
"Sayang ku, permata hati ku. Papa dan mama memberimu nama Exie yang artinya pembela atau penjaga umat manusia, flyta adalah perempuan dan Draniela adalah nama papa. Papa dan mama berharap kamu bisa menjaga dan membela diri mu sendiri dan juga keluarga kecil mu! " kata Draniel sambil menatap Exie intens.
"Jadilah seperti mamamu kelak untuk suami mu nak! " lanjut Draniel sambil menatap Exie dengan serius.
"Iya pa, Exie akan berusaha berbakti dan meletakkan kebahagiaan suami Exie diatas diri Exie. Exie akan mencintai suami Exie sepenuh hati. Exie akan bahagia karena suami Exie akan sangat mencintai Exie seperti papa mencintai mama! " jawab Exie sambil menatap penuh serius di depan papa nya.
"Dan harus tetap bisa menjaga diri dan membela diri mu sendiri, seperti nama mu sayang! " kata Draniel sambil memandang putri nya dengan tatapan yang berubah sendu.
Draniel tau betul seperti apa putri nya itu, gadis yang sangat penurut, tidak pernah mengeluh, yang menerima semua keadaan yang dia alami, yang selalu memendam masalah nya sendiri, entah seperti apa hati nya tapi sikap nya tetap lembut.
Draniel selalu membebaskan Exie namun selalu dalam pemantauan, jadi setiap kejadian Exie Draniel selalu tau. Bahkan jika sering ke club malam karena sahabat nya Bella yang meminta di temani. Draniel sangat tau jika Exie gadis penurut dan selalu mementingkan orang lain yang di sayang nya.
Draniel selalu memantau Bella pula, selain gaya kencan dan frees€x nya, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Karena Bella sebenarnya juga menganggap Exie sahabat baik nya. Bahkan tidak pernah memaksa atau mengajak Exie terjun ke dunia kotor itu. walau semua berubah semenjak Edward bersedia menikahi Exie.
"Udah yuk pa, jangan jadi sedih gini! " ajak Exie kembali berjalan sambil menarik papa nya sambil tersenyum lebar. Exie tau jika papa nya mulai sedih memikirkan dirinya.
#Flashback Off.
"Kenapa lama banget di dalam ya, aku sambil rebahan aja kali! " kata Exie rebahan di sofa setelah menyiapkan baju tidur suami nya di atas kasur, karena Edward pasti akan keluar hanya dengan handuk yang melingkat di pinggang nya.
AC yang sejuk ditambah dengan piyama satin yang dikenakan Exie membuat mata nya tak dapat menahan kantuk dan tertidur di sofa itu.
Setelah Exie masuk ke dalam alam mimpi nya, Edward keluar dari kamar mandi saat dirasa sudah hampir 2 jam di kamar mandi. Dan benar hanya memakai handuk yang melingkat di pinggang nya.
Edward tersenyum melihat Exie tertidur di sofa dan piyama di atas kasur. Dua minggu Edward selalu melihat pemandangan ini, Exie yang ketiduran menunggu nya dan baju yang selalu tersedia di sana.
Itulah yang selalu membuat Edward bimbang.
__ADS_1
Karena Edward tak ingin kembali bimbang dan terjerat lebih dalam lagi, dia mengambil piyama nya yang hanya celana saja, karena Edward selalu tidur dengan telanjang dada. Sudah menjadi kebiasaan Edward dari kecil dan Exie sudah sangat hafal dan hanya menyiapkan celana piyama panjang saja.
Kemudian Edward membawa Exie dalam gendongan nya dan menidurkan di kasur. Edward masuk ke dalam selimut dan memeluk Exie di sana. Sudah menjadi kebiasaan Edward selalu memeluk Exie saat tidur.
Mereka berdua pun tenggelam dalam mimpi mereka berdua dengan sambil berpelukan, dan nyaman di perasaan ini dan tanpa terasa, baru saja mereka memejamkan mata nya, Edward terbangun dan melihat jam pukul 01.00 dini hari, menoleh dan mengecup dahi Exie kemudian bersiap berganti pakaian.
Kemudian tanpa membangun kan Exie, Edward menggendong tubuh Exie yang di balut coat tebal nya menuju pesawat pribadi keluarga Robinson, karena Edward tidak tega membangunkan Exie yang tertidur sangat lelap sekali, ditambah setengah jam lagi akan segera take off.
Edward membaringkan Exie di kasur kamar pribadi di dalam pesawat, menyelimuti Exie dan kemudian keluar menuju kabin memeriksa beberapa hal, juga laporan keberangkatan dari pilot yang bertugas.
Semua aman, dan pesawat pun lepas landas dan menuju ketinggian mengarungi laut atlantik untuk sampai di Paris sekitar 6,5 jam lagi sampai 7 jam kemudian, karena perjalanan yang di tempuh dari New York ke Paris 6.5 sampai 7 jam. Jadi mereka akan tiba saat matahari sedang hangat karena mendekati matahari tenggelam, yaitu pukul 15.00 karena Paris, Perancis yang letak nya Eropa barat itu perbedaan waktu nya 6 jam lebih cepat daripada Washington.
Edward kembali ke dalam kamar pribadi setelah semua urusan take off selesai dan mememan sarapan di pantry. Edward melanjutkan tidur nya setelah berkirim pesan pada daddy dan mommy.
Mereka kembali dalam buaian mimpi di ketinggian, di atas atlantik. Mereka damai tidak terusik sedikit pun dengan goncangan dan bergetar beberapa kali, mereka sangat asik berpelukan.
Sampai suara pintu diketuk membangunkan Exie.
"Loh, kenapa aku bisa disini? " gumam Exie kemudian berdiri dan membuka pintu.
"Maaf nyonya, ini sarapan nya! " jawab seorang pramugari memberikan troli makanan.
"Oke. Makasih ya! " jawab Exie kemudian membawa troli masuk dan duduk di kasur memandangi wajah Edward damai dalam pelukan mimpi.
"Jangan melihat ku begitu, nanti kamu gak bisa lepas dari aku lo! " gumam Edward sambil menutup mata nya.
"Ih. Bangun yok sarapan Ed! " jawab Exie tidak memperdulikan gombalan Edward, karena kalau di teruskan ujung-ujungnya jantung nya yang tidak nyaman. Ini saja sudah mulai menabuh bederang di dalam sana.
__ADS_1
"Hmm! " gumam Edward sambil bangkit dan muka bantal nya.
mereka pun makan dengan lahap menu yang dipilih Edward yaitu spicy tuna mayo sandwich, muffin, avocado toast, dan americano pancake with honey lemon. Paket sarapan combo yang ternyata memang Exie dan Edward satu selera.
Mereka menikmati makanan dengan saling pandang beberapa kali. Exie yang diam karena Edward dari kemarin muka nya tegang, dan Edward yang menyakinkan diri untuk memulai semua balas dendam tak beralasan nya.
Kemudian mereka minum susu sebagai penutup sarapan setelah menghabiskan pancake dan mendorong troli nya keluar.
"Tidur lah lagi! " kata Edward pada Exie.
"Aku sudah tidak mengantuk, kamu saja Ed! " jawab Exie pelan sambil mengamati raut wajah dingin suami nya.
"Ya sudah. Aku akan tidur! " jawab Edward kemudian kembali berbaring dan membelakangi Exie karena sebenarnya Edward canggung berdua dengan Exie tanpa ada yang dibicarakan.
Exie menatap punggung suami nya dengan pandangan satu, hatinya tiba-tiba sakit melihat perlakuan Edward pada nya. Pikiran nya menerka apa yang sebelum nya terjadi. Kenapa Edward jadi dingin pada nya?
"Aku buat kesalahan ya? "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semua nya
Stay tune yaaa bersama Ed dan Ex