Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
40. Rafaella Robinson


__ADS_3

Erza hanya diam karena tidak berani menegur sang istri untuk sikap acuh dan cuek nya, karena Erza tau Felis sangat menyayangi Edward. Hanya semua ini terjadi karena Edward tidak mengindahkan peringatan mommy nya, hingga mommy nya murka.


Edward selalu ikut dan menyebar anak buah nya untuk mencari Exie di tengah jadwal nya yang sangat Padat. Edward kini sudah Erza percayai memegang anak perusahaan terbesar secara penuh, Sebelum seluruh nya di ambil alih oleh Edward, Erza ingin Edward mumpuni terlebih dahulu.


Dan karena Exie belum juga di temukan selama satu tahun ini, membuat Erza takut memberikan tanggung jawab yang begitu besar nya untuk Edward, karena Edward juga terlihat masih sangat sedih dengan hilang nya istri nya.


Ditambah lagi selama kurang lebih 4 bulan lamanya Edward hanya menghuni tempat tidurnya tidak bisa melakukan apapun. Tidak ingin di bantu siapapun, dan tak memiliki tenaga sedikit pun.


Selepas itu Edward selalu melarang siapapun masuk ke dalam kamar nya dan istri nya itu. Seluruh urusan nya tak lagi boleh di bantu siapapun. Edward hidup dengan kenangan sang istri di kamar itu berdua, seolah pakaian nya disiapkan oleh Exie, kamar nya dibersihkan Exie dan semua bayang bayang Exie yang menjadi obat rindu yang sangat menyakitkan untuk Edward, karena rindu terobati dan rasa bersalah menggerogoti hati nya.


Edward tak lagi bermain dengan siapapun, kenangan terakhir bersama yang istri membuat nya tidak berselera dengan wanita manapun, dan bentuk mana pun.


Waktu nya kini dia habiskan untuk mencari Exie dan bekerja sepanjang waktu. Tidur nya, makan nya, tak lagi teratur hanya tubuh tegap dan kekar yang masih sama, karena olahraga teratur menjadi satu obat tidur paling ampuh untuk Edward, sehingga setiap malam dia akan ke tempat fitnes nya di rooftop apartemen nya yang di bangun persegi untuk di jadikan ruang fitnes.


Rumah nya tak lagi nyaman, terlebih mom yang menjadi harapan terakhir nya untuk menenangkan hati kini tak mau menyapa nya.


Edward habiskan malam nya olahraga dan meminum minuman kerasnya untuk menghilangkan sesak di dada nya.Entah kenapa setiap malam dada nya sesak, seolah ada rindu yang menariknya terus menerus, seolah ada ikatan yang menarik simpul hati nya.


Bella tetap menghuni lantai di bawah nya, dengan seorang putra yang Erza dan Felis beri nama Rafaella Robinson karena tes DNA menunjukkan 99% cocok. Bagaimana tidak cocok ketika sample milik Rafa telah Alex rubah dengan sample milik Edward sendiri. Dua sample yang sama sehingga menunjukkan kecocokan yang sempurna.


Tapi hati Edward tidak merasakan sayang pada anak laki-laki itu, Sehingga Edward kini menjadi ayah yang brengsek di mata Erza dan Felis.


Setiap pagi Alex akan membawa Rafa ke atas untuk bermain dengan Felis dan bertemu daddy nya, tapi Edward hanya melirik dan pergi bekerja. Felis tak ingin melihat Bella sehingga setiap pagi hanya baby Rafa yang naik dan bermain dengan oma nya.


Begitu menakutkan nya musuh dalam selimut, yang selalu bersama dengan musuh nya, dan membunuh tanpa mengotori tangan dan yang menghancurkan hingga hilang seluruh kepercayaan nya. Alex, ya Alex sang musuh dalam selimut itu.


Jangan lupakan daddy Erza yang sangat cerdas seperti tupai, dia sudah mencium kejanggalan saat Alex menemani Bella belanja seperti perintah Edward akan tetapi tidak seperti bawahan pada atasan nya. Tatapan mata dan gestur tubuh mereka berdua mencuri perhatian Erza dan Erza mulai menyelidiki Alex, sang asisten anak nya.

__ADS_1


Pagi ini Edward keluar kamar seperti biasa dan melihat Felis tengah menggendong baby Rafa yang berusia 6 bulan, Edward hanya melirik dan beranjak berjalan menuju pintu tanpa satu payah kata pun.


"Kau berjanji jika anak ini terbukti anak milik mu, kau akan menjadi daddy terbaik. mana bukti ucapan mu yang itu Edward! " kata Felis tajam.


Edward berhenti di tempat tanpa menoleh saat mendengar ucapan tajam mommy nya.


"Apa mom merasakan getaran pada anak itu? " tanya Edward pada mommy nya sambil berbalik.


"Bahkan aku merasakan getaran pada mommy, yang bukan ibu kandung ku. Tapi aku tidak merasakan itu pada dia mom! " kata Edward lirih pada mommy nya.


Dalam hati Felis membenarkan apa kata putra nya itu. Felis pun tan merasakan getaran itu. Felis pun jadi rindu memeluk Edward, tapi kemarahan masih menguasai hati nya. Edward, putra kecil nya yang dulu selalu menangis di pangkuan nya, melihat Edward terpuruk pun Felis tak tega hati, tapi harus Felis lakukan agar putra nya itu tidak salah langkah dan harus bertanggung jawab akan perbuatan nya.


"Kau tidak merasakan karena tidak bermain setiap hari, coba lah bersama nya sebulan Ed. Kau akan merasakan getaran itu! " kata Felis melunak.


Edward senang setelah sekian lama, Edward lupa bagaimana suara mommy nya, kini ia mendengar suara mommy nya lembut. Edward mendekat dan memeluk mommy nya, Memeluk erat seakan dia menemukan mommy nya yang hilang sekian lama.


Ini senyuman pertama setelah satu tahun terakhir, setelah hari dimana Exie pergi, Edward lupa cara nya tersenyum, dan hari ini Edward beri senyuman itu untuk mommy nya yang sangat dia sayangi.


Felis mendadak merasakan haru yang luar biasa melihat punggung tegap putra nya berjalan keluar apartemen. Air mata Felis luruh seketika setelah pintu tertutup dan menangis sambil menggendong Baby Rafa.


Felis menangis sesenggukan, menangisi takdir hidup yang sangat menyedihkan untuk putra nya, mengingat kehidupan yang dijalani putra nya membuat hati nya di penuhi kesedihan.


Erza yang dari tadi melihat dua orang kesayangan nya berinteraksi pun mendekat dan memeluk istri nya, mengamati wajah baby Rafa yang mengingatkan pada ekspresi seseorang.


"Siapa ya! " gumam Erza.


"Apanya dad? " tanya Felis sambil menyusut air mata nya.

__ADS_1


"Wajah Rafa seperti familiar mom, tapi bukan seperti Edward! " kata Erza.


"Mom juga berfikir begitu, tapi mom pikir mom salah kira atau salah lihat aja. Seperti siapa ya dad? " kata mom Felis bertanya-tanya.


"Tapi dad emang tidak merasakan getaran seperti yang Edward ucapkan mom! " kata Erza sambil mengusap lembut wajah baby Rafa.


"Mom juga demikian dad, tapi hasil DNA menunjukkan ini 99% cocok dad. Mungkin karena hadir tidak sesuai harapan kita dan juga di tengah masalah seperti ini. Jadi getaran itu tertutupi dad! " kata Felis mencoba berfikir positif.


"Bisa jadi mom, yasudah daddy kembali ke kamar ya! melanjutkan pekerjaan yang tertunda! " pamit Erza pada Felis.


"Bagaimana Exie dad? " tanya Felis.


"Italia! "


.


.


.


.


Happy reading semuanya


wah gimana nih??? apakah daddy sudah menemukan Exie yang lari ke Italia??


stay tune ya sayang sayang nya othor

__ADS_1


__ADS_2