri nya kemudian mengusap kepala putri cantik nya itu.


"Daddy di Paris sayang! " jawab Edward sambil tersenyum dan melirik ke arah Exie. Exie hanya diam sambil memeluk Ernest sambil meredam sakit di dada nya yang mungkin sekarang sudah membiru.


Walaupun Exie sudah beberapa kali terkena tembakan di baju anti peluru nya, tetap setiap terkena akan shock dan nafas nya susah, itu reaksi alami seseorang yang terkena hantaman sangat kuat.


Exie tidak ada keinginan untuk membantu Edward menjawab, karena Exie sudah sangat lelah menjawab pertanyaan anak-anak nya selama ini.


"Paris! kenapa daddy tidak ingin bersama kami. Daddy tidak menyayangi kami! " tanya Ernish dengan muka sedikit murung nya.


"Tidak, bukan itu sayang, dad.... "kata Edward mulai panik jika anak nya salah paham dan terputus karena Ernish yang memotong ucapan Edward.


"Ernish, Ernest dan Ernia gak nakal daddy, banyak yang suka dengan kami. Ayma juga sangat cantik. Banyak orang yang ingin bersama kami. Tapi kenapa daddy tidak ingin bersama kami! " pekik Ernish mulai mode cewek nya. Merajuk dan memajukan bibir nya sepanjang lima sentimeter sakit kesal nya.


"Daddy sangat ingin bersama kalian, kata siapa daddy tidak ingin bersama kalian? " tanya Edward menanggapi princess nya dalam mode kucing liar yang siap menggigit nya kapan saja.


"Ingin bersama kami bagaimana? orang daddy tidak ada di sini. Daddy pasti mengencani wanita cantik di Paris sana! " pekik Ernish sambil memalingkan wajah nya. Exie menahan tawa nya sekuat tenaga seolah semua kekesalan nya sudah di wakilkan oleh Ernish.


Ernish sangat menggemaskan saat sedang merajuk seperti ini.


"Nanti kamu ada dapat hadiah sayang! " batin Exie bersorak karena melihat Edward mulai gelagapan dengan semua ulah Ernish.


"No princess, daddy tidak mengencani wanita manapun. Hanya ayma yang ada di hati dan pikiran daddy selama ini! " kata Edward panik membujuk putri nya.


Deg


"Dasar, jantung m u r a h a n sekali kamu. Itu Edward hanya membujuk putri mu bukan membujuk mu atau menggombali mu. Begitu saja sudah berdebar kau jantung j a l a n g! " batin Exie mengumpati jantung nya sendiri yang berdebar dengan ucapan Edward.


Ernish yang di bujuk oleh daddy nya tapi Exie yang salah tingkah, Exie kemudian menciumi Ernest yang ada di pelukan nya sambil memeluk Ernest sambil menyembunyikan wajah nya yang seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"Bohong, kata paolo laki-laki tidak kuat jika tidak mengencani wanita! " kata Ernish melirik tajam daddy nya.


"Siapa paolo? " pekik Edward dan Exie bersamaan kemudian saling pandang dan sama sama mengalihkan pandangan lagi karena gugup.


"Paolo, anak laki-laki yang suka sama Ernish di kelas. Ernish centil sekali dengan Paolo! " kesal Ernest yang masih setia memeluk ayma nya menyembunyikan air mata nya.


"Ernish! " kata Exie pelan sambil melirik putri nya tajam.


"No ayma, Ernish gak centil. Paolo suka dengan Ernish karena Ernish cantik, Ernest juga selalu menggertak Paolo sampai jatuh saat mendekati Ernish. Paolo tidak kuat jika tidak mengencani wanita jadi Paolo tidak mengejar Ernish lagi ayma! " kata gadis kecil berusia lima tahun itu dengan sangat menggemaskan.


"Benar itu Ernest? " tanya Exie.


"Iya ayma, Ernest tidak suka Paolo selalu melihat Ernish di kelas jadi Ernest gertak dia sampai dia jatuh. Tapi Ernest gak sengaja ayma! beneran! " kata Ernest menjelaskan pada ayma nya.


"Good boy, kamu harus selalu menggertak siapapun yang berani mendekati kedua adik mu. Adik mu tidak boleh berkencan dengan siapapun sampai nanti dewasa! " kata Edward mengusap kepala Ernest di pelukan Exie.


Ernest tersenyum di pelukan ayma nya tipis "Kali ini aku yakin kau daddy ku, yah kita harus jaga mereka agar tidak dikencani laki-laki keranjang dad! " batin Ernest senang karena sekarang memilik sekutu yang satu pemikiran dalam hal ini.


Deg


"Kamu mengakui anak kita sayangku, ahhh Exie kuuu. Rasanya ingin aku peluk sekarang juga! " batin Edward kegirangan.


"Dia tidak salah ayma, Ernest hanya ingin menjaga adik-adik nya yang dia sayangi dari laki-laki hidung belang! " jawab Edward membela Ernest.


"God job dad, benar. Wow kau tau isi hatiku! " pekik Ernest dalam hati karena Ernest masih tidak mau menerima daddy nya jika Exie tidak menerima daddy nya kembali.


"Mereka tidak tau apa itu kencan, mereka masih kecil. Mereka hanya bercanda! " kata Exie sambil melirik Edward.


"Tapi laki-laki itu mata keranjang, berani nya memandang wajah princess yang sangat cantik jelita ini! " jawab Edward masih dengan argumen nya.


"Yes bener daddy, kamu memang keren. Kamu daddy ku! mereka mata keranjang memandang Ernish aneh! " kata Ernest dalam hati bersorak ada yang mendukung nya.


"Kau! " kata Exie penuh penekanan sambil melemparkan tatapan maut perusak jiwa pada Edward.

__ADS_1


"Boy, kamu jaga adik-adikmu dari pria hidung belang itu, jangan biarkan mereka mendekati princess kita. Tapi merundung teman hingga jatuh tidak boleh. Bagaimana jika kalian di lantai tinggi kemudian jatuh nah ke bawah, ayma dan daddy tidak bisa membantu teman Ernest, kemudian Ernest akan dilaporkan pak polisi. Usir yang dekat tapi jangan di rundung okey! " kata Edward sambil mengusap kepala Ernest di dada Exie.


"Siap daddy, aha aku ada Sekutu sekarang yang tau keinginan ku. Dan aku akan terus menjaga kedua princess kita, eh princess dan ratu kita! " jawab Ernest dalam hati.


"Ernest, kalau di ajak bicara harus apa? " tanya Exie pada Ernest yang tidak menjawab Edward sama sekali walaupun sudah beberapa kali di usap dan di puji.


Ernest bingung jika sudah di tegur oleh Exie. Ernest masih belum ingin memanggilnya daddy karena selain Exie belum menerima nya, Ernest juga kesal daddy jauh dari mereka walau pun ayma dan daddy nya sudah berpisah.


Dalam pikiran Ernest jika mereka bertiga tetap lah anak-anak Edward walaupun dia tidak lagi ingin mengencani ayma nya, jadi tidak ada alasan untuk meninggalkan mereka bertiga dari dalam perut, sampai sekarang ini.


"Ayma ku sangat tersiksa selama ini, kau tau dad. Aku yang akan menghukum kenakalan mu! " pekik Ernest dalam hati.


"Hmm.. menjaga adik-adik adalah tugas ku selama ini om! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya 😊


Stay tune ya, bagaimana kah keluarga ini akan bertahan?


Bagaimana kah cara mereka menemukan pengkhianat.


Dasar si alex dan bella memang.


Dia orang apa bulu ketiak sih? nyelip di keluarga orang aja.

__ADS_1


__ADS_2