Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
74. Keluarga Kanguru


__ADS_3

"Horeee." jawab mereka bertiga kegirangan. Exie melihat pemandangan hangat itu sambil tersenyum sangat senang melihat anak-anak nya senang.


"Hey kalian, anak kanguru! bisa-bisanya melupakan induk kalian! " kata Exie bercanda pada anak-anak nya.


Exie sering menyebut mereka anak kanguru, karena mereka sangat lucu jika berjalan bertiga bergantian atau saling bergandeng tangan.


Mereka juga sangat suka kalau di panggil anak kanguru oleh Exie, karena mereka ingin selalu bersembunyi dan digendong di kantong kanguru.


"Hahaha, daddy nya kanguru sudah pulang induk. Jadi anak kanguru masuk kantung daddy nya saja. " jawab Ernish bercanda, memang Ernish yang paling ceria dan humoris.


"Hahah, dan induk kalian di lupakan? " tanya Exie pada mereka sambil tertawa.


"Itu tidak mungkin, induk kanguru ku yang paling cantik. " jawab Nia sambil turun dari tangan Edward, kemudian naik ke ranjang besar itu dan memeluk Exie.


"Apa indu kanguru juga mau masuk kantung daddy nya kanguru? " tanya Nia seperti menghibur anak kecil dengan memberikan miliknya.


Edward tersenyum dan menurunkan Ernest dan Ernish di ranjang, dan mengambil piyama kemudian memberikan satu per satu pada anak nya yang masih berceloteh tentang kanguru dengan Exie.


Hati Edward menghangat dengan suasana hangat yang selalu Edward impikan, Edward sangat terharu melihat pemandangan di depan nya.


Exie tidak lagi memasang wajah ketus, anak-anak nya tak lagi menjaga jarak dan memanggil nya daddy, Keluarga yang sangat Edward impikan.


"Aku akan pastikan melindungi kalian dengan nyawaku, dan aku akan berusaha mendapatkan kepercayaan mu lagi Ex. " batin Edward.


"Ayo keluarga kanguru berganti pakaian dulu. Ayma kalian lengket. " kata Edward pada anak-anak nya.


"Siap daddy. " jawab mereka kemudian satu persatu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi bergantian antri di depan kamar mandi. Ernest menunggu kedua adiknya yang terlebih dulu masuk ke dalam kamar mandi.


Edward duduk di sebelah Exie yang sudah bisa bergerak namun masih sedikit kebas akibar di ikan terentang dari sore.


"Mau aku mandikan, apa mandi sendiri? " tanya Edward dengan ekspresi menggoda Exie. Karena Edward masih sangat menyukai ekspresi malu-malu dengan pipi merona Exie.


"Ih, jangan menggodaku Ed. " jawab Exie sambil memukul pelan lengan Edward dengan wajah merah.


"Hmm, sudah bisa berjalan? " tanya Edward lagi.


"Stop, sana sama anak-anak saja. " jawab Exie malu dengan tingkah Edward yang manis, Exie belum terbiasa dengan itu.


Edward hanya tersenyum sambil menggendong Exie menuju kamar mandi.


"Permisi boy, ratu akan masuk ke kamar mandi. " kata Edward pada Ernest yang ada di depan pintu.

__ADS_1


Edward membuka pintu dan melihat dua gadis mungil itu sedang mandi di bath up dengan penuh bisa sambil bermain.


"Permisi princes, sang ratu juga harus mandi. Apa bisa para princes cantik ini membantu ayma mandi? " tanya Edward pada dua princes nya yang sangat lucu saat mandi.


"Tentu saja daddy, ayo masuk sini ayma. " jawab Ernia.


Edward pun menurunkan Exie di dekat tembok dekat dengan bath up agar bisa berpegangan pada tembok.


Kemudian Edward mengambil baju Ernish dan Ernia yang berserakan di lantai kemudian memasukkan ke dalam keranjang laundry dan keluar.


"Para princes dan ratu akan lama mandi nya boy, ayo ikut daddy saja ke depan. " kata Edward pada Ernest.


Ernest pun mengangguk dan memanggil kembali Ernest menuju ke luar, karena Edward juga menunggu daddy nya.


Setelah keluar kamar bersamaan dengan daddy yang masuk ke dalam apartemen dan di sambut pelukan oleh Felis.


Edward menunggu moment pelukan itu sambil duduk di sofa memangku putra kecil nya yang seperti kucing di rumah dan harimau di luar.


"Bagaimana mereka? " tanya daddy pada Felis.


"Tuh, anak nakal kita sedang menunggu mu pulang juga, padahal mommy kira dia gak akan inget kita lagi." jawab Felis menyindir Edward.


"Mommy hiperbola. Bagaimana daddy? " tanya Edward.


"Yang jelas aku tidak ingin mengampuni mereka dad, Pasti mereka akan merencanakan pembunuhan pada anak dan istri ku lagi. Karena dendam nya sudah mengakar. " jawab Edward.


"Iya, daddy dengan semuanya. " jawab Erza.


"Lalu kenapa daddy tidak segera melakukan nya sampai Exie harus menerima penghinaan itu. " kata Edward kesal.


"Lihatlah ada jagoan kecil, besok saja kita bahas. " jawab Erza menatap cucu laki-laki nya.


"Tidak apa opa, aku tau dunia ayma ku sejak kecil. " jawab Ernest yang sangat cerdas.


"Apa maksud nya? jelaskan semua pada mommy!" potong Felis yang sangat penasaran.


"Alex adalah anak haram Rose dan supir nya itu mom, dia sudah merencanakan menghancurkan aku sejak awal. Dia mau mengambil semua yang aku miliki dan hidup ku. " jawab Edward pada Felis.


"Astaga, bagaimana bisa kamu sangat percaya dengan musuh mu sendiri. " jawab Felis sedih karena membayangkan jika ada yang terjadi pada Edward karena Alex.


"Rafa anak Alex dan Bella mom, dan Alex mencoba membunuh Exie lima tahun lalu saat hamil besar." jawab Edward lagi.

__ADS_1


"Astaga, Kejam nya... Pantas saja melihat triplets dengan melihat Rafa sangat berbeda rasanya. Mom sangat menyadari saat bertemu dengan mereka. " jawab Felis sambil menatap Ernest.


"Jangan pernah ampuni mereka, karena dia akan terus berusaha membunuh keluar kalian. " jawab Felis yakin.


"Ya sudah, daddy dan mommy istirahat ini sudah hampir pagi. " kata Edward pada kedua orang tua nya.


Kemudian Erza dan Felis pamit dan masuk ke dalam kamar setelah mencium cucu laki-laki nya.


"Apa di sana di beri makan, boy? " tanya Edward pada Ernest.


"Tidak dad, Ernia dan Ernish dari sore sudah kelaparan. " jawab Ernest.


"Baiklah, daddy akan masak makanan yang ada di dapur dan kita bawa ke kamar, okey? " tanya Edward.


"Okey! " jawab Ernest sambil tersenyum dan bersemangat.


Kemudian Edward mendudukkan Ernest di atas pantry dan Edward melihat stok makanan di kulkas yang bisa di panasi.


Edward mengeluarkan nasi kemasan dua biji, nugget krispy satu bungkus dan be mangkuk kentang dan sayur kaleng yang tinggal di panasi.


Edward memanaskan nasi ke dalam microwave dan nugget serta kentang di air fire.


Setelah beberapa menit makanan matang dan di sajikan ke dalam dua piring besar untuk dibawa nya ke dalam kamar dan Ernest mengekor di belakang membawa satu botol air putih.


Edward menikmati moment kebersamaan keluarga kecil nya itu, bahagia membuncah di hatinya bahkan hanya dengan menyiapkan makanan untuk anak dan istri nya.


ceklek


"Aaaaaaaaaaaaa."


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya.

__ADS_1


bantu tag ya yang typo, karena kita mode fast ini ngetik nya☺🙏


__ADS_2