Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
36. Anak Kamu


__ADS_3

Edward terduduk membaca surat yang ada di tangan nya, hatinya tercabik. Seolah kata-kata yang barusan dia baca nyata dia dengar di telinga nya.


Saat Exie membebaskan dia dari seluruh tanggung jawab sebagai suami nya, dada Edward bergemuruh hebat. Edward memasukkan surat itu di dompet nya keluar mencari Exie, karena Edward yakin Exie belum jauh.


Kepanikan membuat Edward kehilangan kemampuan pintar otak nya. Edward mencari berkeliling paris tanpa berani meminta bantuan orang-orang daddy nya, karena takut akan di laporkan pada daddy nya.


Edward hanya mengerahkan orang nya saja, hingga akhirnya Edward meminta mengecek CCTV dan mencari nya di CCTV tapi berhenti di bandara. Dan Edward mau tidak mau meminta tolong orang handal Daddy nya karena dia sudah sangat buntu berkeliling dari pagi. Selama di Paris Exie juga tidak memiliki teman.


Hingga malam larut dan pagi datang Edward terus ikut mencari Exie, mengabaikan semua panggilan dan pesan dari Bella. Edward pun mengabaikan panggilan mommy dan daddy nya. Otak nya dipenuhi keadaan Exie setelah pertempuran panjang dan dimana dia berada.


Pastilah Exie masih merasakan sakit dan tubuhnya remuk redam. Edward mengutuk diri sendiri kenapa tidak bangun saat Exie bangun tadi pagi, atau terlebih dulu bangun untuk meminta maaf akan perbuatan nya.


Edward sangat kalut saat ini, semua anak buah nya sudah kewalahan, badan tegap yang selalu rapi itu kini terlihat buruk. Wajah yang sebelumnya dingin itu kini membeku dan sangat menyeramkan, tangan nya sudah penuh dengan darah kering karena tadi pagi meninju tembok yang dia temui saat informasi tidak sesuai dengan harapan nya karena tak kunjung ada kabar keberadaan istri nya.


Edward belum memejamkan mata sampai matahari kembali meninggi, kantung mata sudah sangat jelas terlihat. Edward begitu tidak tenang dan sangat khawatir. Tanpa di sadari semua kejadian sudah sampai di telinga daddy dan mommy nya dan saat ini mereka berdua tengah ada di apartemen.


Edward yang mendapat kabar dari anak buahnya, mau tidak mau harus kembali ke apartemen.


ceklek


Edward masuk dan melihat daddy dengan muka tegas, mata merah menyala menatap tajam ke arah nya. Mommy menangis di lengan daddy tak mau melihat Edward, dan di sebelah mommy ada Bella yang tengah menangis.


Edward bingung dan berjalan kemudian duduk di sofa depan mommy daddy dan Bella.


"Jelaskan semuanya pada daddy! " pekik daddy menatap Edward dengan garang. Daddy Erza sekuat tenaga menahan emosi yang luar biasa.


"Aku bersalah dad! " jawab Edward.


"Jelas, maka jelaskan pada daddy dan mommy! " kata daddy dengan nada sedikit tinggi.


"Pasti. Tidak mungkin dia kabur kalau kamu tidak menyakiti nya! " jawab mommy dengan memandang Edward penuh air mata dengan mata merah.


"Bagaimana kamu tega Ed, mommy sudah bilang batalkan pernikahan kalian jika tidak ingin berusaha mencintai Exie! " pekik mommy sangat kesal di tengah tangisnya.

__ADS_1


"Mom. Ed salah paham pada Ex! " jawab Edward.


"Lalu apa? salah paham? kamu setahun ini menyakiti nya? hiks. kamu menyakiti mommy pula Ed. Bagaimana bisa kamu berselingkuh. Bagaimana bisa kamu memiliki anak dari wanita lain. hiks Edward. mommy kecewa dengan mu. putra mommy tidak akan sampai hati melakukan kejahatan ini! " kata mommy felis sambil memukuli dada nya sendiri.


"Sudah mom! " tahan daddy memegang tangan mommy dan memeluk nya.


"Anak dari wanita lain, apa maksud mommy dad? Ed gak tau! " kata Edward bingung.


"Aku hamil Ed, aku hamil anak kamu! " kata Bella berurai air mata.


Jedar


"Bel, jangan macam macam kamu ya. Aku selalu memakai pengaman saat menyentuh mu! " teriak Edward pada Bella karena sangat terkejut.


Masalah apa lagi ini, Exie belum di temukan dan Bella hamil. Apa yang harus Edward katakan saat bertemu Exie nanti, apa Exie akan memaafkan Edward. Edward sangat tidak menginginkan perceraian. Melihat surat nya saja hati nya terasa hancur. Edward seperti linglung dengan semua kejadian tiba-tiba ini.


"Aku hamil Ed, Setahun ini aku hanya menghuni unit bawah dan melayani mu! " pekik Bella lantang agar mommy dan daddy tau jika selama ini Edward berselingkuh lama.


"Bahkan Exie tau kalau aku melayani hasrat mu selama setahun ini setiap waktu! bahkan di depan Exie Ed. Bagaimana kamu sampai hati tidak mengakui anakmu" pekik Bella sambil menangis.


"A aa apa? Ed kamu melakukan nya di depan Exie ku. Hiks. Betapa hancur nya hati putri ku itu. hiks! " ratap mommy terkejut mendengar semua kenyataan dan akhirnya pingsan di pelukan daddy.


"Mom! " pekik Erza dan Edward bersama kemudian Erza menggotong ke kamar tamu. Menidurkan Felis di sana. Menyelimuti dan membiarkan di sana dan kembali mengurusi putra nya.


"Apa jaminan itu cucu saya! " kata Erza ti the point.


"Saya hanya tidur dengan putra anda! " kata Bella sambil berurai air mata nya.


"Tapi aku selalu pakai pengaman dad! " kata Edward menyelamatkan diri.


"Kenapa kamu senang menyetubuhi jala*ng, daripada istri mu sendiri, brengsek! " teriak Erza pada Edward.


"Om aku bukan jalan*g om! " kata Bella.

__ADS_1


"Huh, Apa kamu mau bukti? " tantang Erza pada Bella.


Tanpa banyak bicara Erza membuka amplop di tak kerja nya mengeluarkan foto Bella dengan beberapa laki laki telanjang. Foto dulu yang dia dapat dari bawahan nya saat Edward membawa Bella ke apartemen di Washington dan Erza mencari tau semua tentang Bella untuk berjaga-jaga.


"Bagaimana mungkin, jalan*g berubah setia dengan satu pria selama setahun. Aku kecolongan dengan tidak mengawasi mu Ed di Paris. Lihatlah ulah muuuuu!" teriak Erza pada Edward.


"BAJINGAN! kau yang jala*ng Bel. Kau yang jalan*g. bagaimana bisa kamu menuduh istri ku yang masih suci padahal kamu yang jalan*g! " teriak Edward marah karena semua foto yang dilihat nya.


"Ini bohong Ed, itu bukan aku! " panik Bella sambil mendekati Edward dan berusaha menggapai Edward.


"Kamu pikir daddy ku pembohong, Bella kamu keterlaluan! " teriak Edward.


Bella kemudian memeluk kaki Edward sambil menangis keras dan tersedu.


"Percaya Ed, setahun ini aku hanya dengan kamu. Hiks kamu pa pasti bisa rasakan kan. hiks itu dulu sebelum aku ke Paris dan sebelum dengan mu hiks! " tangis Bella menggaet rasa simpati Edward.


"Ini anak kamu, anak kita Ed! " lanjut nya dengan suara memelas.


"Pergilah, pulanglah dulu. Aku masih sangat pusing saat ini, biarkan aku berfikir saat ini! "


.


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya.

__ADS_1


jangan lupa terus pantau othor yašŸ¤—


eh pantai Exie maksud nyašŸ™ˆ


__ADS_2