
"Dugh... Bangun Ed! " sikit Exie dengan kekuatan penuh karena Edward tidak kunjung bangun.
"Aaaarghh, sakit sayang. " pekik Edward sambil merengek karena kesakitan di bagian perut atas nya.
"Yeyyy, daddy dan ayma baikan! Horeee... Daddy sudah panggil ayma sayang. " kata Ernish sambil meloncat-loncat di kasur itu dan Ernia ikut bergabung dengan kakak nya meloncat, sedangkan Ernest hanya mencebikkan bibir melihat kedua adiknya bergembira.
"Daddy kalian kerasukan girls, ayo mandi bersama ayma!" kata Exie kemudian turun dari ranjang dan menggendong du putri nya yang sedang mencebikkan bibirnya melihat respon Exie.
Edward yang sudah mendapatkan kesadaran nya itu menoleh ke arah Ernest dan Ernest membuang muka dengan ekspresi menyebalkan.
Edward hanya diam kemudian berdiri dan mulai menggendong Ernest yang diam seribu bahasa juga ke kamar mandi mommy dan daddy nya karena akan lama jika menunggu tiga perempuan mandi di dalam sana.
"Hallo cucuk oma, Kalian belum mandi?" tanya Felis saat melihat anak dan cucu nya keluar dari kamar nya.
"Mau mandi di kamar mommy ya, tiga perempuan sedang mandi akan memakan waktu paling cepat 2 tahun. " jawab Edward santai sambil berjalan menuju kamar mommy dan daddy nya. Sedangkan rza dan Felis yang mendengar jawaban santai Edward tertawa.
"Cepat selesaikan mandi mu, mommy sudah masak makanan spesial! " jawab Felis di sela tertawa nya.
Setelah segala keriwehan Edward mandi dengan anak nya yang sangat dingin dan sombong itu, akhirnya selesai dan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutup pinggang Edward dan menutupi seluruh tubuh Ernest yang tutuk santai di pundak daddy nya.
"Astaga Edward!! Kau ini sudah tua tidak tau malu sama mommy! " pekik mommy Felis yang terkejut melihat tingkah Edward pagi ini.
Edward hanya tersenyum dan berlalu masuk ke dalam kamar nya lagi untuk berganti pakaian.
Setelah semua selesai mereka sarapan dan berbicara ringan pagi-pagi.
"Mom, titip antarkan dan temani triplets ke sekolah dan main ya mom, dad! " kata Edward santai.
"Siap. Bermain dengan cucu-cucu mommy adalah kebahagiaan. Kalian siap bermain hari ini? " tanya Felis kepada triplets dengan semangat membara.
"Kenapa kita tidak ikut daddy dan ayma? " tanya Ernest yang sangat krisis, sedangkan kedua adik nya sudah terlanjur bersorak karena akan bermain.
"Karena daddy dan ayma ada urusan sebentar, daddy harus membereskan penjahat semalam Son. " jawab Edward pada Ernest. (Son : anak laki-laki)
"Iya sayang, ayma harus mengurus mereka dulu dengan daddy. " kata Exie.
"Baiklah ayma. Jaga dirimu baik-baik. " kata Ernest pelan.
__ADS_1
"Daddy akan menjaga ayma dengan nyawa daddy, kamu tau itu kan son? " kata Edward karena melihat sorot mata penuh ke-khawatiran pada Exie.
"Ya, aku percaya dad. " jawab Ernest sambil tersenyum tipis.
Setelah acara pembujukan Ernest dan juga penitipan anak-anak pada mommy nya, Edward dan Exie berangkat menuju ke markas.
"Kenapa semalam aku-" kata Exie terputus karena bingung.
"Sial, masak aku harus tanya kenapa dia memelukku! ish memalukan sekali! " batin Exie.
"Semalam kamu tertidur saat aku melihat video itu, jadi aku menggendong mu ke kasur dan ternyata aku juga tertidur tanpa sengaja memeluk mu! maafkan aku! " kata Edward.
"Oh, Oke! " jawab Exie singkat.
"Aku mengundang Erik dan Alika ke markas mu, Ed. " kata Exie.
"Kenapa? " tanya Edward.
"Karena aku harus menjelaskan juga jika kamu tidak bersalah akan meninggalnya mrs Schiller pada Alika. Alika adalah putri satu-satunya yang selama ini aku sembunyikan untuk melindungi dan aku berpura-pura menggantikan nya karena rasa bersalah ku.. Erik adalah suaminya. Biarkan mereka juga menghukum Alex. " jawab Exie pelan.
"Bukan nya Klan Singa betina memang mrs Schiller percayakan padamu saat detik-detik kematian nya di video itu! " tanya Edward.
"Pilihan yang luar biasa. Tapi apa kamu tidak akan membahayakan nyawa Alika dengan memberinya tanggung jawab yang di gak mampu. Butuh kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pemimpin Klan. " jawab Edward sambil fokus menyetir pelan.
"Tenang saja, Selama lima tahun ini aku mengulur waktu dengan alasan menemukan mu atau Alex, dan menghukum siapapun yang bersalah kala itu, sebenarnya aku sambil melatih Alika agar menjadi pemimpin klan yang mumpuni." jawab Exie sambil menoleh pada Edward.
"Aku berfikir kamu benar-benar ingin melenyapkan aku dan anak-anak, jadi aku butuh waktu meyakinkan diriku untuk bisa membunuhmu jika kamu memang penyebab nya. " lanjut Exie pada Edward.
Edward tersenyum saat mendengar ucapan Exie yang berarti masih ada cinta untu nya. Exie masih mencintai nya dan masih memikirkannya. Exie masih tidak tega menyakiti nya.
"Dan sekarang? " tanya Edward.
"Alex adalah penyebab nya, dan aku akan menghukumnya tidak perduli dia adalah adik dari suami ku! " jawab Exie tegas.
"Aku juga akan menghukumnya, tidak perduli dia adalah adik tiri yang aku tak mau menganggapnya. Karena dia sudah berani hampir membunuh istri ku! " jawab Edward tegas pula dan tersenyum.
Exie yang melihat Edward tersenyum pun ikut tersenyum.
__ADS_1
"Apakah kisah kita akan bahagia? ahhhh bodoh kamu Ex, masih ada Bella, Raffa dan jangan murahan!!! Edward saja tidak membahas tentang kita!! Jangan senang hanya karena di peluk! " umpat Exie pada dirinya sendiri.
Exie tetaplah perempuan yang mencintai suami nya, sejahat apapun suami nya Exie memang tidak pernah bisa membenci Edward, sekuat tenaga Exie menghabiskan waktu untuk membenci dan mengumpat Edward tapi tidak pernah berhasil.
Setelah beberapa saat mereka sampai di markas dan turun menuju hutan belakang markas ada semua rumah kecil terpisah dengan bangunan markas.
Ceklek
"Siang King, Queen! " sapa mereka serempak yang ada di dalam sana.
"Siang! " jawab Exie sambil mengikuti Edward berjalan menuju tengah menghampiri seseorang di kursi roda.
"Max, apa semalam kamu tidur dengan nyenyak?" tanya Edward pada Max yang tengah duduk di kursi roda dengan seringai.
"Apa yang kamu lakukan padaku!! Kakiku tidak bisa di gerakkan!! " pekik Max marah karena saat bangun dia sudah berada di kursi roda dan tidak bisa menggerakkan tubuh bagian bawah nya.
"Sebelum aku jelaskan! sepertinya Singa milik Istri ku kelaparan itu. Tolong cincang daging itu dan berikan pada Singa itu! " perintah Edward pada Max sambil menunjuk ke arah Singa yang ada di kandang besi nya.
Kemudian Max mencincang daging yang berbentuk aneh yang ada di talenan kayu itu kemudian melemparkan nya ke dalam kandang singa itu. Dan Singa yang mendapatkan camilan makan siang nya itu pun dengan lahap memakan daging cincang itu.
"Kamu tidak bertanya itu daging apa? " tanya Edward dengan melipat kedua tangan nya.
"Daging apa? " tanya Max reflek.
"Torpedo mu! "
.
.
.
.
.
Happy reading semua
__ADS_1
Wah ternyata gak jadi di masak tongseng guys, di jadikan makan siang Singa Betinaš xixixixi