
"AKU AKAN MEMBALAS DENDAM INI! " desis Exie penuh penekanan dan ekspresi seram nya.
Kenangan itu begitu membekas di otak nya. Karena nya Exie latihan dengan sangat keras pada diri nya sendiri agar kuat dan di akui di dunia bawah tanah.
Menjadi detektif selama satu tahun setelah melakukan semua latihan nya, dan tugas itu di Milan. Exie memboyong semua anak nya ke Milan dan akhir nya menetap di Milan dengan membangun usaha di kota ini.
Exie kemudian meredam amarah nya dengan terus melakukan kegiatan nya agar dapat meretas seluruh kegiatan ataupun CCTV melalui IP Edward.
Kecerdasan otak nya membuat Exie mampu meretas sistem dalam 3 tahun terakhir. Exie melakukan nya untuk bisa melindungi putra-putri nya yang banyak diincar musuh nya.
Hari itu berlalu begitu cepat hingga Exie dikagetkan dengan telpon dari rumah sakit yang mengabarkan jika putri nya sudah siuman.
Exie pun keluar dari markas itu dan menuju rumah nya. Saat sampai ke dalam rumah Exie terkejut karena rumah nya sangat sepi.
"Kemana Rada dan anak-anak? apa ke rumah sakit? yah sudah pasti kesana, mereka pasti rindu dengan Nia! " gumam Exie kemudian berbalik dan menuju Rumah sakit.
Setelah tiga puluh menit Exie sampai di Rumah sakit dan bergegas menuju NICU untuk melihat putri nya di sana.
Saat sampai sana ternyata kosong, Exie pun menemui dokter yang ada di sana.
"Permisi dok, pasien yang disini di mana ya? " tanya Exie pada dokter jaga NICU.
"Sudah di ruang rawat bu, keadaan nya sudah membaik! " jawab dokter itu.
"Di ruang mana ya dok? "
"Di VVIP edelweiss 1 bu! " jawab dokter itu. Dan Exie kemudian menuju ruang yang di diberi tahu oleh dokter itu.
Cek lek
Exie membuka pintu dan melihat, Edward tengah duduk dengan infus yang terpasang duduk sambil bermain dengan Nia yang tengah berbaring.
"Ayma! " teriak Nia sangat senang melihat Exie datang. Kemudian Exie tersenyum lembar sambil menghampiri Nia.
"Bagaimana sayang? ada yang sakit? " tanya Exie sambil mengusap surai putri nya itu.
"Nia senang bisa lihat ayma! mana Ernest dan Ernish ayma. Adek rindu kali dengan kakak kakak! " kata Nia polos dengan puppy eyes nya ke arah Exie.
"Hah! mereka gak di sini sayang? " tanya Exie mulai khawatir.
Saat tidak mendapati Felis Erza dan Kembar, Exie masih tenang karena di pikiran Exie mungkin keluar dengan mom Felis dan dad Erza.
"Kan pulang dengan ayma kata oma tadi! " jawab Nia dengan puppy eyes nya.
Kemudian Felis dan Erza masuk dengan membawa sekantung besar belanja an. Exie dan Felis saling tatap.
"Ada yang tidak beres sayang? " tanya Felis.
Exie kemudian duduk di sofa sambil mengambil ponsel nya untuk menelpon rada. Felis melihat ke arah Edward yang juga melongo bingung dengan Exie.
"Kamu udah gak mutah Ed? " tanya Felis sambil menaruh belanja an di nakas dan menuju Exie untuk menenangkan Exie.
"Sudah mom, sudah sangat baik! " jawab Edward sambil tersenyum dengan Nia dan Nia pun ikut tersenyum menjawab Edward.
"Angkat Rada, kamu dimana? " gumam Exie sambil menelpon Rada.
"Apa terjadi sesuatu dengan Ernest dan Ernish ma? apa paman jahat datang lagi? " tanya Nia polos pada Exie.
"Tidak sayang, mereka tadi mom tingga bersama Rada. Mungkin jalan-jalan dengan Rada. Ayma keluar dulu ya hubungi Rada! " jawab Exie dengan senyum yang dipaksakan nya di tengah kekhawatiran.
"Disini saja, kalau ayma tidak bohong kenapa ayma keluar! " jawab Nia sambil menatap ayma nya.
Kemudian Exie yang sedikit bisa menguasai diri menghubungi markas. Exie mulai berfikir logis dan menghubungi B dan Exie sudah menebak apa yang tengah terjadi.
"Selamat malam nona! " tanya B.
"Bagaimana? " tanya Exie dengan ekspresi yang tegang.
__ADS_1
"Penyelidikan aman, markas aman dan anak buah Domax sudah di kuliti, sekarang proses dimasukkan ke dalam kandang singa nona. Ada satu anak buah kita yang gugur! " jawab B.
"Tujuan? " tanya Exie.
"Anda nona, memancing anda! " jawab B.
"Kamu salah B, Rada dan Ernest Ernish yang dia incar. Lacak Rada sekarang! " jawab Exie setelah dia bisa menguasai diri.
"Baik nona! " jawab B langsung bergegas.
"Siapkan Tim gamma, aku akan ke lokasi Rada! " jawab Exie sambil memasang handset tanpa kabel di telinga nya. Kemudian berjalan ke arah Ernia.
"Nia sayang, tetap disini dan jangan kemanapun okey?" ucap Exie.
"Om jahat itu lagi ma? " jawab Nia.
"Ayma janji akan selamat kan kakak kakakmu lagi, maaf kan ayma harus pergi ya! " kata Exie sambil mencium i pipi Nia.
"Ayma janji harus kesini bawa kaka dengan selamat! " jawab Nia dengan mata berkaca-kaca sambil mengacungkan jari kelingking nya.
"Ayma janji! " kata Exie sambil menautkan jari nya.
Kemudian Exie berbalik tanpa sedikit pun melihat Edward, dan Exie menuju Felis.
"Mom, tolong jaga Nia ya! " kata Exie.
"Iya, biar orang-orang dad saja sayang yang mencari Ernest dan Ernish! " jawab Felis yang juga Khawatir.
"Harus Exie sendiri yang datang mom, karena yang di incar adalah Exie. Tolong jaga Nia ya mom! " jawab Exie sambil memegang tangan Exie.
"Iya, janji jangan sampai terluka! " jawab Felis.
Exie mengangguk dan tersenyum pada dad Erza, Kemudian keluar ruangan dan berlari untuk segera sampai di mobil. Exie sangat geram dengan Max saat ini, aura pembunuhan menguar dari diri Exie.
Cek lek
cek lek
"Ngapain kamu, Pergi! " pekik Exie melihat Edward telah memasang sabuk pengaman.
"Ijinkan aku menyelamatkan anak ku juga! " kata Edward dengan memelas. Exie melihat tangan nya yg bercucuran darah karena infus yang di tarik paksa.
Exie menyobek ujung bajunya bagian perut hingga pinggang kemudian memberikan pada Edward.
"Tutup lukamu, aku gak ada waktu berdebat! Keluar lah Ed! " jawab Exie serius karena Edward tidak memungkinkan untuk membantu nya menyelamatkannya putra putri nya.
"Please! " jawab Edward sambil mrngikat tangan nya sendiri.
"Jangan terkejut dan jangan menyesal! " jawab Exie kemudian tancap gass karena gak ada waktu lagi sebelum sesuatu benar-benar terjadi pada kedua anak nya. Karena Max tidak akan segan-segan menyakiti anak anak nya.
Edward yang melihat Exie mengendarai mobil seperti valentino Rossi itu pun hanya diam dan pegangan, karena berbicara akan membuat Exie menendangnya dari mobil ini.
tut
"Bagaimana? " tanya Exie sambil terus melajukan mobil nya.
"Barat Milan, saya kirim ke ponsel yang menyambung ke mobil anda nona! " jawab B
"Oke! " jawab Exie diam sambil melihat layar mobil nya yang bergerak karena sedang di proses oleh B.
"CCTV? " tanya Exie.
"Sedang proses nona, anti peluru nga nona! " jawab B mengingatkan.
"Aman, belum saya lepas yang tadi! " jawab Exie.
"Nona sendiri an? " tanya B.
__ADS_1
"Tidak bersama Ed, kenapa? " jawab Exie.
"Pastikan dia tidak merepotkan mu nona, karena kali ini beda dengan 2 tahun lalu, kali ini lebih banyak anak buah nya yang berjaga! sepertinya semua ini sudah menjadi strategi dengan mengubah fokus kita ke markas di serang agar lengah penjagaan! " jawab B.
"BRENGSEK MAX, AKAN KU TONGSENG CACING CINCANG NYA SETELAH INI. BERANI NYA DIAA! " teriak Exie sambil memukul stir nya karena sangat marah.
Emosi Exie benar-benar sudah di ujung tanduk, tidak peduli lagi dengan Edward yang ada di samping nya. Kemudian menyalakan speaker mobil nya agar suara B terdengar meras.
"B sambungkan markas besar! " titah Exie dengan suara tinggi nya.
"Gama one tes! " suara dari seberang saya baru terhubung.
"Queen one tes! " suara Exie menjawab tin Gama di markas besar Sisilia. Queen adalah panggilan rahasia saat sedang misi detektif ataupun penyelamatan.
"Siap queen! " jawab tim Gama di ujung.
"Tim Gama siap berapa orang? " tanya Exie.
"449 siap, 323 masih proses queen.! "
"449 berangkat ke markas besar Domax. Yang masih proses berjaga di markas. Serang markas mereka yang sedang sepi dan libas habis kepala mereka tanpa terkecuali! " titah mutlak Exie.
"Beta tim tes! " lanjut Exie.
"Siap Queen! "
"Segera masukkan video perdagangan manusia juga narkoba yang dicari di seluruh Amerika saat ini. Bobol semua keamanan Domax dan kirim pembukuan narkoba yang di edarkan. Hubungi polisi untuk meringkus markas Domax! " titah Exie dengan suara tegas nya sambil melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"B! " panggil Exie.
"Iya nona! " jawab B.
"Hubungi polisi jika kita berhasil mengambil Ernest Ernish dan Rada. Biar Polis yang meringkus nya. Setelah semua berita rilis. Pastikan kami pergi terlebih dahulu! " kata Exie sambil terus melajukan mobil nya.
"Siap! Anda akan segera tiba nona, dari arah berlawanan itu anak buah kita nona! " jawab B.
"Oke thanks B( Oke, makasih B) ! " jawab Exie.
Kemudian Exie membuka kotak mobil sebelah tangan nya dan mengeluarkan pistol dengan beberapa isi nya.
"Gunakan menyelamatkan diri! " kata Exie pelan sambil menjulurkan pistol ke arah Edward.
"Ex! " gumam Edward sambil menerima dua pistol itu.
"Kamu yang meminta ikut, walaupun sudah aku peringati jika berbahaya! " ketus Exie menjawab Edward.
"Nyawa mu ada di tangan mu sendiri! aku tidak bisa menolong mu karena aku harus menolong anak anak ku!" lanjut Exie ketus.
Edward tengah terbengong karena semua keterkejutan yang di alami nya, entah apa yang di dengan maupun di lihat nya.
"Ed! " teriak Exie.
"Ah maaf iya! " jawab Edward.
"AKU HARAP KAMU MATI DI DALAM! "
.
.
.
.
.
Happy reading semua
__ADS_1
wah deg deg an eyš¤£
stay tune ya gandeng tangan Exie terus