Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
76. Terkuak


__ADS_3

"Bukankah banyak yang harus kita bahas? " tanya Exie lagi.


"Apakah kamu tidak lelah? Bagaimana jika kita bicarakan besok, Ex? " kata Edward menghentikan langkah nya dan berbalik.


"Dengan tanda tanya sebesar itu di kepala? Apakah kamu bisa tidur?" kata Exie melipat tangan nya di depan tubuh nya.


Penampilan Exie yang natural dengan piyama kembar yang kedodoran membuat Edward seperti nostalgia masa-masa pernikahan nya dengan Exie dulu.


"Baiklah, ayo ke sofa biar tidak ganggu anak-anak. " jawab Edward pada Exie sambil berjalan menuju sofa dan Exie mengekor di belakang nya.


Edward duduk di sofa single dan Exie di tempat biasanya dia duduk.


"Jadi bukan kamu yang memberi perintah membunuhku dan anak-anakku lima tahun silam di Sisilia? " tanya Exie to the point.


"Aku bahkan fokus mencari mu di Italia karena design bunga dandelion yang kamu jual dengan nama miss Ernest. Aku mencarimu ke seluruh penjuru dunia. " jawab Edward dengan tatapan penuh keyakinan.


"Kamu benar-benar mencari ku? " tanya Exie.


"Ya, aku gila mencarimu ke mana-mana namun tak kunjung ketemu! tunggu ceritakan kronologi pembunuhan yang di rencanakan oleh Alex. Aku akan memberi perhitungan yang setimpal, seharusnya aku bisa menemukanmu lima tahun lalu." jawab Edward yakin tak ingin menutupi apapun.


"Hmmmm... Saat itu karena aku sudah memasuki kehamilan sembilan bulan, mrs Schiller membawaku ke Roma karena rumah sakit di sana canggih, sehingga tidak akan beresiko tinggi seperti melahirkan di Sisilia, mengingat aku melahirkan bayi kembar tiga! Kemudian di tengah perjalanan mobil kami di cegat dan -" jawab Exie dengan nafas berat nya.


"Tenangkan dirimu Ex, pelan-pelan." kata Edward menenangkan Exie.


"Aku kirimkan video kamera mobil saat itu saja, aku tidak sanggup menceritakan." jawab Exie sambil menyodorkan ponsel nya tengah di dalam folder "Kelahiran triplets" dan ada beberapa folder di sana. "Lihatlah sendiri itu berbagai memory kamera mobil yang menyorot kejadian itu sudah di potong." lanjut Exie.


Edward memasang airphone di telinga nya yang mulai melihat folder demi folder saat mobil di hadang, saat mobil di serang, saat mrs Schiller merenggang nyawa dan Exie tersungkur ke aspal.


"Oh no! " pekik Edward tertahan saat melihat Exie tersungkur di aspal dengan perut yang begitu besar karena mengandung tida bayi sekaligus sambil menoleh ke arah Exie.


Edward mendengarkan dan melihat video-video dari kamera mobil yang berwarna hitam putih itu dengan fokus tinggi, tidak menyadari jika Exie sudah tertidur di sofa seperti biasanya.


"Hehe, masih saja tertidur di sana kamu Ex! Pasti sakit jatuh dengan perut sebesar ini. " gumam Edward lirih kemudian kembali melihat ponsel Exie.


Edward melihat Exie berdiri dan kesakitan hingga anak buah datang detik berikut nya dan diamankan di dalam mobil.


Edward membuka folder terakhir dengan sangat penasaran karena tadi di larang keras oleh Exie untuk di buka atau di lihat karena video pribadi katanya.


Edward melihat Exie masuk ke dalam mobil itu dengan kesakitan dan air mata yang membanjiri wajah nya, kemudian mobil itu jalan dan Edward melihat Exie mengerang kesakitan sambil menangis seorang diri.


Yah, video ketiga adalah video dari kamera di dalam mobil yang mengarah ke jog belakang guna untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diingankan sebagai mafia harus memiliki bukti namun malah menangkan Exie yang berjuang sekuat tenaga mempertaruhkan nyawanya melahirkan anak-anak dalam keadaan sangat tertekan.


Edward berurai air mata melihat Exie berjuang sendirian, dan berteriak sendirian berjuang melahirkan malaikat-malaikat kecil ke dunia satu per satu. Dan semakin deras air mata Edward saat Exie mengeluarkan bayi ke tiga nya dengan memekik dan menanggil namanya dengan wajah merah penuh kesakitan dan berurai air mata.

__ADS_1


Edward berdiri menuju kamar mandi dengan tetap membawa ponsel itu dan menangis sejadi-jadinya sesaat setelah menutup pintu.


"Brengh-hsek nya aku. hosh... hosh... hosh." tatap Edward sambil terus melihat video yang berdurasi 2 jam 39 menit itu.


Edward menyesali kebodohan dan juga waktu yang terlewat "Maafkan aku Ex, kamu begitu menderita seperti saat ini karena aku. " kata Edward parau.


Malam itu Edward sangat terpukul dengan video yang di lihat nya, video ketika putra-putri nya lahir ke dunia.


"Aku tidak akan memaafkan mu Lex, kamu membuat Exie menderita dengan kesakitan yang luar biasa dan nyawa anak-anakku hampir saja terenggut oleh mu" desis Edward menyeramkan dengan mata merah nya.


Edward takut tidak bisa mengendalikan dirinya, dia ke luar dan menggendong Exie dari sofa untuk dipindahkan ke kasur seperti dulu. Kemudian Edward memeluk erat tubuh Exie dari ujung ranjang.


"Maafkan aku sayang, aku akan mengganti waktumu dan kesakitan mu dengan sepanjang hidup ku. Berbahagialah mulai dari sekarang. Terima kasih sudah menghadirkan tiga malaikat yang luar biasa ke dunia ini." lirih Edward sambil mencium pelipis Exie dan mendekap nya erat.


Malam itu Edward, Exie, dan triplets untuk pertama kalinya tidur dalam satu ranjang sanga sama dengan triplets yang saling memeluk seperti biasa, lebih tepatnya Ernest yang di peluk kanan dan kiri oleh Ernish dan Ernia. Sedangkan Exie dan Edward juga berpelukan, lebih tepatnya Edward yang memeluk Exie dari belakang. Mereka tidur dalam keadaan yang sangat nyaman dan damai.


Tanpa mereka sadari waktu berganti dan Exie terbangun karena suara berisik ketiga anak nya.


"Kalian sudah bangun? aduh beratnya! " gumam Exie setengah sadar saat melihat anak-anak nya tengah berisik duduk di kasur sambil. melihat ke arah nya yang merasa berat di bagian pinggang.


"Heheh daddy dan ayna sudah baikan ya? Horeeee kita akan terus bersama selamanya kan ayma!!" kata Ernia senang melihat pose tidur dady dan ayma nya.


"Ternyata benar kata Paolo, kalau kekasih sedang ada masalah dan marah-marahan, harus ke atas ranjang agar segera baikan. Kata Paolo semua masalah seberat apapun akan hilang di atas ranjang. Seperti ayma dan daddy! " jawab Ernish dengan suara ceria dan menggebu-gebu nya.


"Hiss, benar kak. Tuh Daddy dam ayma juga baikan di atas ranjang. Malah mereka tidur berpelukan! " kesal Ernish mendebat kakak nya yang selalu menggertak Paolo.


"Pelukan? " gumam Exie sambil menoleh ke bawah dan melihat tangan dan kaki Edward tengah memeluk nya dari belakang.


"Sialan, benar-benar Ed kurang ajar. "batin Exie sambil menyikut Edward agar bangun dan menghentikan serial drama tiga anak di depan nya itu.


"Dugh... Bangun Ed! "


"Aaaaaaaaaaargggh! "


.


.


.


.


Happy reading semuanya

__ADS_1


Terimakasih sudah stay bersama Edward dan Exie.


Hari ini satu bab ya, Entun nya lagi lama buat rilis bab sedang perhitungan retensi. hehehe


Semoga ini rilis sore ya😊


Oh iya buat give away kemarin.


MAK AKAN MENGAMBIL TIGA KOMEN TERCEPAT YA


karena menarik semua komen kalian guys.


Yang belum dapat berarti belum rejeki ya, see you di give away novel baru...


Yang dapat selamat 😊


KOMEN TERCEPAT PERTAMA



Selamat kak Lelita,


SILAHKAN PC mak ya, kalau mau poin mak TF poin 10k poin okey😊😁


KOMEN TERCEPAT KEDUA



Selamat kak Chusna


PC mak ya buat kirim nomer yang diisi pulsa nya, atau mau poin sama kayak kak Leli boleh, Saldo bank boleh dengan nominal yang sama ya.


KOMEN TERCEPAT KE TIGA



Selamat kak Inun.😊


PC mak ya buat kirim nomer yang diisi pulsa nya, atau mau poin sama kayak kak Leli boleh, Saldo bank boleh dengan nominal yang sama ya.


TERIMA KASIH BANYAK SEMUANYA.


MAK BENER BENER TERHARU DENGAN KALIAN YANG SUDAH SETIA SAMPAI BAB INI.

__ADS_1


DOAIN MAK ADA JAJAN BANYAK BIAR BISA KASIH JAJAN TIPIS KE KALIAN JUGA😁🙏


__ADS_2