Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
44. Ernest dan Ernis


__ADS_3

Deg


jantung Edward berdetak kencang saat melihat binar mata gadis kecil itu. Gadis bermata bulat dengan bibir maju sambil mengedipkan mata dengan pipi dan hidung merah itu membuat jantung Edward berdetak kencang.


"KALIAN APAKAN ADIK KU! " teriak seorang anak laki-laki kemudian berlari memeluk gadis manis berkucir kuda itu.


Laki-laki itu mengelus punggung adik nya, kemudian menatap dan mengusap air mata adik nya. Mengamati seluruh tubuh adik nya.


"kamu baik-baik saja nis? " tanya anak laki-laki itu pada gadis kecil bermata bulat bersinar dengan kucir kuda itu.


"Iya kakak, nis baik baik saja. Hanya saja eskrim nis jatuh kakak. Nis belum makan es krim nis! " adu Ernis pada kakak nya.


"Maafkan kakak tidak menjaga mu dengan baik, nanti minta Ayma lagi! " kata laki-laki kecil itu dengan lembut. Felis dan Erza tersenyum melihat perlakuan anak laki-laki itu pada adik nya. Anak sekecil itu sudah sangat amanah dan tidak malu meminta maaf pada adik nya. Felis mengakui kecerdasan ibu nya kedua anak ini.


"Ayo, oma belikan es krim untuk kalia semua! " kata Felis sambil memegang pundak rafa.


Kemudian anak laki-laki itu berbalik dan menatap tida orang dewasa di depan nya yang tengah berlutut dengan tatapan dingin nya.


"Terima kasih untuk tawaran nya nyonya, kami tidak menerima makanan dari orang asing.! " kata anak laki-laki itu sambil berdiri kemudian membungkuk kan badan menolak secara halus tawaran nenek di depan nya itu.


Deg


Jedarr


Senyuman di wajah ketiga orang dewasa itu kemudian berganti mendada dengan mulut terbuka lebar dan tepaku menatapa pria gentle kecil itu. Jantung Edward bukan hanya berdetak yan karuan sekarang, mungkin sudah pesta dan dugem di dalam sana.


Begitupun Felis dan Erza, mendadak menjadi patung semua dengan mulut terbuka lebar. Kedua nya sangat terkejut karena seolah sedang menatap Edward kecil di depan nya. Benar-benar mirip 100 persen tanpa ada yang dirubah sedikit pun dari garis muka Edward.


Seperti pinang di belah dua.


Anak laki-laki itu berbalik karena tidak ada jawaban apapun yang keluar dari ketiga orang dewasa di depan nya itu. Kemudian membantu adik nya berdiri.


"Ayo pergi nis! " kata anak laki-laki itu sambil menggandeng adik nya. "Permisi! " pamit nya pada semua orang yang berkerumun tadi.

__ADS_1


"Tunggu anak kecil, siapa namamu? " tanya Edward pada Kedua anak yang hampir berjalan itu, kedua anak itu berbalik, sedang anak laki-laki itu sengit memandang tajam Edward.


"Saya bukan anak kecil om, nama saya Ernest putra dan adik saya Ernis putri om. Saya permisi! " kata Ernest tajam pada Edward karena tidak suka di katakan anak kecil oleh Edward.


"Ernest, oke aku akan memanggil mu Ernest, dan kamu gadis manis aku akan memanggilmu Ernis. Bisakan bermain dulu di sini! " kata Edward karena sangat penasaran. Edward gak mungkin salah jika kedua anak ini kemungkinan anak nya dan Edward yakin Exie ada di sini.


Dada nua terus berpesta di dalam sana, apalagi bayang bayang akan bertemu dengan Exie dan kedua anak ini benar anak nya, ah Edward rasanya mau pingsan saja.


"Maaf om, saya dan adik saya sudah ditunggu ayma dan ayah di sana. Nanti ayma akan mencari kalau terlalu lama, kasihan ayna sedang sibuk om! " jawab Ernis sopan dan sangat imut, ingin rasanya Edward memeluk gadis kecil itu, tapi dia takut gadis kecil itu ketakutan.


"Ayah? aima? " kata Edward bingung.


"Ayma itu panggilan kita pada mama om, ayma itu ayang mama. Dan Ayah sedang ada di sana om! " kata Ernis sambil menunjuk di balik pohon besar.


"Baiklah, mari om antar kalian! " kata Edward.


"Tidak perlu on! " jawab Ernis sopan.


Ketiga anak laki-laki itu pun sudah kembali bermain dan Edward, Erza dan Felis berjalan mengikut kedua anak itu berjalan karena sangat penasaran ayah dan ibu nya.


Dan terbesit harapan besar di hati Edward jika Exie adalah ibu nya dan mereka adalah anaknya . Tapi bagaimana bisa anak ini memiliki ayah. Jantung Edward rasanya ingin copot seiring dengan langkah kaki nya menuju balik pohon itu. Edward sangat gugup dan sekaligus takut. Pikiran nya berkecamuk.


"Ayma!! " seru Ernis sambil berlari mendahului semua orang menuju ayma nya. "Ayma, baju Nis kotor karena es krim nis tumpah. Ayma bisa belikan Nis es krim lagi? Nis belum makan es krim nya sama sekali ayma! " rajuk Ernis sambil mengembangkan pipi nya dan dan menggeleng-geleng sangat lucu seperti baby koala.


"Iya sayang! "


Deg


Jantung Edward meronta-ronta mendengar suara itu. Keyakinan Edward bertambah 100 persen mendengar suara lembut itu.


"Exie! " seru Edward membeku di pinggir pohon saat melihat Exie duduk dengan seorang bayi berumur 2 tahun di pangkuan nya dan Ernis duduk dengan memegang tangan Exie.


"Sayang ku, putri ku! " pekik Felis kemudian menghampiri Exie dan memeluk Exie sepihak. Exie yang sangat terkejut hanya diam sambil menatapa Edward yang terpaku tanpa membalas pelukan mom Felis.

__ADS_1


"Kamu kemana saja nak, mom sangat rindu sekali. Mom enam tahun ini tinggal di apartemen mu, berharap kamu akan kembali sayang. Hiks. Huaaaa. Maafkan mommy tidak bisa menjaga mu sayanga! " ratap Felis sambil memeluk Exie erat-erat.


Exie yang sangat terkejut buru buru menguasai diri dan membawa bahu mom Felis menjauh. Kemudian menatap mom Felis secara intens, kemudian tersenyum tipis.


"Kabar baik mom, mom tidak bersalah. Ini murni kesalahan Exie, karena Exie kabur karena keinginan Exie sendiri! " kata Exie lembut kemudian menoleh pada laki-laki sekita usia 30 tahunan di seberang nya.


"Ayah, bawa anak anak main dulu ya.! " kata Exie pelan sambil tersenyum dan mengangguk, kemudian menyerahkan bayi di gendongan nya pada laki-laki itu. "Ernest Ernis, ingat jangan nakal dan bantu ayah mengurus adek! jangan membantah oke! " kata Exie memberi perintah pada anak anak nya.


"Baik ayma! " kata mereka kemudian Ernest menggandeng tangan Ernis sebelah kiri dan kanan nya menggandeng tangan ayah mereka. Kemudian Exie menatap intens mata mom Felis.


"Sayang! " gumam Felis menatap Exie dengan penuh air mata, tapi Exie melirik Edward sinis dan menatap intens Felis.


"Maafkan Exie karena tidak bisa menepati janji nya pada mom, Exie tenyata tidak sekuat itu mom. Tapi aku bukan Exie Flyta Draniela itu mom, Exie yang mom cari sudah meninggal dunia enam tahun lalu! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Mak othor gak bisa berkata-kata lagi,


yang jelas mak minta buat gandenga tangan Exie walaupun Exie sudah melanjutkan hidup nya😌


yakin, gak penasaran dengan kelanjutan kisar Edward dan Exie?


stay tune ya☺

__ADS_1


__ADS_2