Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
48. Daddy kalian


__ADS_3

"Adik mu sakit apa Ernest?" kata Edward.


"Leukimia om! " jawab Ernest dengan tegas dan dengan ada sedikit isyarat kesedihan.


"Jika kamu cocok, ada kemungkinan sumsum ku bisa di ambil. Kita usaha dulu dengan coba dulu cek! " kata Edward pelan karena tak tega melihat Exie. Edward yakin Exie tengah menahan air mata nya sekuat tenaga. Edward tau betul ekspresi ini ketika 7 tahun lalu Bella datang ke apartemen dan bercocok tanam di sofa.


"Atau ambil sedikit saja milik Ernest, lalu ambil sedikit lagi milik Ernish, dan sisanya om. Kita semua bantu Nia jadi Nna akan sembuh dan tidak mengambil banyak dari salah satu kita! " jawab Ernish polos membuat air mata Exie menetes.


"Apakah aku akan tetap egois dan mementingkan balas dendam ku daripada nyawa putri ku! "batin Exie bimbang, ditambah lagi dengan usul dari Ernis.


Dalam hati Edward sangat mengagumi cara didik dan hasil didikan Exie pada kedua anak nya. Ernest bisa dewasa saat usia masih 5 tahun, bisa melindungi adik nya dan sangat sopan sekali menolak pemberian orang lain, Edward mengingat kembali pertemuan di taman.


Anak sekecil itu juga sudah bisa mengerti sebuah pengorbanan, rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan adik nya. Memiliki Ketegasan dan kelembutan sekaligus.


"Baiklah, kita cek ke dokter! apa sumsum tulang belakang ku bisa menolong adik mu Ernest! " jawab Edward kemudian mengeluarkan ponsel nya menelpon seseorang masih dengan menggendong Ernis.


Selang beberapa menit beberapa dokter menghampiri mereka, beserta beberapa jajaran rumah sakit nya.


"Selamat malam tuan Robinson, ada yang bisa kami bantu? suatu kehormatan untuk kami melayani anda tuan! " kata orang dengan jas putih itu.


"Aku mau cek sumsum tulang belakang, apakah cocok atau tidak dengan anakku! " kata Edward.


"Baik tuan, siapa namanya ya kalau boleh tau? " kata dokter itu yang kebetulan ada salah satu dokter Nia.


"Nama lengkap Nia siapa princess? " tanya Edward menoel hidup Ernis. Ernis pun terkekeh karena toel an itu juga panggilan manis dari pria dewasa itu.


"Ernia putri dokter, yang ada di dalam! " kata Ernis setelah menyelesaikan kekehan nya.


Deg

__ADS_1


"Ernia putri? Ernest, Ernis, Ernia? apa jangan-jangan? No no! " batin Edward meracau dengan jantung yang tak bisa di ajak santai. Jantung Edward seperti sedang bermain orkestra.


Edward kemudian berbalik dan langsung berjalan ke arah depan NICU agar bisa melihat sendiri gadis yang tengah berjuang hidup itu.


Hingga sampai depan kaca NICU, Edward terpaku dengan pandangan yang luar biasa terkejut nya dan jantung yang orkestra itu seakan sedang di tumbuk oleh dewi quan in. Hati Edward hancur melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan Ernis tengah berbaring dengan berbagai selang dan alat kedokteran menempel di tubuh mungil nya.


Air mata tida lagi bisa dia bendung, hati nya sangat sakit melihat ini. Pemandangan yang menampar Edward hingga tersadar ke dunia.


"Pantas saja kau sangat membenciku Ex, kau berjuang sendirian mengasuh tiga bayi kita, kau berjuang menyelamatkan nyawa nya, Aku ayah yang gagal, aku ayah yang brengsek juga suami yang brengsek! " batin Edward kemudian menoleh pada Exie yang sudah berdiri dengan mata merah dan ekspresi muka yang begitu sedih nya. Exie masih sekuat tenaga menahan air mata nya karena tak ingin terlihat lemah di depan Edward sekaligus menahan benteng diri nya agar tidak ambrol.


"Ex! " kata Edward parau.


Exie hanya diam seribu bahasa sambil memejamkan mata nya. Setiap melihat Edward kilas balik enam tahun lalu selalu kembali dalam ingatan juga kilas balik perjuangan nya bersama triplets nya.


Yah, Ernest, Ernis, dan Ernia adalah triplets. Bayi kembar tiga yang beda jenis kelamin nya. Ernia terlahir paling akhir sekaligus paling lemah dan rentan penyakit dari kecil. Exie dan kakak kakak nya menjaga Ernia dengan sangat hati-hati karena selain lemah dan ringkih, Ernia juga sangat ceroboh. Jika berjalan saja bisa bisa langsung terguling seperti bola karena tersandung baru kecil, dulu Ernia sangat bulat dan menggemaskan. Semenjak leukimia teridentifikasi, Ernia semakin hari semakin kurus.


"Dokter, lakukan transplantasi itu sekarang dok. Saya jamin seribu persen akan cocok! " kata Edward kemudian menatap dokter itu karena Exie tak kunjung menjawab juga ekspresi Exie yang hanya diam dianggap iya oleh Edward.


"Jangan pedulikan kesehatan saya dok, yang penting sumsum saya cocok! " kata Edward dengan tegas ke arah para dokter itu.


"Baik tuan mari ikut kami! " kata dokter itu.


Edward pun berjongkok dan menurunkan Ernis dari gendongan nya sambil menatap intens putri kecil nya itu.


"Turun dulu ya! aku akan menyelamatkan adik mu terlebih dulu princess! " kata Edward sambil mengusap kepala Ernis. Ernis kegirangan mendapat perlakuan manis itu kemudian memeluk dan mencium i Edward.


Edward senang dengan perlakuan putri nya itu, manis dan sangat menggemaskan. Kemudian Edward berjalan ke arah dokter dan mengikuti dokter itu untuk menjalankan beberapa tes kecocokan terlebih dahulu sambil menentukan jadwal operasi untuk Edward dan Ernia.


Exie yang melihat Edward telah berbelok ke ke arah laboratorium, langsung terduduk di kursi tunggu itu. Mencerna semua yang tengah terjadi ini. Kejadian demi kejadian mendadak yang dialami nya dari sore. Kejadian yang membuat Exie tidak bisa menata hati nya.

__ADS_1


"Peluk ayma Ernest, Ernis! " kata Exie dan langsung dijalankan oleh kedua putra putri nya. Ernest dan Ernis memeluk Exie dengan sangat erat.


"Ayma, kenapa om itu yakin 1000 % kalau cocok dengan Nia ma! bukan kah hanya keluarga yang bisa cocok ma! " kata Ernest si anak peka sekitar dan jenius. Ernest kakak tertua dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata, karena itulah usia lima tahun dia sudah sangat pandai, bertanggung jawab dan bisa melindungi adik adiknya.


Exie menatap laki-laki di sebelah nya yang sedang menggendong bayi mungil.


"Pulanglah mas, makasih hari ini sudah membantuku. Salam untuk mbak alika! " kata Exie.


"Jujurlah, mungkin ini jalan terbaik Ex! " jawab Erik pada Exie sambil menepuk pundak, kemudian pamit pada Ernest dan Ernis dan pergi.


Exie menatap kedua putra putri nya yang tengah berdiri di depan nya menanti apa yang akan di ucapkan ayma mereka sebagai jawaban dari pertanyaan kritis Ernest. Exie masih menimbang apa yang harus dia katakan, tapi melihat Edward sudah mau berkorban saat belum tau jika Nia ada anak nya membuat Exie bisa menilai sedikit ketulusan dari Edward.


"Karena om itu, daddy kalian! "


.


.


.


.


.


Happy reading ya semua nya.


Terjawab sudah Nia ya sodara sodara hahaha


Lalu siapa kah Erik? Alika?

__ADS_1


Apakah Alika anak Exie dengan Erik?


stay tune ya


__ADS_2