Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
60. Tangis Ernia


__ADS_3

"Daddy sudah pesan kan makanan di kamar Nia. Kita makan bersama habis ini ya! " kata Edward pada anak-anak nya.


Ernish bersorak senang dengan jawab an daddy nya. Kemudian Exie dan Ernest Ernish berbincang di dalam mobil sedangkan Edward hanya diam sambil mendengar kan mereka.


"Rasanya hangat sekali bisa berada di antara kalian. Bodoh nya aku percaya pada Bella. Aku akan benar-benar membuat perhitungan jika Rafa bukan anak kandungku pada Bella! " batin Edward kesal karena dia melewatkan masa bahagia bersama istri dan anak nya karena Bella.


Setelah beberapa saat, mobil telah sampai di depan rumah sakit dan mereka semua turun, Edward turun menggendong Ernish dengan telanjang dada karena bajunya di pakaikan untuk Exie.


Mereka berempat menuju ruangan Nia dengan diam, Rumah sakit sudah dalam keadaan yang sangat sepi karena sudah tengah malam. Hanya ada beberapa dokter jaga dan perawat.


Setelah sampai di kamar Exie membuka pintu pelan karena takut jika Nia tidur dan malah membangunkan gadis cantik nya.


Kreek


"Kakak! " seru Nia di atas kursi roda di dekat pintu.


"Adek! " pekik Ernish dan Ernest bersamaan. Ernest langsung memeluk adek nya dan Ernish meronta-ronta ingin turun dari gendongan Edward.


"Turun dad! " pekik Ernish.


"Iya princess, sebentar! " jawab Edward sambil menurunkan putri nya. Mereka bertiga saling peluk dia atas kursi roda Nia.


"Ada yang sakit dek? " tanya Ernest sambil memeluk kedua adiknya.


"Enggak kak, Nia udah sehat. Nia senang bisa sama kakak sekarang. Apa om itu jahat? " jawab Ernia juga khawatir terhadap kakak nya.


"Sangat jahat Nia, kami tidak di beri makan. Cacing yang ada di perut Nish jadi berantem sekarang! " timpal Ernish sambil cemberut.


"Hahahah, ayo makan dulu sayang! " tawa Exie sambil menjawab putri nya yang dia tau dia pasti sangat kelaparan.


Diikuti Edward, Erza dan juga Felis yang tersenyum melihat interaksi triplets yang sangat menggemaskan itu.


"Ayo sayang, pasti kalian sangat kelaparan! " kata Felis sambil berjalan bersama Exie menuju sofa yang meja nya di penuhi makanan yang banyak.


"Banyak sekali mom! " kata Exie pada Felis.


"Iya, pasti kalian semua juga lapar! " jawab Felis sambil duduk dan membantu ketiga kembar itu duduk di dekat kursi roda Nia.

__ADS_1


Kemudian Felis dan Exie menyiapkan piring dan makanan untuk ketiga anak yang sedang kelaparan.


"Ini silahkan dimakan tuan putri! " kata Felis memberikan piring nya ke Ernish.


"Ini juga silahkan dimakan pangeran tampan! " kata Exie mengikuti Felis, kemudian keduanya tersenyum.


"Terima kasih makanan nya opa, oma, daddy om, ayam!" kata mereka bertiga yang berbeda saat menyebutkan om dan daddy. Ernish memanggil daddy, sedangkan Nia dan Ernest memanggil om.


"Daddy kak bukan om, om itu daddy kita Nia! " kata Ernish kesal dengan kakak nya dan juga menjelaskan pada adik nya.


"Daddy? " tanya Nia.


"Makan dulu, nanti ayna jelaskan. Katanya cacing di perut sudah pada berantem! " kata Exie menengahi anak-anak nya.


Kemudian mereka makan dengan lahap nya, Ernish dan Ernest sangat kelaparan karena tidak di beri makan dari pagi dia di culik.


Mereka makan dengan khidmat karena sedari kecil Exie selalu menerapkan aturan jika makan tidak boleh ada yang berbicara.


"Apa enak sayang? " tanya Felis pada Ernish yang sangat lahap memakan makanan nya.


"Maaf oma, Kita tidak boleh berbicara saat makan. Nanti tersedak! " jawab Ernish sambil menatap Felis lembut.


Mengasuh tiga anak sekaligus seorang diri tapi mampu menjadikan ketiga putra-putri nya menjadi putra-putri yang sopan dan baik.


"Sudah selesai ayma! " kata Ernest melapor pada Exie. Exie menatap Ernest sambil mengangguk dan tersenyum. Kemudian Ernest merapikan kertas burger dan juga kentang nya sendiri kemudian berjalan menuju tempat sampah disusul oleh Ernish yang juga sudah selesai makan.


"Kak Ernest yang menang! " pekik Nia yang duduk di kursi roda sambil melihat kakak-kakaknya makan.


"Bukan sedang lomba, Nia. " jawab Ernest dan Ernish bersamaan sambil menoleh.


"Ish, selalu ikut-ikut kakak! " pekik Ernest pada Ernish.


"Yee, kakak yang selalu ikut-ikut aku ya! " jawab Ernish tidak mau kalah. Membuat semua orang di sana tertawa karena tingkah ketika kembar yang sangat lucu dan menggemaskan.


"Nia apa yang masih sakit? " tanya Edward pelan sambil berjongkok di depan kursi roda nya.


"Tidak ada om, Nia sudah sembuh. " jawab Nia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Nia, dia daddy kita bukan om. Ayma kasih tau Nia kalau daddy kita kembali. " kesal Ernish karena semua kakak dan adik nya memanggil daddy nya om.


"Daddy? betul ayma? " tanya Nia pada Exie. Exie pun kemudian mengangguk pelan.


"Kalau bukan daddy mana bisa dia memberikan tulang nya untuk Nia, dan Nia sembuh. " kata Ernish sambil menggebu-gebu meyakinkan Nia.


Ernia hanya diam sambil menatap wajah laki-laki yang ada di depan nya dengan ekspresi datar. Ernish mengamati setiap bagian dari wajah laki-laki itu, untuk mencari kebenaran dari perkataan ayma dan Ernish.


"Kalau benar Anda daddy kami, kenapa baru datang?" tanya Ernia sambil menatap mata Edward.


"Karena daddy baru bisa menemukan ayma mu sekarang. " jawab Edward sambil menatap intens putri nya berusaha untuk meyakinkan.


Kemudian Exie ikut jongkok di sebelah Edward sambil memegang tangan putri nya. Exie tau jika Ernia yang paling ingin bertemu daddy nya, karena Ernia tidak ingin Exie pontang-panting bekerja sekaligus merawat dia di rumah sakit selama tiga tahun ini. Bahkan, Ernia beberapa kali menyerah karena tak tega pada ayma nya.


Perjuangan dari awal Nia masuk rumah sakit dan harus melakukan banyak kemoterapi karena tak ada transplantasi sumsum tulang belakang, semua Exie dan Nia jalankan berdua. Rasa ingin daddy nya hadir begitu besar saat itu.


Exie kemudian mendekap putri nya dalam pelukan nya erat seakan Exie tau Ernia sedang butuh pelukan. Tangisan Nia pun tak bisa Nia tahan lagi. Anak kecil yang lemah itu menangis di pelukan ayma nya hingga tersengal-sengal nafas nya.


"Nia boleh menangis sekuat Nia, Nia boleh luapkan perasaan Nia saat ini. Ayma ada di sini dan ayma akan selalu di sini bersama nia. " kata Exie sambil mengusap punggung Ernia yang tengah bergetar hebat.


"Nia hebat dan sangat kuat sekali, terimakasih Nia sudah bertahan sejauh ini."


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Maaf mak othor kemarin tidak update


Mak othor seneng banget dengan antusiasme kalian.

__ADS_1


Hari ini mak othor akan crazy up buat gantiin kemarin kalian sudah nungguin mak othor update ya.


stay tune terus🤗🤗🤗


__ADS_2