Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
78. Eksekusi kecil untuk Max


__ADS_3

"Daging apa? " tanya Max reflek.


"Torpedo mu! " kata Edward santai.


Max dan Exie sangat terkejut dengan ucapan Edward barusan, karena Exie tidak memperhitungkan jika Edward akan benar-benar merealisasikan ucapan Exie pada waktu itu untuk mencincang cacing Max.


"SIALAN KAU KING, BANGSAT... TIDAAAKKKKKKK! " teriak Max histeris sambil memeriksa keberadaan benda milik nya di bawah sana dengan kedua tangan nya.


Dan benar saja, benda itu telah hilang dan hanya ada perban tebal yang membalut bagian bawah sana.


#Flashback On


2,5 jam yang lalu saat Edward selesai mandi dan berganti pakaian, Edward menuju balkon sambil menghubungi anak buah nya yang ada di markas.


"Xion, panggil dokter Harry dan suruh potong cacing kecil nya itu! 2 jam lagi aku kesana, sudah waktunya Singa istri ku makan siang yang berbeda! " kata Edward.


"Baik King, akan saya pastikan Max bangun dua jam lagi, dan melihat cacing nya menjadi santapan Singa lucu milik Istri King! " jawab Xion.


Edward kemudian mematikan panggilan nya sambil tersenyum senang. Sedangkan Xion yang baru saja mendapat perintah langsung menghubungi dokter Harry dan menjalankan misi nya.


Dokter Harry adalah dokter khusus markas itu, yang dipekerjakan Edward dari rumah sakit milik nya di Washington untuk mengobati para orang-orang nya sata terluka ataupun terkena tembakan, juga saat-saat seperti ini.


Dokter hari pun menjalankan tugas nya memotong cacing milik Max dalam waktu satu jam. Dan Max berakhir di kursi roda dengan bagian tubuh bawah mati rasa karena obat bius yang belum hilang.


#Flashback Off


"Jangan teriak-teriak! Kamu sudah kehilangan nya dan sudah kamu cincang sendiri dengan tangan mu dan memberikan pada Singa istri ku dengan suka rela! " kata Edward santai.


"KAU KEJAM KING... KAU SIALAN!! " teriak Max meratapi barang milik nya satu-satunya yang telah raib di telan Singa sialan itu.


"Siapa yang lebih kejam, Hah? Aku atau kau yang merencanakan me rudapaksa istri ku!!! Kau dengan semua otak jelek mu itu yang Sialan! " pekik Edward sambil mencengkeram leher Max hingga jarak nya dan jarak Edward sangat dekat.


Max melihat tatapan mata Edward yang penuh amanah, merah menyala menatap nya. Max bergidik ngeri dan takut apa yang akan di lakukan Edward pada nya.

__ADS_1


"Oh tenang Max, aku tidak akan membunuh mu dengan mudah. Aku akan membuatmu memohon untuk di bunuh oleh ku! " kata Edward penuh penekanan.


"Kau mau apakan dia, sayang? Sebelum kita ke Alex? " tanya Edward pada Exie yang mematung melihat kemarahan Edward.


"Aku rasa dia sudah frustasi dengan kehilangan cacing kecil nya itu! itu sudah cukup. " jawab Exie.


"Oh, tenang sayang dia memang kehilangan bagian depan nya, tapi tidak kehilangan l u b a n g bagian belakang nya!" kata Edward menatap Max sambil menyeringai jahat.


"TIDAKKKKK.... JANGAAANNN... JANGANNN LAKUKAN ITU KING.. AKU MOHON... AKU LEBIH BAIK MATI DARIPADA DI P E R K O S A OLEH BENCONG! " teriak Max sambil ketakutan dan berontak dari tempat duduk nya walaupun tidak bergerak sedikit pun.


"Waduh, sayang nya aku sudah memesan 10 batang penyuka jalan tai untuk mu Max. Aku berbaik hati sebelum bius mu hilang dan merasakan sakit mending saat ini juga ya? pilih mana? " tanya Edward dengan ekspresi seolah sangat perduli dengan kesakitan Max.


"BAJINGAN... BRENGSEKKK... AKU AKAN MATI DAN MENJADI HANTU UNTUK MENGIKUTIMU KING!!" teriak Max sambil kehabisan pikir dan penuh ketakutan juga amarah karena penghinaan ini.


"Kau menculik anak ku dua kali dan hampir membunuh nya dua kali. Kau merencanakan pelecehan pada istri ku dengan sangat keji. Apa menurut mu aku akan membiarkan mu mati dengan mudah? jangan mimpi! " teriak Edward di depan wajah Max.


"BAWA MEREKA KE DALAM KAMAR MERAH. DAN PASTIKAN DIA TIDAK MATI." lanjut Edward kemudian menarik Exie keluar dari kandang Singa itu.


Kemudian para anak buah Edward kembali menyumpal mulut nya dengan kain agar Max tidak berniat bunuh diri dengan mengigit lidah nya sendiri dan membawa ke kamar merah.


Karena Edward akan menghukum siapapun yang mengganggu keluarga nya setimpal. Mata di bayar mata dan nyawa di bayar nyawa.


Max di glandang masuk ke dalam kamar merah itu yang sudah di nantikan oleh sepuluh para penyuka sesama jenis itu.


"Aaaaa... aaaaaaa. aaaaaaa! " teriakan Max tertahan saat memasuki kamar merah tempat nya akan di eksekusi oleh para pemilik batang itu.


"Lakukan sedikit lebih pelan, karena habis melakukan operasi menghilangkan milik nya. Jangan kasar! itu pesan dari King! " kata Xion memerintah mereka semua.


"Siap." jawab mereka bersemangat dan langsung menegangkan Max dari kursi roda nya.


Dan mereka pun melakukan aksi menjijikan nya di depan para anak buah Edward dan Exie. Max terlihat sangat menyedihkan, mulutnya yang terbungkam kain hanya bisa berkontak tanpa suara dengan mata merah nya.


Max tidak pernah menyangka jika Edward akan benar-benar melakukan nya bukan hanya menggertak saja. Max telah kehilangan harga dirinya.

__ADS_1


Dia di p e r k o s a sesama jenis di depan begitu banyak orang namun tidak bisa melakukan apapun, Max begitu hancur.


...*****...


Meninggalkan Max yang tengah di eksekusi di dalam kamar merah sampai kesepuluh laki-laki itu puas, Edward menuju ruangan sebelah setelah melihat Max masuk ke dalam kamar merah.


"Hay Alex. " kata Edward saat memasuki ruangan itu dan melihat Alex tengah berdiri diikat seperti kemarin mengikat Exie di depan Edward.


"Bunuh aku Ed... Tunggu apa lagi? " kata Alex ketus.


"Mati terlalu mudah untuk mu! " jawab Edward sambil duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh para bawahan nya, begitu juga Exie yang duduk di sebelah Edward menghadap Alex.


"Kau ingin menyiksa ku? Kau tidak membayangkan perasaan mama mu? " kata Alex mencoba peruntungan agar bisa lolos dari Edward.


"Aku bahkan ingin menyiksa orang yang kau sebut mama ku itu! " jawab Edward dengan suara penuh penekanan.


"Masuk." kata Edward dengan suara yang sedikit lebih keras, kemudian masuk lah dia orang yang sudah di undang Exie datang ke markas ditemani anak buah Edward. Setelah Alika dan Erik di dalam anak buah Edward pun keluar.


"Ex, kamu baik baik saja? " tanya Alika pada Exie.


"Iya baik-baik saja! lihatlah... Dialah yang mengambil nyawa lady queen. " jawab Exie sambil berpelukan dengan Alika.


"Lady Queen? "


.


.


.


.


Happy reading semuanya 😊

__ADS_1


wahhh mak ngeri kalau Edward sudah mengeksekusi.


__ADS_2