
"Daddy! " kata Edward masih dalam mode terkejut. Tanpa Edward tau jika Max sangat emosi melihat keluarga itu, dengan sedikit tenaga mengarahkan moncong pistol ke arah Edward dan menarik pelatuk nya.
DUARRR
"ARGGHHH! " pekik Exie yang tertembak di bagian dada tengah nya.
Exie yang melihat Max mengarahkan pistol ke arah Edward langsung berlari dan menjadi tameng untuk Edward. Exie tidak bisa menarik Edward menghindar karena jika Edward menghindar bisa saja mengenai anak nya.
"EX! " teriak Edward menopang tubuh Exie yang luruh karena tekanan kuat dari senjata api itu. Edward menatap nyalang Max yang langsung di bekuk oleh anak buah Edward.
"Queen, harusnya kamu Edward yang matii! " teriak Max sambil di bawa oleh anak buah Edward ke markas Macan Kumbang.
"Hosh.. Hosh..! " nafas Exie teringah kemudian menutup mata nya. Edward kemudian menggendong Exie buru-buru menuju mobil untuk memberikan pertolongan secepatnya.
"Ernest ikut i daddy, gandeng adiknya ! " kata Edward lembut sambil menggendong Exie menuju ke mobil. Edward sangat panik karena baju Exie sudah merembes darah nya.
Edward di rebahkan di kursi penumpang, membuka pintu untuk anak anak nya kemudian menggebdong anak ke ke bangku paling belakang setelahnya baru menyuruh anak buah nya jalan.
"JALAN! " teriak Edward.
"Kaca atas! " titah Edward kemudian langsung anak buahnya itu mengarahkan kaca ke atas. Ernish sudah menangis di pelukan Ernest.
"Ayma kak! Hiks! " ratap Ernish sambil mengusap ingusnya di baju Ernest.
"Tutup mata kalian! " kata Edward pelan walaupun dia sedang sangat khawatir dan rasanya ingin menarik gas pita suara nya saja, karena amarah nya meluap luap.
Edward kemudian menarik tang top Exie hingga bagian depan nya terbuka dan menampilkan pelindung peluru yang melekat di tubuh nya kemudian Edward membuka pelindung peluru itu.
"Syukurlah, kamu memakai ini, huft. Walaupun dengan baju ini jangan menjadi gila seperti tadi Ex, aku lebih sedang aku yang mati daripada melihat kamu seperti ini! " omel Edward pada Exie yang masih memejamkan mata dan Edward sambil membuka baju anti peluru nya.
Kemudian membuang di bawah jog, dan melihat luka memar ungu karena baru saja terjadi.
"Pasti ini sakit! " kata Edward bergumam sambil merebahkan Exie lurus di jog dan kemudian memompa dada bagian atas.
__ADS_1
"Hosh.. Hosh.. Hosh.. Bangun Ex! " gumam Edward memberikan pertolongan pertama untuk shock dan spot jantung yang baru saja Exie alami.
Edward fokus membangunkan Exie hingga tidak menyadari kepada kedua anak nya monggo di balik jog melihat kondisi ayma mereka.
"Ayma akan baik baik saja kan dad! Hiks! " kata Ernish dengan derai air mata.
"Hosh.. Hosh.. Iya princess. Ayma akan baik baik saja. Doakan ayma ya! Hosh! " jawab Edward di tengah-tengah dia berusaha memberi pertolongan pada Exie.
"Tenang, hal ini sudah biasa Ayma alami. Ayma akan sehat seperti biasanya! " kata Ernest sambil mengusap adiknya.
Deg
"Kehidupan macam apa yang kalian alami, kenapa tertembak menurut Ernest adalah hal biasa. Ekspresi Ernest juga datar! " batin Edward pilu melihat putra putri dan Istrinya sekarang berada bersama nya di tengah tengah berat nya dunia hitam.
"Uhukk, Hosh.. Hosh.. Hosh.. Aauuu! " pekik Exie tersadar dan merasakan nafas nya sangat berat.
"Ayo duduk! " kata Edward sambil menuntut Exie duduk dan belum menyadari jika dia hanya memakai b r a nya saja saat ini karena bajunya sudah Edward lepaskan.
"Hosh.. Hosh.. ! " nafas Exie tersengal sambil duduk dan mengatur nafas nya.
"Terima kasih dad! bukan nya malah mengomel! " pekik Ernish mode garang karena Ayma nya baru bangun di omeli oleh daddy nya.
"Dia memang tidak pintar! " ketus Ernest sambil beralih ke depan memeluk ayma nya.
"Hiks, Ayma tidak apa apa? Ernest takut ma! " kata Ernest sambil memeluk Exie dengan baju kedodoran.
Exie yang baru sadar dia tidak memakai baju sebelum nya pun melirik dengan tatapan tajam ke arah Edward sambil memeluk putra nya yang sangat luar biasa ini.
Exie tau jika putra nya pasti sok kuat dari kemarin dan memberi perlindungan pada Adiknya, pun saat Exie tertembak pasti dia menenangkan adiknya. Jadi saat Exie bagian dia bisa meluapkan sesak nya pada Exie.
"Maafkan ayma ya, sudah buat Ernest khawatir! " jawab Exie lembut masih dengan menatap Edward dengan aura pembunuh.
"Berani nya kamu Ed, membuka bajuku di depan anak-anak! " batin Exie sambil terus menatap penuh intimidasi untuk Edward. Edward yang ditatap dari tadi jadi salah tingkah dan mengambil Ernish ke dalam pelukan nya dan duduk di sebelah Exie.
__ADS_1
"Princess, maafkan dad. Dad akan bilang ke terima kasih sekarang ke ayma! " kata Edward manis sekali pada Ernish. Edward sangat senang saat ingin diakui sebagai daddy oleh anak anak nya.
"Terimakasih ayma, udah selamat kan dad. Dad berhutang 5 nyawa pada ayma. Terimakasih banyak ayma! " kata Edward sambil menciumi seluruh wajah Ernish yang tertawa kegelian karena perlakuan daddy nya.
"Hahahhaha geli dad, haha geli. Daddyyy! " pekik Ernish sambil tertawa menghindari serangan ciuman bertubi-tubi dari daddy nya.
"Apa dad gak dengar, hahha Princess ayma gak mau jawab terima kasih dad. Apa itu bagus? " tanya Edward pada Ernish sambil berhenti mengerjai putri nya untuk melupakan rasa lega dan bahagia.
"Oh no ayma, ayo ucapkan sama sama ke daddy ayma! ayma gak boleh nakal! " kata Ernish dengan sangat lucu dan menggemaskan nya. Exie tersenyum sekaligus berdebar karena kelucuan putri nya dan juga Edward yang memanggil nya ayma membahasakan anak anak.
Rasanya sangat aneh saat Edward yang menyebutnya ayma seperti anak anak padanya. Exie jadi berdebar sendiri dibuatnya.
"Sama sama! " jawab Exie singkat karena masih lemah akibat tembakan itu sambil tersenyum pada Ernish yang menatap nya, kemudian Exie mencium singkat Ernish.
"Sudah dad, ayma sudah jawab! " kata Ernish laporan pada daddy nya.
"Hahaha, makasih princess nya daddy. Sudah buat ayma menjawab daddy! " kata Edward pada Ernish sambil menciumi Ernish gemas.
Edward benar-benar merasakan kebahagiaan saat bersama triplet dalam keadaan sakit, ataupun menegangkan. Akan tetapi Edward tidak merasakan nya dengan Rafa. Edward menjadi semakin yakin jika ada yang aneh dengan Rafa.
"Daddy, kemana saja selama ini? "
.
.
.
.
Happy reading ya semuanya
Maaf banget hari ini update nya malam.
__ADS_1
kalau bisa ke kejar mak othor update lagi, kalau gak besok ya mak othor update dua bab nya.