
Ceklek
"Aaaaaaaaaaaaa."teriak Exie saat pintu terbuka dan melihat Edward di depan pintu karena Exie dalam keadaan memakai handuk sedang membantu Ernish dan Ernia berpakaian.
Edward membiarkan dan masuk menuju sofa kemudian duduk membelakangi Exie yang tengah menutupi tubuh nya dengan kesepuluh jari nya.
"Maaf Ex, aku gak tau. Kalau sudah kemari dan makan ya semua nya. " kata Edward sambil menaruh dua piring nya diikutin Ernest duduk di samping Edward.
"Apa semua wanita selalu ribet ya dad? " tanya Ernest sambil memandang jendela seperti daddy nya.
"Ayma mu tidak ribet, dia wanita paling cantik, lembut dan sabar luar biasa. " jawab Edward pelan terus memandang jendela.
"Ish, susah kalau bertanya dengan orang yang lagi mabuk cinta. " jawab Ernest kesal sambil mencebikkan bibir nya.
"Siapa yang bilang mabuk cinta? " tanya Edward sambil menoleh pada Ernest.
"Mata daddy penuh dengan hati merah dan bunga sejak tadi. Daddy jatuh cinta pada ayma kan? " kata Ernest sambil mencebikkan bibirnya..
"Dari tujuh tahun yang lalu, daddy sangat mencintai ayma mu. Ahhhh cinta memang rumit. Kamu masih kecil jangan berfikir tentang cinta Ernest!" kata Edward sambil melirik putra nya itu.
"Ihhh, ayma adalah cinta ku. Aku sudah jatuh cinta dari enam tahun lalu saat ada di perut ayma. " jawab Ernest tidak ingin kalah memiliki ayma nya.
"Enak saja, ayma milik daddy sejak tujuh tahun yang lalu. Lebih lama daddy ya. " jawab Edward sambil berhadapan dengan Ernest.
"Tetap saja, aku yang pernah ada di dalam tubuh ayma. " pekik Ernest sambil membanggakan diri.
"Awas ya. Berani nya mengambil istriku. " kata Edward sambil mengeluarkan jurus sepuluh jari nya untuk menggelitik ketiak dan perut putra nya itu sambil tertawa.
Ernest yang di gelitiki daddy nya pun berontak dan tertawa terbahak-bahak menghindari jari-jari daddy nya yang bergerilya di ketiak nya.
"Ahhh hahha Daddy... ampun hhahaha... Daddy. Geli Dad haha.. " pekik Ernest sambil tertawa terbahak-bahak.
Edward menghentikan aksi nya dan memeluk Ernest di ketiak nya "Kau sangat bau boy, yuk mandi. " kata Edward pada Ernest.
"Aku pria dewasa dad, jadi aku akan mandi sendiri. " jawab Ernest tegas pada daddy nya.
__ADS_1
"Daddy juga pria dewasa, dua pria dewasa harus mandi bersama." kata Edward.
"Tidak." jawab Ernest final.
"Daddy dan kakak bermain apa? kenapa Nia dan Nish tidak di ajak? kenapa daddy hanya bermain dengan kak Ernest saja? " tanya Ernia yang ternyata berdiri di sebelah sofa entah sejak kapan.
"Baiklah ayo bermain. " pekik Edward kemudian menegangkan Ernia dan Ernish duduk di sebelahnya bersama Ernest dan Edward menggelitik bergantian.
Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak saat di gelitiki oleh daddy nya. Mereka terlihat senang menikmati malam mereka hari ini.
Hingga Exie datang dan menghentikan acara gelitik-gelitik mereka. "Sudah malam, ayok makan dan tidur. Besok kita harus kembali ke Milan. " kaya Exie sambil duduk di sofa depan tempat nya dulu di sering duduk.
"Kenapa harus pulang ma, disini nyaman dan aman. Ada daddy yang akan menjaga kita. Ayma tidak perlu bekerja lagi, kan daddy sudah pulang... sudah punya uang banyak tanpa ayma bekerja. " kata Ernish tidak ada berhenti nya seperti burung beo.
"Karena rumah kita di sana sayang. " kata Exie pada Ernish.
"Rumah daddy bukan rumah kita, ayma? " tanya Ernish.
"Bukan begitu maksud ayma-" jawab Exie yang bingung mau menjawab apa karena hubungan nya dengan Edward belum jelas.
"Tentu saja rumah kalian, dulu ayma dan daddy tinggal di sini setelah menikah. Tentu ini rumah ayma mu dan kalian. " jawab Edward memotong ucapan Exie karena Edward melihat Exie kesulitan menjawab.
"It's okey Ed, setidak nya sudah ada perkembangan dan tidak se canggung dulu. Kamu harus terus berusaha, karena kesalahan mu memang fatal. " batin Edward bermonolog pada dirinya sendiri.
"Jadi Ernish boleh kesini kapan saja? " tanya Ernish.
"Tentu saja, ini kan rumah Ernish. Ayo makan kemudian tidur... maaf ya daddy hanya memasak ini agar cepat takut kalian kelaparan." kata Edward pada anak-anaknya dan mencuri pandang pada Exie.
"Maafkan aku Ed, aku masih harus memastikan semuanya." batin Exie kemudian memulai makan bersama anak-anaknya dia piring bersama-sama.
"Ayo buka mulut mu dad. " perintah Ernia karena dia sudah menyendok nasi untuk di suapkan pada daddy nya. Edward menurut dan membuka mulut menerima suapan dari putri kecil nya itu.
"Terima kasih princess." kata Edward sambil mengunyah makanan dari putri nya.
Hingga Ernish bergantian mendekat dan menyuapi daddy mereka. Edward hanya menerima suapan dari dua putri cantik nya yang sekarang sudah duduk di kedua paha Edward kanan dan kiri.
__ADS_1
Sedangkan Exie masih santai makan bersama Ernest sambil melihat interaksi daddy dan anak-anak nya makan dan berebut menyuapi. Exie tersenyum tipis melihat pemandangan hangat itu.
"Bagaimana pun, sosok daddy memang mereka butuhkan." batin Exie.
Setelah makanan nya habis tak tersisa, Exie berdiri dan membawa piring nya ke dapur meninggalkan Edward dan anak-anak nya di sofa.
Exie mencuci piring bekas mereka makan dan alat masak yang tidak di cuci oleh Edward tadi setelah memasak.
"Benar-benar kotor, awas ya kamu Ed. " gerutu Exie sambil mencuci dan meletakkan pada tempat nya.
"Bahkan susunan rumah tidak ada yang berubah sedikit pun Ed, kamu jujur dan aku sangat tersentuh untuk itu. " batin Exie sambil berjalan kembali ke kamar nya.
Saat masuk ke kamar Exie melihat Edward sedang menggendong anak-anak satu persatu untuk di pindah ke ranjang karena mereka kekenyangan dan tertidur di sofa.
"Apa sudah tidur semua? " tanya Exie pada Edward.
"Sttttt... Hmmm sepertinya mereka sangat lelah dan baru benar-benar merasa aman. Mereka sangat pulas dalam waktu sebentar. " jawab Edward sambil menyelimuti anak-anak nya yang di baringkan di tengah ranjang king size itu.
"Naiklah dan tidurlah Ex, besok kamu butuh banyak tenaga menghadapi para manusia brengsek itu. " kata Edward lembut kemudian berjalan ke arah sofa.
"Kamu... kamu tidur di mana? " tanya Exie yang mampu menghentikan langkah Edward menuju sofa.
"Aku akan menjaga kalian dan tidur di sofa. Jadi tidurlah dengan nyaman bersama anak-anak. " kata Edward tanpa menoleh dan berjalan menuju sofa.
"Bukankah kita banyak yang harus di bahas? " tanya Exie lagi.
"Apa kamu tidak lelah? Besok saja Ex. "
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semuanya
stay tune yaš