
"Sudah membaik nyonya. Tuan Robinson sedang dalam pengaruh obat dan akan menempati NICU juga sampai kondisi membaik dan sesak nafas, mual, pusing nya berkurang. Mungkin akan benar-benar hilang setelah 6 sampai 8 hari mendatang! " kata Dokter itu kemudian mendorong tempat tidur Edward menuju lift, Exie, Ernest, Felis mengikuti dokter itu masuk ke dalam lift.
Exie memandang wajah Edward yang pucat pasi dengan mulut menganga karena selang besar dan selang oksigen di hidung semakin jantung nya sakit.
"Aku akan mencari tahu semuanya, Ed. Terima kasih sudah menyelamatkan putri ku! " batin Exie.
Edward sudah masuk ke dalam NICU untuk observasi 2 kali 24 jam bersama dokter dan perawat. Setelah memastikan Edward nyaman dokter dan perawat keluar.
"Dokter, suster saya permisi ya dok. Kalau ada apa apa pada dua pasien di dalam, nanti minta tolong hubungi nomor seperti biasa. " kata Exie berpamitan pada dokter dan suster setelah menghadang dokter itu.
"Baik nyonya, silahkan! " jawab dokter itu ramah, kemudian menunduk dan pergi.
"Tuan, biar saya gendong putri saya karena kami akan pulang! " kata Exie sopan.
"Aku daddy mu nak, terlepas hubungan mu dengan putra ku. Kamu tetap anak perempuan tersayang dad!" kata Erza sambil menatap intens Exie dengan mata berembun.
Exie terenyuh mendengar penuturan daddy Erza dan Mom Felis dari kemarin. Exie pun hanya mengangguk sebagai jawaban dan menjulurkan tangan nya mengambil alih Ernish dari gendongan Erza.
"Kamu tidak menunggu Nia, sayang? " tanya Felis pada Exie.
"Nanti jika Nia siuman, dokter selalu menghubungi saya. Saya memiliki dua anak lain yang harus tetap sehat. Dan kita juga butuh tidur untuk menyiapkan tenaga menghadapi mereka saat bangun nanti, mo mom! " jawab Exie sambil tersenyum dan tergagap saat menyebut mom kembali pada Felis.
Felis yang sangat senang di panggil mom kembali oleh Exie pun langsung memeluk Exie yang tengah menggendong Ernish sambil berkaca-kaca.
"Ya pulanglah, biar mom yang jaga. Makasih sayang!" kata Felis dengan suara bergetar nya.
Felis kemudian mengangguk dan menggandeng Ernest untuk pulang, karena Ernest tidak tidur semalaman membuat Exie sangat khawatir. Felis dan Erza melihat pemandangan itu dengan tatapan sendu.
"Dad, sungguh Edward tak patut mendapat kan maaf Exie. Hiks! " tangis Felis masuk ke dalam dada Erza, menumpahkan kesedihan juga keharuan nya tadi.
"Iya, Exie wanita yang luar biasa. Rasional dan realistis sekali. Bisa sangat tenang walau menahan sesak dada nya! " kata Erza sambil mengusap punggung istri nya yang menangis.
Meninggalkan dua pasangan yang tengah menangis di depan ruangan NICU itu, Exie tengah menyetir mobil nya dengan Ernest dan Ernish yang sudah terlelap di baby car sheet nya.
Exie melaju kan mobil nya dengan kecepatan yang lumayan cepat agar bisa membaringkan putra- putri nya di kasur.
Setelah sampai di rumah yang kecil dan sangat sederhana, seperti ruko dengan halaman yang juga kecil, Exie memarkirkan mobil nya di pinggir jalan dan menggendong kedua anak nya masuk ke dalam rumah mereka.
Setelah membaringkan kedua anak nya Exie kemudian menelpon Rada.
"Hallo, nona! " jawab Rada saat mengangkat panggilan Exie.
"Tolong jaga Ernish dan Ernest Rada! " jawab Exie.
"Baik saya akan segera ke sana non! " jawab Rada.
Rada adalah pengasuh triplet dari kecil sampai sekarang, sekaligus orang kepercayaan yang mrs Schiller berikan untuk Exie. Hanya pada Rada Exie mempercayakan anak-anak nya.
"Saya juga butuh seperti biasa, Rada! " jawab Exie.
"Siap, saya akan bawakan untuk nona! " jawab Rada
Kemudian Exie mematikan panggilan telpon dan memutuskan untuk mandi sebelum memulai hari nya ini.
Setelah beberapa saat Rada datang dengan membawa paper bag, Exie yang baru saja selesai mandi pun menghampiri Rada mengambil laper bag itu.
"Makasih Rada! " kata Exie.
"Kembali kasih nona, apakah nona akan berangkat ke markas sekarang? " tanya Rada pada Exie.
"Iya, ada yang harus aku selidiki! " jawab Exie.
"Semalam jacob mengabari saya jika pertemuan dengan pengusaha terkenal dari Roma gagal karena tidak ada kabar nona! " kata Rada.
"Oke, biarkan saja! " kata Exie kemudian berbalik untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Exie bukan lah wanita miskin, akan tetapi memilih tinggal di rumah sederhana ini untuk mengajari anak anak nya hidup sederhana dan juga menyamarkan pelarian nya selama ini.
Exie membuka paper bag itu dan mengeluarkan pistol kecil kemudian dia selipkan pada celana d a l a m nya. Memakai jaket yang dibawah Rada dan mengikat rajut tinggi kemudian keluar dari kamar nya.
"Rada titip anak anak ya! " kata Exie.
"Siap non, Hati-hati! " jawab Rada.
Exie hanya mengangguk dan bergegas pergi menuju markas nya sekita 30 menit di sebuah bangunan yang terlihat tua dan tidak berpenghuni.
Exie masuk ke dalam rumah tua itu dan membuka ubin lantai di dalam kamar menuju ruang bawah tanah nya. Sampai di sana beberapa orang sudah berdiri menyambut pimpinan nya datang.
"Selama datang nona! " kata para orang berbadan besar itu serempak.
"Ya, bagaimana markas? " tanya Exie.
"Baik nona, perdagangan kita juga aman. Stok gudang juga aman dan bulan depan ada orderan senjata laras panjang 100 biji dan pistol ALFA combat 1000 biji, nona! " jawab A
"Okey, jangan sampai menyalahi prosedur. Tim Alfa aman A? " tanya Exie sambil mengangguk-angguk.
"Aman nona. Tim gamma juga aman! " lapor A. Disana menggunakan nama samaran seperti abjad dan kode.
"Bagus, dimana B? " tanya Exie
"Di ruang kendali nona! "
"Baiklah saya kesana, hubungkan dengan markas besar di Sisilia! " perintah Exie.
"Siap! "
Kemudian Exie menuju ruang kendali IT yang sangat lengkap.
"Bagaimana B, aman? " tanya Exie saat memasuki ruang kendali.
"Aman nona, tidak ada pergerakan dari dragon dan juga domexmillian! " jawab B.
Setelah semua berkumpul di ruang kendali dan A maupun B sudah berhasil menyambung kan dengan markas berkas di Sisilia.
"Baiklah saya akan mulai bergerak, kejadian lima tahun lalu yang menewaskan mrs Schiller sudah saat nya terbongkar dan pelaku akan mendapat balasan yang setimpal. Apa mengerti? " kata Exie membuka suara nya.
"Siap, mengerti nona! " jawab mereka semua serempak.
"Tim Alfa tangani perdagangan senjata seperti biasa, pastikan uang nya sampai ke tangan para anggota yang lain tanpa terkecuali. Mengerti? " titah Exie.
"Siap mengerti! " jawab tim Alfa yang di wakilkan.
"Tim Beta seperti biasa, jangan kendor keamanan. Saya tidak ingin ada anggota yang harus kehilangan nyawa. Mengerti! " kata Exie lagi.
"Siap mengerti " jawab tim Beta dengan serempak.
"Tim Crawford mulai selidiki dimulai dari orang orang yang terlibat, Alex dan dua orang lain, sekecil apapun informasi beritahu saya! " kata Exie.
"Baik laksanakan! " jawab mereka.
"Tim gama kencang i latihan para anggota! " kata Exie.
"Siap nona! " jawab mereka.
"Saya butuh IP Edward graha Robinson, apa bisa IP itu ada di tangan saya? " tanya Exie yang mengarah pada B yang notabene bagian kendali.
"Siap tunggu sebentar nona! " jawab B segera berbalik dan menggerakkan jari nya di atas keyboard itu.
"Apa nona akan kembali dengan tuan Edward? " tanya A pada Exie.
A adalah tangan kanan di dunia bawah tanah yang cukup dekat dengan Exie, sehingga di boyongnya dari Sisilia ke Milan 4 tahun lalu untuk menemaninya.
__ADS_1
"Kamu bercanda A? Apa karena menyelamatkan Nia aku akan melupakan kejadian lima tahun lalu?" kata Exie pada A.
"Tidak nona, saya lihat nona menyelidiki dari asisten pribadinya padahal sudah jelas dia tangan kanan tuan Edward! " jawab A
"Jika dia adalah dalang dari tragedi itu, maka aku tidak akan memaafkan dia A. Kejadian itu begitu membekas untuk kita semua! " pekik Exie mulai sedikit emosi sambil menahan gemertak gigi nya.
"Maaf non saya bertanya seperti ini! " kata A.
Exie hanya berlalu dan duduk di sebelah B kemudian memakai airplane untuk memudahkan jika dia melakukan aksi nya sambil berkomunikasi dengan tim Beta di markas utama.
Setelah beberapa saat mendapat IP Edward kemudian menggunakan IP itu dan mulai melakukan serangkaian program di laptop yang ada di depan nya.
"Nona, posisi Alex teridentifikasi! " kata B, kemudian Exie meninggalkan keyboard nya dan mulai mendekat kan kepala nya ke ada B dan melihat titik Alex yang terdeteksi.
"Kenapa di hotel? " kata Exie.
"Saya sedang mencoba masuk ke CCTV hotel nona, dan apartemen nona yang lama! " kata B.
"Oke, hindari ambil CCTV kamar pribadi Edward! " kata Exie.
"Baik nona! "
drrrrtt dreettttt
Tiba-tiba lampu sirine berbunyi dan airplane nya terhubung dengan markas besar di Sisilia.
"Beta Skot dalam bahaya, apa penyerangan dari Domex! " lapor dari ujung airplane yang ada di telinga Exie dan B.
"Tenang, persiapkan senjata kalian sebanyak mungkin. Ambil bubuk mesiu sesuai kebutuhan kalian. Saya tidak ingin ada laporan anggota kita ada yang gugur. Libas habis para penyerang yang berani masuk ke kandang Lion! KULITI DAN MASUKKAN KANDANG SINGA MAYAT MEREKA" teriak Exie di speaker yang ada di depan nya.
"Baik nona. Koneksi semua saya hancurkan. Berjaga-jaga agar markas lain tidak terdeteksi! " jawab tim Betta yang ada di ujung airplane.
"Segera menuju markas utama jika berhasil, dan bertahan lah kalian, markas utama akan segera mengirim bantuan! " kata Exie.
"Siap laksanakan. Beta Skot End! "
tut
Dan jaringan yang tersalur dan terhubung ke anak markas di Sisilia berhenti.
"BERANI NYA MAXIMILAN MENYERANG MARKAS KU! "
.
.
.
.
.
Happy reading semua nya
Gimana sisi lain dari Exie,
Apa membagongkan?
Kira-kira apa tragedi lima tahun lalu?
Kenapa Exie memasuki dunia hitam Sisilia.
Terkenal dengan Gudangnya Mafia hebat.
Apakah Exie bisa memecahkan tanda tanya besar antara mereka?
__ADS_1
stay tune yaš