Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
56. Tertembak


__ADS_3

"BAIKLAH JIKA ITU MAUMU. KELUAR KAN MAYAT DUA ANAK ITU! " teriak Max murka akibat tembakan yang mengenai tangan nya.


"BRENGSEK KAU MAX, B A J I N G AN KAU. JIKA KAU BERANI MENYENTUH ANAK KU, KU PASTIKAN KAU AKAN DIHUKUM SAMPAI AKAN MEMOHON UNTUK DI BUNUH OLEHKU! "teriak Exie dengan wajah seperti kepiting rebus karena emosi dengan perkataan Max yang mengatakan mayat anak-anak nya.


Exie dan Edward yang semula tersenyum langsung berubah memerah seperti kepiting rebus karena perkataan Max.


"Hahahhahahaha, Queen Queen kamu belum mengenal Domax Ximilan ternyata. Kamu melupakan jika aku bahkan bisa membunuh orang tua ku sendiri. Kenapa aku harus takut membunuh dua anak mu itu! " kekeh Max dengan suara menggelegar nya. membuat Exie sedikit panik dan Amarah menguar sekaligus.


"AKU AKAN MENCINCANG HABIS CACING MU ITU MAX DI DEPAN MATA KEPALA MU SENDIRI, LIHAT SAJA! " teriak Exie sambil terus mengamati sekitar dan menerka keberadaan anak nya.


Tiba-tiba sebuah kotak kayu dengan tinggi sekitar 10 meter di gantung dengan 4 tapi tambang itu bergerak dan terdengar suara tangis karena mendengar suara tembakan dan juga suara Exie.


"Ayma! hiks! " tangis Ernish di dalam kotak kayu itu yang menggantung itu sekitar 10 meter di rantai lampu utama mansion Max.


Exie langsung melihat ke atas dan terkejut dengan apa yang dia dengar begitu juga dengan Edward.


"Sayang, kau di sana? " teriak Exie.


"Iya Ayma, sakittt. Hiks... Ernish sakit! " tangis Ernish di dalam balik persegi yang kecil itu. Ernest memeluk adik nya di dalam sana agar tidak takut.


"MAX, KAU KETERLALUAN! " teriak Exie sambil mengacungkan pistol nya ke arah Max.


Duarrr


"Aaaaaaaaaaa! " teriak gadis kecil di dalam box saat box kayu itu bergerak kesana kemari dan bunyi tembakan dan memekak kan telinga.


Max menembak salah satu tali tambang nya hingga putus, dan itu membuat Exie panik. Exie kali ini buntu karena anak nya ada di ketinggian dan tidak ingin terjadi apa-apa.


Sudah bisa di pastikan jika kotak kayu itu jatuh, dua anak kecil itu tinggal nama. Karena ketinggian nya sudah sangat cukup untuk membuat berat itu berkali 10 kali lipat seperti hukum fisika hingga kecepatan jatuh nya akan sangat cepat dan dua anak mungil itu anak mendapatkan benturan yang sangat kuat.


"APA YANG KAMU INGINKAN MAX, JANGAN APA APA KAN ANAK-ANAKKU! " teriak Exie kalang kabut. Mendengar jeritan anak nya dan tindakan Max yang tidak main-main membuat Exie hilang kendali.


"Hahahhaha! seharusnya kau seperti ini dari tadi. Jangan membuatku marah dan anak buahku mati" jawab Max dengan terkekeh.


"Aku hanya ingin menikahi mu awalnya, kau tau aku sangat mencintaimu. Ah sayang sekali Queen kau selalu menolak sehingga aku sudah malas menikahimu!" lanjut Max sambi terus tersenyum.


"Bagaimana jika kamu menjadi budak S e x ku saja? Ahhhh akan sangat menyenangkan dan nikmat bukan? kau m e n d e s a h di bawah tubuh ku, meliuk-liuk seperti tadi m e n g g e l i n j a n g dengan menyebut namanya ku sambil m e n d e s a h. Ahhhh maxsshhh..!" racau Max sudah mulai teledor karena angan-angan nya yang terlalu tinggi itu dengan mempraktekkan suara d e s a h a n untuk Exie.

__ADS_1


"Bagaimana tawaran ku! " kata Max dengan sombong nya.


"Aku akan memberikan wanita banyak untuk kau nikmati, bagaimana? " tanya Exie mencoba untuk berdiskusi dan mengulur waktu karena Exie lihat Edward tengah memainkan ponsel nya dengan wajah merah padam nya.


Exie mencuri pandang Edward yang terlihat marah saat Max membayangkan tubuh nya.


"Aku hanya mau kau queen, akan sangat menyenangkan Queen sombong sepertimu berlutut m e n g u l u m cacing yang mau kau cincang ini! Queen yang angkuh memohon sambil m e n d e s a h di bawah permainan ku! " racau Max sambil membayangkan dan tersenyum senang karena Max yakin Exie akan menyerahkan tubuh nya demi kedua anak nya.


"Oke, lepaskan anak ku sekarang! " tantang Exie dan membuat Edward menoleh cepat pada Exie dengan tangan yang mengepal. Exie hanya melihat Edward dari ekor matanya.


Exie ingin tau seberapa Edward berjuang untuk membebaskan dirinya dan anak-anak nya dari jerat budak s e x Max.


Edward langsung melepaskan tembakan nya di lengan satu nya Max yang tengah lengah membayangkan hal yang tidak senonoh itu.


DUARRRR


"ARRRGHHHH! " teriak Max saat sendi tangan kiri nya saat ini bolong dan tangan nya kemas tidak bisa menegangkan pistol.


"QUEENNN! J A L A N G!!" teriak Max di balik pilar sambil menopang punggungnya di pilar besar itu. Exie tersenyum melihat kemarahan Edward pada Max.


"BERANI NYA KAU MEMBAYANGKAN ISTRI KU M E N D E S A H DI BAWAH TUBUH MU. HANYA ADA DALAM IMPIAN MU! " pekik Edward keluar dari pilar itu dan kemudian memberi isyarat pada anak buak nya untuk naik ke atas mengambil kotak yang berisi dua anak nya itu.


Exie yang melihat Edward keluar dari pilar dan anak buah nya mulai naik mengambil kotak itu pun bernafas tenang ikut keluar.


"Pakai jaket mu! " kata Edward sambil memberikan jaket di tangan Exie kemudian berjalan menuju Max.


Exie tersenyum dengan tingkah posesif Edward.


"KAU SALAH MENGINGINKAN WANITA MILIK KING COBRA BRO! " kata Edward penuh penekanan dan desis marah masih tercetak jelas di suara itu.


"Ed! " pekik Max kaget saat melihat Edward di depan tubuh nya dengan dua tangan lemas.


"TIDAK ADA HUBUNGAN GELAP LAGI ANTARA KLAN MACAN KUMBANG DENGAN KLAN NAGA HITAM! " teriak Edward di depan wajah Max.


"Queen adalah istrimu? bukankah kau mencari istri mu yang hilang enam tahun lalu selama ini. Jadi? " kaget Max saat dihadapkan dengan Edward.


"Aku tidak menyangka jika kamu mendistribusikan narkoba, dan perdagangan manusia. Kamu menyalahi tanda tangan kita! " kata Edward dengan ucapan dan tatapan yang tajam.

__ADS_1


Exie hanya mendengar pembicaraan mereka sambil menatap Edward dan menunggu kedua anak nya diturunkan dari box.


"Ed, aku... "


"TUTUP MULUT KOTOR MU ITU, DAN SAMPAI KETEMU DI MARKAS MACAN KUMBANG. AKU AKAN MEREALISASIKAN KEINGINAN ISTRI KU DENGAN MENCINCANG CACING BUSUK MU ITU! " teriak Edward.


Kemudian Edward berjalan ke arah Exie dan dekat dengan pintu masuk tadi. Anak-anak nya sudah keluar dari kotak itu dan berlari menuju Exie memeluk ayma mereka.


Edward mendekat pada mereka sambil tersenyum bahagia karena keluarga nya selamat.


"Kalian baik? " tanya Edward sambil tersenyum melihat dua anak anak nya.


"Daddy! " pekik Ernish melihat Edward dan memeluk kaki Edward.


"Hah! " Edward kaget mendengar ucapan gadis kecil itu dengan dada yang berdetak kencang. Huruf-huruf yang diucapkan putri nya berkeliaran di otak nya.


"Terima kasih daddy, sudah membantu ayma menyelamatkan kami! " kata Ernish lagi membuat Edward kembali ke dunia nyata.


"Daddy! " kata Edward masih dalam mode terkejut. Tanpa Edward tau jika Max sangat emosi melihat keluarga itu, dengan sedikit tenaga mengarahkan moncong pistol ke arah Edward dan menarik pelatuk nya.


DUARRR


"ARGGHHH! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Apa doa Exie terkabul ? Edward akan mati di dalam mansion itu?

__ADS_1


Stay tune ya😊


__ADS_2