Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
99. Alam bawah sadar


__ADS_3

Genap dua minggu berlalu dari hari pemakanan Edward, Exie tidak kunjung membuka matanya. Exie masih betah berada di bawah alam sadar nya.


Setelah satu hari Exie tidak kunjung bangun, dokter menjelaskan jika Exie mengalami guncangan hebat, shock berat dan sakit yang sangat dalam pada jiwa nya, sehingga mengakibatkan dia nyaman berada dalam alam bawah sadar nya.


Exie tidak memiliki keinginan untuk hidup hingga membuatnya tak ingin bangun lagi. Felis, Erza, Ethan dan Sahira sudah melakukan berbagai macam cara agar Exie mau melawan dan bangun dari alam bawah sadar nya.


Semua rekomendasi dokter sudah mereka lakukan namun tak ada satupun yang berhasil membangunkan Exie dari tidur panjang nya.


Triplets setiap hari datang satu sampai dua jam untuk berbicara dengan ayma mereka sekaligus cara paling ampuh agar Exie bangun.


Mendengar ketiga anak nya menangis rindu kadang membuat Exie merespon walau hanya air mata saja yang turun tapi itu sebuah kemajuan dan Felis memutuskan untuk triplets setiap hari datang dan bercerita kegiatan mereka pada Exie.


Melihat pemandangan seperti itu, menghancurkan hati Felis dan Erza juga Ethan dan Sahira. Namun, hidup memang harus terus berjalan dan mau tidak mau cobaan akan datang silih berganti.


"Ayma, cepet bangun ya. Kita rindu sekali dengan ayma. " kata Ernish sambil menyeka air mata nya.

__ADS_1


"Jangan sakit ayma, kita sudah tidak memiliki daddy lagi. " lanjut Ernia.


"Kalian ada kakak dan ayma akan sehat. Percayalah... Ayma waktunya kita pulang. Besok kita akan kesini lagi bercerita pada ayma. Ernest masih bisa diandalkan menjaga adik-adik ayma. " kata Ernest penuh keyakinan sontak membuat air mata Exie mengalir.


"Ayma jangan menangis, bangun kalau rindu kita. Ernest juga mau berbagi beban menjaga adik dengan ayma. " kata Ernest yang mulai berkaca-kaca.


Hampir dua minggu ini Ernest anak yang paling kuat, tidak menangis dan seperti janjinya pada ayma jika tidak bersama ayma Ernest yang akan menjaga kedua adik nya.


Ernest kuat dan selalu menepati janji nya walau pun hati nya sakit karena harus kehilangan daddy yang baru saja di temui nya, bahkan Ernest masih belum sepenuh nya menerima daddy.


Felis yang melihat Ernest menangis setelah dua minggu penuh dia pura-pura tidak sedih itupun mendekat dan memeluk cucu nya dengan erat.


"Ernest harus berbagi beban dengan siapa? jika daddy dan ayma pergi? hiks. " tatap Ernest dengan segenap ketakutan di hati nya.


Si kecil itu benar-benar sudah berada di ujung pengharapan nya, dirinya tak lagi bisa menahan sakit dan sesak nya dada.

__ADS_1


"Apa ayma akan pergi menyusul daddy juga? hiks. Apa kami tidak berarti lagi? hiks hiks hiks. Ayma. " pecah sudah tangis Ernest sambil tersedu-sedu.


Felis pun menangis mendengar ratapan hati cucu nya yang ada di pelukan nya, Ernish dan Ernia mendekat dan ikut memeluk menangis bersama Ernest.


"Kenapa cucu oma nangis, bangun nak. Ayma akan segera bangun dan akan sedih kalau kalian menangis seperti ini. " kata Felis menenangkan ketiga cucunya itu.


"Oma bohong, ayma tidak bangun walau kita setiap hari sudah datang dan bercerita. " jawab Ernish


"Ayma bangun sayang. "


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading semuanya


__ADS_2