Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
50. Apa yang terjadi


__ADS_3

Setelah serangkaian tes yang Edward jalani, Edward harus mulai ber puasa dan istirahat di ruang rawat beberapa saat.


Sambil menunggu hasil tes kecocokan dan juga hasil tes kesehatan nya Edward menurut apapun perintah dokter.


Yang ada di dalam pikiran Edward saat ini hanyalah gadis kecil, kurus dengan wajah pucat yang berbaring di NICU. Gadis yang beberapa tahun sudah menahan kesakitan nya.


Semua serangkaian tes yang cukup menyakitkan tak berarti apa apa untuk Edward, asalkan putri nya sembuh.


Exie atau Ernest dan Ernish tidak kelihatan datang ke ruangan rawat Edward karena Exie tengah menata kembali hati nya yang sempat patah kembali sekaligus tidak ingin meninggalkan putri tercinta nya sebelum memasuki ruangan operasi, karena Exie yakin jika sumsum mereka cocok.


waktu terus berjalan hingga seluruh persiapan operasi serta ayah dan anak dalam keadaan bagus untuk operasi tiba. Exie mendorong bangkar tempat tidur Ernia sambil menggendong Ernish yang tengah terlelap dan Ernest yang ikut mendorong bangkar adek nya.


Sampai di depan ruang operasi berpapasan dengan Edward yang juga tergeletak di bangkar tempat tidur dengan baju hijau nya. Pandangan mata mereka bertabrakan dan Exie buru buru memalingkan wajah nya. Edward kemudian melihat Ernest dan Ernest hanya menatap Edward datar dan dingin.


Edward pun menatap langit- langit ruangan itu kemudian menutup matanya. Berdoa dalam hati agar semua operasi berjalan dengan lancar dan Edward merasakan tempat tidur nya di dorong masuk ke dalam ruangan dingin yang sangat menakutkan.


"Ya Tuhan, jika ada yang harus tidak selamat maka ambil nyawaku sebagai penebusan nyawa putri ku. " batin Edward sambil berdoa.


Ini kali pertama nya Edward melakukan operasi dan Edward telah sepenuhnya yakin.


Edward masih bisa melihat putri nya terbaring di sebelah nya dengan beberapa alat kedokteran, sebelum obat bius membuat kesadaran nya hilang. Karena pengeboran tulang belakang untuk mengambil sel-sel sumsum tulang nya memerlukan bius total.


Sedangkan di luar ruang operasi Exie duduk sambil memangku Ernish yang tertidur dan Ernest yang memeluk nya dari samping, terus merapalkan doa untuk keselamatan dua orang keluarga nya di dalam sana.


ting ting


Exie menoleh pada ponsel yang tergeletak di sebelah tempat duduk nya. Ternyata ponsel Edward berbunyi lagi. Tadi ketika Edward memulai serangkaian tes semua barang pribadi nya, dompet, ponsel dan baju nya di antarkan perawat untuk Exie.


"Huh, sejak tadi berbunyi terus. Sibuk sekali kamu! " gumam Exie kemudian mengambil ponsel pintar Edward yang menunjukkan panggilan dari Felis.


Exie ingin mengangkat nya karena Exie takut mom Felis khawatir, tapi dia tidak tau pasword ponsel Edward. Karena dari tadi selain kolega bisnis nya, mom Felis juga menelpon beberapa kali.


"Coba aja dengan tanggal yang ayma tau! " gumam Ernest saat ayma nya memegang ponsel daddy nya.


Kemudian Exie memasukkan tanggal pernikah mereka dan pasword salah.


"Bodoh sekali aku! sudah jelas bukan itu Ex, jangan terlalu percaya diri! " batin Exie mengumpat diri nya sendiri.


Kemudian Exie memasukkan tanggal lahir Edward, dan kembali pasword salah.


"Bukan juga, ini kesempatan terakhir. Apa ya? " pikir Exie diam sambil menerka-nerka kira kira apa yang menjadi pasword ponsel Edward.


"Ayma, coba tanggal ulang tahun ayma! " usul Ernest.


"Ih, mana mungkin sayang. Itu tidak mungkin terjadi! " kata Exie dengan ide konyol putra nya. Bahkan Exie sangat ingat jika Edward tak pernah tau hari ulang tahun nya. Justru ketika Exie ulang tahun dulu, Edward memberi nya hadiah dengan tontonan vulgar di depan mata nya sendiri.

__ADS_1


"Coba aja ma! " jawab Ernest lagi.


Kemudian Exie menuruti perkataan putra nya dan memasukkan tanggal ulang tahun Exie.


Kling


Dan ponsel Edward terbuka kunci nya. Exie menatap dengan terkejut. Tidak ada di pikiran nya jika pasword ponsel Edward adalah ulang tahun Exie pun dengan wallpaper Edward yang menampakkan dirinya tengah fokus mendesain di sofa kamar mereka dulu dan terlihat sexy sekali.


"Apa-apa an ini! " batin Exie.


"Ayma, katanya mau angkat panggilan dari grandma! " kata Ernest menyadarkan Exie dari keterkejutan nya.


"Edward kamu dimana! kamu bawa kemana putri ku! kenapa dari tadi tidak angkat panggila mom! kamu gak apa apakan kan!" suara Felis di ujung panggilan menggelegar samapai Exie sedikit menjauhkan ponsel dari telinga nya, Exie tersenyum mendengar rentetan pekik an Felis.


"Makasih mom, kamu emang mertua terbaik sejagat raya! " batin Exie.


"Maaf nyonya saya yang mengangkat ponsel putra anda. " kata Exie dengan sopan pada Felis.


"Ya ampun sayang, kamu gak apa apa kan? apa Edward menyakiti mu? " tanya Felis dengan suara khawatir yang mendominasi.


"Tidak nyonya, saya baik baik saja. Edward sekarang sedang berada di ruang operasi! " kata Ex pelan.


"Apa! Kalian kenapa? Operasi apa? Exie jangan bercanda nak! " kata Felis dengan suara yang gak bisa Exie diskipsikan.


"Syukurlah. Mom kira kalain kecelakaan! huh. Di rumah sakit mana Ex, biar mom susul buat bantu menjaga dan menemani kalian.


Setelah Exie memberitahu kan rumah sakit, Felis menyelesaikan panggilan dan berkata akan segera menyusul ke rumah sakit. Exie diam menatap ponsel Edward.


Exie kemudian membuka galery ponsel Edward karena penasaran dengan isi galery. Bagaimana bisa ada foto nya enam tahun lalu di ponsel Edward.


Exie melihat ada beberapa folder, folder pekerjaan dan folder lain nya, tapi ada satu folder yang mengusik jiwa kepo Exie yaitu folder kebahagiaanku.


Exie ingin mengklik folder itu, menguatkan hati melihat Bella dan Edward mungkin tengah berpose sexy atau vilgar. Namun saat di buka, Exie melihat foto nya yang di ambil secara diam diam. Foto dari belakang saat tengah memasak di panstry, foto saat men desain, foto saat menyapu, foto saat merapikan spray, foto dari belakang saat berjalan dan masih banyak lagi.


"Dasar paparazi! " gumam Exie dengan degup jantung yang mulai berlomba lari maraton.


"Kebahagiaan ku! apa otak Edward sudah geser! " gumam Exie lagi lagi.


Kemudian Exie mulai membuka aplikasi watsapp yang ada di ponsel Edward. Dan Exie kembali terkejut saat di aplikasi watsapp nya ada nama istri cantikku di Pin watsapp. Exie bertanya-tanya, apakah dirinya atau Bella, tapi tidak mungkin dirinya karena Exie tidak pernah berkirim pesan dengan Edward.


Exie kemudian membuka dan didalam nya ada chat Edward satu sisi pada nomor itu, ketika Exie buka nomor nya, Exie semakin terkejut karena itu nomer Exie yang dulu. Jantung Exie semakin berdetak tak karuan.


"Apa maksud mu Ed! " batin Exie.


Exie membaca pesan pesan yang centang nya hanya satu warna abu abu itu, Jantung Exie bergetar daat membaca pesan demi pesan yang dikirim Edward setiap harinya yang berisi laporan kegiatan nya dan menanyakan dirinya kapan pulang.

__ADS_1


Tangan Exie seakan tak bertulang, mata Exie berkaca- kaca membaca semua pesan dan Edward kirim.



Semakin Exie scroll ke atas semakin Exie tak tahan membaca nya.


"Kenapa kamu seperti ini Ed, ada apa dengan mu? bagaiman dengan Bella? lalu anak laki-laki tadi? " batin Exie bertanya-tanya dengan kejadian selama ini.


"Aku harus bagaimana ini? apa aku harus menyelidiki mulai dari lima tahun lalu, saat kejadian itu? " batin Exie mulai berfikir realistis.


Exie tidak ingin salah bertindak dan tidak akan gegabah melakukan tindakan agar tidak menyesal ke depan nya.


Exie kemudian menutup ponsel Edward dan menaruh kembali di samping nya bersama dengan barang pribadi lain nya sambil menetralkan detak jantung nya yang selesai lari maraton.


Ernest yang dari tadi mengamati ekspresi ayma nya yang berganti-ganti mengetahui kerisauan hati ayma nya dan memeluk ayma nya. Exie hanya tersenyum melihat putra nya yang begitu manis dan sangat pengertian. Semua beban nya seakan terangkat jika sang putra sudah seperti ini.


Beban mengatur adik adik nya pun selalu sempurna dia kerjakan.


"I love you ayma (aku cinta kamu ayma)! " kata Ernest sambil memeluk ayma dan adik nya.


"I love you more my handsome ( aku cinta kamu banyak banyak gantengku) " jawab Exie sambil mengecup puncak kepala putra nya. Hatinya selalu tenang jika begini.


"Tidur lah sayang, ayma akan bangunkan jika sudah selesai operasi adik mu! " kata Exie pada Ernest.


"Tidak Ayma, Ernest akan temani ayma di keadaan apapun! " jawab Ernest dengan tegas.


"Makasih sayang! "


"Ma, kakak akan selalu jaga ayma dan adik adik, ayma tidak perlu khawatir atau takut kami jauh dari ayma. Kami akan selalu berada di dekat ayma! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


maaf ya kemarin libur update, karena othor nya sedang sibuk lebaran. 😊


nanti InsyaAllah di kencengin lagi ya☺

__ADS_1


__ADS_2