Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
90. Berdamai Dengan Masa Lalu


__ADS_3

Setelah beberapa saat pesawat pribadi itu landing di bandara Washington, Edward dan Exie keluar dari pesawat menuju pemakaman papa Draniel yang kebetulan bersebelahan dengan mendiang mama Exie.


Exie gak dapat lagi membendung air matanya setelah tujuh tahun tidak pernah mengunjungi makam sang papa tercinta.


Edward merangkul pundak istri tercintanya itu, kemudian duduk bersimpuh di antara dua makan papa dan mama Exie.


"Apa kabar pa, ma? " kata Exie juga bersimpuh di depan Edward di antara dua makan orang tuanya.


"Aku datang, maaf pa ma butuh waktu tujuh tahun untuk mengunjungi papa dan mama. " lanjut Exie..


"Berbahagialah pa ma, Exie sudah ada suami dan anak-anak yang mendampingi langkah Exie kedepan. Terima kasih untuk semuanya pa." kata Exie sambil menyeka air matanya.


"Awalnya Exie kecewa dan sedih, seolah Exie menukar nyawa papa dengan seorang laki-laki. Tapi kini Exie tau jika ini jalan yang sudah Tuhan gariskan untuk Exie. " lanjut nya lagi.


"Doakan kami ya pa. " lirih Exie sambil kembali menyeka air matanya.

__ADS_1


"Maaf pa, menantumu yang kurang ajar ini butuh waktu 7 tahun untuk berada di sini bersama dengan putri tercinta mu. Maaf kan Edward telah menyakiti dan mengecewakan putri papa yang luar biasa ini. Edward akan menebus kesalahan Edward dengan seluruh hidup Edward pa." kata Edward sambil mengusap nisan papa mertua nya.


Kemudian Edward mengambil air botol dari tempat yang dibawanya tadi beserta dua ikat bungan tulip..


"Terima kasih pa, sudah mendidik dan menjaga istriku dari kecil hingga tumbuh menjadi istri yang luar biasa, kesabaran nya, kekuatannya. Papa hebat. " lanjut Edward dengan menuangkan air itu ke atas makan papa mertua nya pelan-pelan.


"Terima kasih ma, sudah melahirkan malaikat ke dunia ini. " kata Edward berganti menyiram kan air ke atas makan mama mertuanya.


Edward melihat Exie sudah lebih tenang dan meletakkan dua buket bunga di atas makan papa dan mama nya.


"Kita pamit ya pa, ma. Nanti Exie dan Edward kesini bersama cucu-cucu papa dan mama. " kata Exie kemudian bangkit dari duduk nya dan disusul Edward.


Jujur Edward sangat takut bertemu dengan Ethan setelah dihajar babak belur enam tahun lalu hingga harus di rawat di rumah sakit hampir satu minggu.


Edward yang menemui Ethan saat itu untuk meminta maaf secara gentle kepada Ethan sebagai ganti orang tua Exie, mendapat hadiah dari Ethan dan sejak saat itu Ethan memutus komunikasi dengan nya juga kerja sama dengan Robinson.

__ADS_1


Edward tahu sebagai kakak yang sangat mencintai adik nya, dan menyerahkan adiknya di depan altar kepadanya dan menaruh harapan besar padanya justru kekecewaan yang Edward berikan, kesakitan tiada tara yang Edward torehkan, dan luka menganga pada hati dua bersaudara itu.


Rasa bersalah Edward kembali mendera saat mobil sudah hampir sampai di kediaman keluarga Draniel, Edward merasa dirinya begitu kejam menyakiti Exie dan Ethan begitu dalam.


"Maafkan aku. " gumam Edward lirih sambil memegang tangan Exie.


"Iya, aku sudah memaafkan mu. " jawab Exie pelan. Exie tau Edward sangat merasa bersalah padanya, sehingga berulang kali Edward meminta maaf berulang kali juga Exie memaafkan nya.


"Ethan pasti belum memaafkan ku. "


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading semuanya 😊


__ADS_2