Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
42. Frustasi


__ADS_3

Edward yang dingin itu membuka map yang di berikan kepada nya dan tertegun melihat design dengan aksen bunga dandelion itu.


"Exie! " gumam Edward tercekat karena melihat design yang sangat familiar di depan nya. Bentuk goresan yang sangat familiar dan bunga dandelion yang memiliki makna tersendiri untuk Exie.


Edward tertegun lumayan lama, dan orang yang menyerahkan design itu tampak bingung dengan reaksi yang di berikan Edward terhadap design itu.


"Maaf tuan, Anda tadi bicara apa? " tanya manager design dari Italia.


"Hah! " Edward melihat orang itu dengan ekspresi yang sulit di jelaskan, dan kembali ke kesadaran nya dan menatap wanita itu intens.


"Dari mana anda dapat design ini? boleh aku bertemu dengan nya?aku ingin bertemu dengan nya! " kata Edward dengan tegas. Edward sangat meyakini jika design itu milik istri nya.


"Maaf tuan, kami juga memakai jasa designer dari luar tapi hak nama tetap milik designer itu. Hanya saja, karena beberapa designer tidak ingin terikat dengan kontrak dan kebetulan designer itu sudah lepas perjanjian tiga bulan lalu tuan! " jawab manager Design itu.


"Siapa nama designer itu? " tanya Edward semakin frustasi karena dandelion di tangan nya.


"Seperti tertulisan di design itu tuan, dia dikenal dengan miss Ernest! " jawab manager itu.


"Bukan, ini design milik Exie Flyta Draniela, aku hafal betul bentuk goresan dan dandelion ini. Dandelion berduri untuk melindungi diri ini hanya milik Exie ku! " kata Edward tajam pada manager di depan nya.


Manager nya langsung kalang kabut dan bingung harus menjawab apa, jika yang dia kenal adalah miss Ernest bukan Exie Flyta Draniela seperti ucapan Edward.


"Maaf tuan, biarkan saya menghubungi miss Ernest! " kata manager itu. Dan kemudian berusaha menghubungi miss Ernest sedangkan direktur mencoba menenangkan Edward yang tengah menatap intens design itu.


Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan miss Ernest, manager itu pun memutuskan untuk melakukan panggilan video dan miss Ernest langsung berbicara dengan tuan Edward, karena miss Ernest pun setuju.


"Selamat pagi tuan Edward, ada yang bisa saya bantu!" kata seseorang di ujung panggilan dengan tersenyum manis.

__ADS_1


"Apakah benar ini design milik mu? ceritakan detail dari rancangan mu ini, terlebih dandelion berduri ini! " kata Edward tajam dan dingin karena tidak sesuai ekspektasi nya.


Edward mengharapkan kini sedang melakukan panggilan video dengan Exie nyatanya malah orang lain.


"Baik tuan, design itu saya buat ketika saya dan sahabat saya dalam masalah tuan, sehingga saya beri sedikit aksen dandelion dan saya rasa sesuai dengan musim semi, karena bunga dandelion itu menunjukkan persahabatan dan ketulusan. Saya ingin sahabat saya tau jika saya sayang dengan tulus pada nya. Lalu saya beri duri untuk melindungi bunga itu, yang artinya melindungi ketulusan saya tuan! " kata miss Ernest dengan lugas.


Edward tidak lagi menjawab dan mengangguk pada manager itu, sehingga langsung manager ambil alih dan mematikan ponsel nya.


"Saya suka design ini! " kata Edward pada direktur itu.


"Baiklah kita pakai design ini, tapi kita adaptasi dengan model musim panas. Bagaimana tuan? " timpal direktur sebelah.


"Baiklah, deal! " jawab Edward singkat karena fokus nya masih di dandelion itu. Edward sangat yakin jika itu design Exie. Pikiran Edward berfokus pada itu.


Kemudian rapat itu selesai dan mereka pergi ke tujuan masing-masing. Di dalam mobil otak Edward masih memikirkan design itu dan lebih parah nya mengingat Exie ketika sedang di sofa sambil memegang tab nya atau kertas nya untuk mendesign sampai lupa waktu.


"Apa Exie kekurangan uang hingga menjual design nya tanpa nama dan diakui milik orang lain? Apa Exie baik baik saja? Apa Exie di Italia? " bathin Edward.


"Alex, kirim anak buah kita untuk menyisir Italia, dan cari tau miss Ernest itu. Exie pasti ada di Italia! " kata Edward dingin pada Alex.


"Baik tuan! " jawab Alex kemudian langsung menelpon seseorang di seberang sana untuk mengkomando para orang-orang bawahan nya.


Hari itu mood Edward yang bagus saat berangkat ke kantor karena bisa memeluk mommy nya jadi hancur,pikiran nya kembali kalang kabut dan di penuhi bayang Exie dan design yang pagi hari dia lihat. Semua orang terkena imbas kegelisahan Edward, hingga semua terlihat salah di mata Edward.


Edward melampiaskan sesak dadanya pada siapapun yang dia temui, semua agenda setelah nya hancur berantakan, berkas-berkas di tangan Edward pun tak ada yang masuk di otak nya hingga belum satupun dia tanda tangani padahal dead line sudah sangat dekat. Hal itu membuat beberapa karyawan yang mengurus launching produk baru ikut lembur hingga larut malam, bahkan pihak penanggung jawab event tidak pulang hingga pagi datang, dan pulang sebentar hanya untuk mandi dan berganti pakaian.


Edward sangat frustasi memikirkan kemungkinan kemungkinan kenapa design itu ada di tangan orang lain. Rasa bersalah semakin kuat menampar diri nya, mengoyak hati nya, dan sesak mendera dada nya.

__ADS_1


Edward sampai di apartemen nya pukul 23.00. Saat pulang dan langsung ke kamar nya mengabaikan momy dan daddy nya yang tengah berada di sofa sambil saling merangkul menonton film horor kesukaaan mommy nya.


Edward semakin surut hati nya. Otak nya di penuhi keadaan Exie dan hari-hari setelah nya Edward bakalan lebih dingin dari sebelumnya bahkan dengan mommy dan daddy nya sendiri.


Hari-hari Edward gunakan untuk mencari Exie di dua titik, Indonesia dan Italia dan bekerja. Waktunya dia gunakan untuk bekerja dan bekerja dan bekerja.


Entah akan berlalu berapa lama, Edward yakin akan menemukan Exie dimanapun dan membawa nya pulang dan melanjutkan mahligai rumah tangga yang mereka arungi.


Menebus semua kesalahan yang dia perbuat untuk Exie, meminta maaf pada istri nya yang dia sakiti lahir bathin nya, dia renggut cinta pertama nya dan dia renggut hidup nya.


Edward berfikir kehidupan terlalu menyakitkan untuk Exie, karena dirinya. Edward sudah sangat emosi membayangkan Exie membuka paha lebar untuk laki laki lain, bagaimana Exie yang melihat dengan mata kepala nya sendiri dirinya memainkan anaconda nya ke sarang lain.


Ingin rasanya Edward mengoyak tubuh Bella dan mengirim kembali ke Washington dalam bentuk cincangan, karena menjadi penyebab hubungan nya dengan Exie berantakan. Tapi dia ingat Bella telah melahirkan putra nya sehingga Edward tak tega hati membiarkan Putra nya kehilangan ibu seperti saat dia masih kecil.


.


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya

__ADS_1


wah maaf sekali keamarin othor gak update, karena satu hal. Hari ini InsyaAllah othor akan update 2 bab jika memungkinkan.


stay tune ya sayang sayang nya othoršŸ˜


__ADS_2