
"Arggghhhhhhhhhhhhh! " teriak Edward sambil melepaskan tindihan nya pada Exie menendang sofa di depan nya, rasanya Edward ingin menghancurkan semua yang ada di dalam sini.
"KENAPA TIDAK JADI!!!! KAMU JIJIK DENGAN JALA*NG INI! " teriak Exie dengan emosi yang sudah ada di ujung kepala nya.
Ceklek
"Ayma! " pekik Ernest dan Ernish masuk ke dalam. kamar hotel itu dan memeluk Exie yang ada di kasur sedang duduk menatap Edward.
"Sayang, ayah mana? Kenapa kalian di sini? " kata Exie sambil mengelus puncak rambut kedua putra putri nya.
"Ke rumah sakit ayma, karena Nia kejang kata nya!Ayah titip salah untuk segera membawa ayma ke rumah sakit! " kata Ernest pada Exie.
"Oke, ayo ke rumah sakit jenguk adek! " kata Exie sambil bangkit berdiri dan melirik Edward dengan tatapan tajam nya kemudian berjalan.
Exie melewati Erza dan Felis di dekat pintu dengan senyum tipis dan sedikit menunduk "Terima kasih sudah membawa anak anak saya, dan menyelamatkan saya tuan, nyonya! " kata Exie lembut kemudian pergi meninggalkan dia orang tua yang yang terdiam dengan air mata menggenang.
"Makasih mlm, kamu masih sangat baik! " batin Exie.
Exie tahu pasti Felis yang menyusul nya karena khawatir Edward akan macam- macam pada Exie.
Felis kembali meneteskan air mata nya, karena Felis bisa melihat kekecewaan yang begitu besar pada Edward.
Tanpa Exie tau Edward menyusul dan menggendong Ernish di pundak nya dari genggaman ayma nya.
"Awwww hahahahha om! " pekik Ernish kegirangan karena kaget sekaligus senang akhirnya bisa merasakan jalan di gendong di pundak seseorang.
"Pegangan sayang! " kata Exie reflek.
Edward tersenyum tipis karena Exie tidak melarang nya menggendong putri mereka dan tidak marah didepan anak anak sekaligus berbunga mendengar kata sayang keluar dari bibir Exie walau ditujukan pada anak nya.
"Ternyata kau ibu yang luar biasa! Terima kasih Ex telah melahirkan anak anak kita. Aku akan berusaha di Terima secara perlahan oleh mu dan anak anak! " tekad Edward karena jantungnya saat ini tengah disko saat berhasil menggendong buah hati nya.
"Ernish senang di gendong diatas?" tanya Edward pada putri nya.
__ADS_1
"Senang sekali om, Ernish bisa merasakan di gendong di pundak. Ernish ingin sekali dari dulu saat lihat teman Ernish di gendong seperti ini oleh ayah mereka! nanti kalau nia sembuh on gendong Nis dan Nia sekaligus ya om! " kata Ernish polos dan dengan aksen yang sangat lucu.
"Apa Ernish tidak pernah di gendong seperti ini oleh ayah? " tanya Edward mengorek informasi dari putri nya yang dia yakini tidak akan pernah berbohong.
"Tidak om! Ernish dan ayah... "
"Ernish! " sanggah Exie dengan tegas, Ernish yang belum menyelesaikan ucapan nya langsung terdiam karena jika ayma nya sudah memperingati denga nada seperti ini berarti Ernish harus diam.
Edward hanya melihat Exie yang tengah melihat sekilas pada Ernish dan melanjutkan jalan nya.
Kemudian Edward tau jika dirinya tidak boleh mendengar tentang apa yang akan Ernish ucapkan.
Edward diam dan terus menggendong menggiring mereka ke mobil nya dan mengantar ke rumah sakit.
Karena Exie juga dalam keadaan panik walaupun sudah dia sembunyikan di balik sifat santai nya dia tidak menyadari dan patuh pada Edward. Edward dapat menangkap kekhawatiran di mata Exie.
"Rumah sakit mana? " tanya Edward pelan.
"Internasional milan Hospitals om! " kata Ernish menjawab Edward. Ernish memang gadis periang dan cantik. Dia juga mudah dekat dengan orang lain dan suka membantu.
"Bukan bayi om, tapi adik kami yang lain! " kata Ernish. Edward pun tersenyum dan mengganti topik dengan bercanda dengan gadis kecil yang cantik itu. Mereka berdua bercanda dan Exie hanya terdiam.
Setelah beberapa saat mereka telah sampai di rumah sakit tempat Erina di rawat. Exie turun dan langsung membuka pintu Ernest dan menggandeng tangan putra nya untuk segera menuju kamar Erina.
Edward yang melihat itu segera menyambar tubuh Ernish dan mengikuti Exie yang tengah berjalan cepat
Ernish hanya diam dan memeluk leher Edward.
Sampai di sebuah NICU Edward melihat laki-laki yang disebut Ayah oleh pura putri nya tadi dengan menggendong bayi yang tadi di taman duduk di kursi depan NICU.
"Exie memiliki berapa anak? adik yang lain apa maksud Ernish tadi di mobil ya? " batin Edward bertanya-tanya tentang semua ini.
"Ex! Apa kamu baik baik saja?" tanya laki laki itu saat melihat Exie mendekat.
__ADS_1
"Oke Rik! bagaimana Nia? " tanya Exie pada laki-laki buang di panggilnya Rik tadi.
"Sedang di tangani oleh dokter. Kita benar-benar harus melakukan transplantasi dalam waktu dekat Ex! " jawab Erik pada Exie yang tengah menggandeng Ernest.
"Ayma, ambil milik kakak! selamat kan adek ayma. Ernest tidak tega lagi melihat adek kesakitan! " kata Ernest sambil mendingan dengan mata bening nya.
Tatapan itu sungguh meluluh lantakkan pertahanan Exie. Kemudian Exie berjongkok bersejajar dengan Ernest.
"Sayang, ini terlalu beresiko karena kamu masih kecil. Ayma tidak ingin mengambil resiko. Ayma akan cari kemanapun obat untuk adek. Ernest harus yakin oke! " kata Exie pelan sambil mengusap pipi Ernest pelan dengan senyum tipis.
Edward yang melihat itu semakin bingung dan jantung nya tak karuan. Edward bertanya-tanya apakah penyakit anak Exie hingga membuat putra nya ingin transplantasi dan beresiko.
"Cek dari milikku saja Ex, siapa tau cocok. Ambil dari tubuhku untuk keselamatan putri mu! tentu tidak beresiko jika aku! " kata Edward pada Exie yang masih berjongkok mengusap kepala putra nya.
"Hanya keluarga yang cocok om! " kata Ernest menyahuti Edward sedangkan Exie menunduk dalam dalam.
Menimbang apa yang harus Exie lakukan. Menyelamatkan nyawa anak nya dengan resiko anak-anaknya akan tau siapa daddy mereka. Atau membiarkan nyawa anak nya pergi dan mengubur riwayat daddy untuk anak anak nya. Sedangkan Exie belum yakin memberitahu anak anak nya siapa daddy yang mereka tunggu. Juga bagaimana Bella? anak lki laki yang di gandeng mom Felis? Exie takut akan membuat anak nya kecewa. Mental anak anak nya juga tanggung jawab Exie penuh. Exie tidak ingin hati anak nya ada luka barang sedikit. Bagaimana jika daddy yang mereka tunggu nyatanya memilih bersama anak yang lain, itu akan sangat menyakitkan untuk anak anak.
"Bagaimana ini Tuhan. Enam tahun aku menguatkan diri, berjalan di kaki sendiri tanpa laki laki brengsek itu. Aku ingin mengubur nama daddy anak anakku selamanya. Tapi kenapa harus ada pilihan ini! " batin Exie memeluk putra nya yang ada di depan nya.
"Adik mu sakit apa Ernest?" kata Exie.
"Leukimia om! "
.
.
.
.
Happy reading semuanya
__ADS_1
Hayolooooo hayoloooo
Apa lagi ini?? Kenapa kamu tidak bisa lepas dari Edward sih Exie!