
"Iya baik-baik saja! lihatlah... Dialah yang mengambil nyawa lady queen. " jawab Exie sambil berpelukan dengan Alika.
"Lady Queen? " gumam Alex sedikit bingung.
"Apa kau lupa, wanita yang kau tembak sampai meninggal dunia lima tahun lalu saat menghadang mobil kami di hutan Sisilia? " tanya Exie sinis dengan mata nyalang ke arah Alex.
Exie selalu emosional saat membahas atau mengingat kejadian itu, karena kejadian itu dia kehilangan ibu yaitu mrs Schiller, hampir kehilangan ketiga bayi di perutnya, dan juga kehidupan nya menjadi sangat berat setelah itu.
Karena harus latihan fisik yang luar biasa berat nya agar mumpuni memimpin klan Singa Betina. Exie bersyukur bisa melahirkan ketiga bayi nya dengan selamat dan normal tidak melalui jalan operasi, sehingga mampu melakukan latihan berat sebagai pemimpin mafia klan Singa Betina.
"Berarti? Lady Queen! " kata Alex terputus saat menyadari dirinya lah yang membunuh Lady queen.
Edward dan Exie melihat ekspresi aneh Alex saat terkejut telah membunuh Lady queen.
"Kenapa kamu jahat dan menembak mommy ku? " kata Alika lirih dengan penekanan.
"Ak-aku tidak tau jika Lady queen yang aku bunuh, kalau aku tau aku tidak akan melakukan itu. " jawab Alex dengan mata berkaca-kaca.
"Apa maksud mu? " kata Edward menanggapi ucapan Alex.
"Lady queen adalah kekasih ayah angkat ku, black kingdom. Ketika aku masih kecil aku bermain bersama lady queen seperti ibuku sendiri. Tapi aku tidak pernah bertemu saat aku ke Washington untuk sekolah dan melakukan rencana balas dendam ku terhadap mu. Ayah ku meninggal karena mendengar kekasih nya lady queen meninggal dan aku menggantikan black kingdom memimpin klan gagal hitam! " kata Alex parau karena Alex tak bisa menghentikan kesedihan nya karena membunuh salah satu orang yang di sayanginya.
Penyebab kematian dia pahlawan nya adalah dirinya sendiri. Hal itu membuat Alex terguncang menerima kenyataan. Black kingdom memungutnya saat dulu dirinya di buang oleh ibu nya.
Rose memilih mengencani laki-laki kaya dan membuang nya karena sanga ayah sudah meninggal. Alex kecil yang saat itu ketakutan di tolong dan di bawa oleh black kingdom.
Edward, Exie, Erik, dan Alika terkejut dengan penuturan Alex soal hubungan ayah nya dengan lady queen.
__ADS_1
"Sale? " tanya Alika lirih.
Deg
"Bagaimana kamu tau tentang nama kecil ku? " tanya Alex dengan air mata yang turun. Sale adalah nama khusus yang digunakan untuk sandi saat Alex dalam bahaya, hanya ayah angkat nya dan lady queen yang tau.
"Kau jahat Sale, KAU MEMBUNUH ORANG YANG SANGAT MENYAYANGI MU! " teriak Alika mendekat ke arah Alex.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Alex dari tangan kecil Alika.
"Mommy ku sangat menyayangi mu, tapi kau membunuh nya. Kau mengecewakan mommy ku! " pekik Alika.
"Aku tidak tau jika itu lady queen, kalau aku tau aku tidak mungkin membunuh nya! " kata Alex.
Kemudian Alika berbalik dan menghadap Edward dan juga Exie yang tengah menatap Alika, pandangan mereka bertemu dan bisa Exie liat jika Alika tengah menahan perasaan nya.
"Aku tidak bisa menghukum orang yang di sayangi mommy ku Ex, hukum lah dia dengan impas. Dia juga melakukan kejahatan yang mengerikan padamu! " kata Alika kemudian berbalik dan berjalan ke arah pintu diikuti Erik.
"Terima kasih sudah menepati janjimu Ex, aku sudah lega mengetahui pembunuh mommy ku. Dan kamu Sale, menyesal lah seumur hidupmu karena telah membunuh orang yang sangat menyayangi kamu! " kata Alika berhenti sesaat sebelum keluar dari ruangan itu dengan suara dingin nya.
Suasana di ruangan itu menjadi canggung, Edward dan Exie diam seribu bahasa karena kenyataan yang baru di dengar nya, juga Alex yang menangis di liputi penyesalan nya.
"Nikmati penyesalan mu hati ini Alex, aku masih punya empati untuk tidak mengeksekusi mu hari ini. Habiskan hari mu dengan penyesalan yang menyesakkan itu. " kata Edward sambil berdiri dan akan keluar.
"BUNUH AKU SEKARANG JUGAAAA.... BUNUHHH.... AAAAAAAAAAA. " teriak Alex pada Edward karena sesak di dada nya begitu menghujam, bayangan masa-masa kecil bersama lady queen, dan juga ayah nya berkelebat seperti Alex sedang menonton film.
__ADS_1
"Bahkan aku belum membalas sedikitpun kejahatan mu, Alex. Aku tidak akan membunuh mu dengan mudah. " desis Edward kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Laddy kuuu! " gumam Alex pelan penuh rasa bersalah.
"Kau yang menyelamatkan ku, dan aku yang membunuh mu!" lanjut nya.
Alex sangat hancur menerima kenyataan itu, tangan nya yang di genggam oleh lady queen adalah tangan yang telah membunuh nya juga.
Seseorang yang sudah berhasil mengangkat nya dari keterpurukan tapi tidak mampu mengangkat nya dari dendam yang mengakar.
"Maafkan Sale miss," ratap Alex masih di posisi terikat, meratapi perilaku dan hasil dari dendam yang mengakar.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya. 😊
maafkan mak ya gak up lama, karena mak ada musibah harus kehilangan orang yang berharga untuk selamanya 🙏
InsyaAllah mak akan tuntasin cerita ini☺
__ADS_1