
"Malang nya adik ku! kenapa bahagia tidak berpihak padamu dik. " bathin Ethan sambil mengikuti langkah Erza menuju mobil jenazah yang sudah siap menuju ke rumah duka.
Ethan masuk ke dalam mobil itu dan di suguhkan dengan peti putih di dalam nya, Ethan duduk bersebelahan dengan Erza.
"Apa boleh saya buka om? " tanya Ethan.
"Ya, silahkan. " jawab Erza kemudian Ethan membuka peti itu dan melihat Edward terbujur kamu di dalam nya.
"Huh... " nafas panjang Ethan saat melihat adik ipar nya sudah tak bernyawa.
"Beberapa jam lalu, kamu meminta restuku kembali dan berjanji membahagiakan adikku di kesempatan kedua mu ini. Tapi kenapa sangat singkat... Kenapa bahagia tidak berpihak pada kalian... Aku baru saja melihat senyum bahagia di wajah kalian berdua, lalu sekarang kamu sudah beda alam Ed. Tenanglah di sana, aku sudah memaafkanmu untuk kematian ayahku dan juga hancurnya adikku enam tahun lalu.. tenanglah dan doakan Exie mampu menjalani hidup nya tanpa mu. " kata Ethan panjang kali lebar sambil mengusap bekas operasi di perut hingga rusuk paling bawah.
Erza yang mendengar kata-kata Ethan pun menepuk-nepuk pundak Ethan dengan lembut.
"Kita harus kuat, Exie dan anak-anak akan menjadi tanggung jawab saya. Kita harus kuatkan Exie terus. " kata Erza dan di balas anggukan kepala Oleh Ethan.
"Ini kenapa om? " tanya Ethan yang penasaran dengan luka jahitan itu.
__ADS_1
"Kaca mobil menembus perut dari punggung nya selebar 17 cm dan menghancurkan hati, liver, lambung dan beberapa usus nya, sehingga dokter tidak bisa menolong nyawa nya, sehingga dokter menjahit semua luka-luka itu. " jawab Erza sambil menahan sakit nya teriris dada.
"Tenanglah Ed, kamu sudah tidak sakit lagi disana. " kata Ethan sambil menutup peti mati itu lagi.
...******...
Sedangkan Felis dan Sahira kini sedang duduk sambil memandang wajah Exie. Hati mereka ikut tersayang membayangkan sakit yang harus Exie rasakan.
"Kapan bahagia berpihak padamu, dik. " kata Sahira pelan.
"Jika saja kamu tidak menikah dengan putraku, kamu tidak akan menderita seperti ini nak." lanjut Felis sambil membelai kepala Exie.
"Tidak tante, Exie sangat bahagia menikah dengan Edward. Hanya saja waktu tidak mengizinkan mereka bersama dalam jangka waktu yang lama. " sanggah Sahira.
Felis kemudian memandang Sahira dengan intens.
"Beberapa jam lalu, mereka memohon restu lagi pada Ethan dan binar bahagia terlihat jelas di wajah mereka berdua setelah mendapat restu kembali dari Ethan, Edward berjanji akan membahagiakan Exie di kesempatan kedua nya ini, menebus kesalahannya dengan sisa usia nya. " kata Sahira.
__ADS_1
"Jadi mereka sudah memutuskan bersatu dan memperjuangkan rumah tangga mereka? " tanya Felis.
"Iya tante, dan mereka akan menetap kembali ke Washington kata Edward, meninggalkan segala sakit di Paris. Karena awal mula sakit mereka ada di sana. " jawab Sahira sambil berlinang air mata.
"Hiks... Hiks... Kabar yang sangat mom tunggu sayang, tapi kenapa harus begini! hiks hiks hiks malang nya nasib nu nak." gumam Felis sambil menangis memegang tangan menantunya.
Felis meratapi nasib anak dan menantu nya bersamaan, disaat Edward mendapatkan maaf dan kesempatan lagi setelah enam tahun pencarian, penantian dan perjuangan, kenapa ajak cepat sekali menjemput nya.
.
.
.
.
Happy reading semuanya 😌
__ADS_1