Bisa Apa Janda Sepertimu?

Bisa Apa Janda Sepertimu?
Bab. 50 Kejadian 10 tahun yang lalu Part. 2


__ADS_3

Alisha terkejut melihat dar*h yang begitu banyak keluar dari perut Elisha, ia pun segera keluar untuk memanggil petugas keamanan. Namun dengan tak di sangka ada sosok wanita remaja yang tengah berada di depan pintu ruangan kerja Alisha.


Ia pun sama terkejutnya melihat sosok Ibunya tergeletak dan begitu banyak dar*h dari bagian perutnya. Ia melihat tangan Alisha yang juga di penuhi dar*h, tak terima dengan nasib Ibunya ia berteriak hingga semua pekerja berbondong-bondong melihat kejadian tersebut.


"Kau yang telah membuat Ibuku seperti ini?" Geram gadis tersebut.


"Tolong.. Tolong.. Dia yang berbuat jahat pada Ibuku. Tangkap dia dan cepat tolonglah Ibuku". Teriaknya, sampai semua orang berkerumun di depan ruangan Alisha.


Alisha tak bisa berkata-kata, semua bukti mengarah padanya. Ia tak bisa mengelak dengan berbagai macam alasan. Tubuhnya bergetar, hatinya penuh rasa cemas dan ketakutan.


Elena langsung di bawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Alisha bingung sendiri menanggapi semua masalah ini. Ia tak berani berbicara kepada suaminya yang tengah berada di luar kota saat ini.


Jonathan dan putrinya Amelia meminta pertanggung jawaban Alisha dan mengancam akan memenjarakan Alisha jika lepas dari tanggung jawab tersebut.


Alhasil, Alisha memberikan kompensasi terhadap Jonathan dan Amelia sebagai bentuk kata maaf dengan uang yang bernilai besar. Namun Amelia masih mengancam akan memenjarakannya jika ia tak menjodohkannya dengan putranya, Kevin.


Awalnya Alisha menolak, hanya saja ancamannya begitu memberatkan. Ia tak ingin masalah ini tercium oleh suami dan anaknya, sehingga ia menyetujui hal tersebut.


Ia tak ingin karena ulahnya perkembangan bisnis suaminya akan menjadi hancur, jadi ia menyembunyikan semuanya kepada suami dan termasuk pekerja yang melihat kejadian tersebut ia suap agar tak berani berbicara kepada orang lain.


Sejak saat itu, Amelia selalu memperalat Alisha. Ia mengancam jika Alisha akan berniat untuk membatalkan perjodohannya dengan Kevin, maka dengan mudahnya ia akan segera di masukkan ke penjara.


"Tante harus ingat, Tante adalah pelaku pembun*h Ibuku. Jadi, hanya dengan cara itu bisa menebus kesalahan Tante".


"Tante bisa saja jika tak menginginkan hal tersebut, hanya saja jangan salahkan aku bila keluarga Tante menanggung malu yang cukup besar atas tindakkan tersebut".


"Aku dan Anak Tante harus menjadi sepasang kekasih, jika itu tak terjadi semua yang telah Tante lakukan akan terasa sia-sia. Kau tak akan menyangka 'kan jika aku mengetahui Tante menyuap semua pegawai yang melihat kejadian tersebut?"


Kata-kata itu yang selalu Alisha dengar jika ketakutannya kembali menghampirinya.

__ADS_1


FLASHBACK OFF*


Kejadian tersebut masih teringat jelas di dalam kepala Alisha, semua itu membuatnya tersiksa.


'Maafkan Mommy, Kevin. Mommy bukan Ibu yang baik untukmu, padahal kamu berhak bahagia tanpa Mommy'. Lirih Alisha penuh dengan penyesalan.


Karena bisnis, ia tak mempunyai waktu untuk merawat Kevin. Karena bisnis, ia lupa cara mendidik Kevin dalam tatakrama dan agama. Dan karena bisnis, ia mengekang kebahagiaan Kevin.


"Maafkan Mommy, Nak. Mommy janji, akan menebus semua kesalahan Mommy dengan semestinya". Ucap Alisha yang tak hentinya meminta maaf kepada Kevin secara tidak langsung.


**


Alisha pun berjalan menuju ruang kerja Kevin yang terdapat William tengah sibuk dengan laptopnya. Ia tak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja, sehingga dari jarak jauh ia melakukan pekerjaannya secara daring.


"Apa kita punya waktu untuk berbicara?" Tanya Alisha.


"Ada apa? Kau tampak cemas seperti ini?" Balas William dengan mengedarkan pandangan ke arah Alisha, ia cukup heran dengan wajahnya yang tak terlihat seperti biasanya. Ia pun segera mengusap pucuk kepala Alisha dan membawanya ke sofa yang berada di ruangan tersebut.


"Kenapa? Apa ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman berada di sini?" Tanya William.


"Kedatanganku hanya membuat Kevin terkekang. Aku hanya ingin kembali pulang dan membiarkannya bahagia dengan apa yang ia inginkan saat ini". Jawab Alisha yang masih tak ingin berterus terang.


"Baiklah kalau begitu.." Balas singkat William.


**


Jam kerja pun telah usai, Dinda kembali meraih tasnya dan bergegas pulang. Namun tepat berada di depan kantornya, ia melihat mobil Kevin terparkir di sana.


Kevin pun turun dan tersenyum ke arahnya, ia membukakan pintu agar Dinda segera masuk ke dalam mobilnya dengan tersenyum.

__ADS_1


Dinda terpaku melihat senyuman Kevin yang kini banyak terlihat olehnya, tak seperti awal pertemuan dengannya. Yang tak pernah sedikit pun tersenyum kepadanya ataupun kepada orang lain. Ia memang beruang kutub yang sudah berkamuflase menjadi beruang lucu dan menggemaskan.


Dalam perjalanan, tak ada obrolan yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka hanya berkutat dengan prasangka hati masing-masing, tanpa mereka sadari kejadian semalam memang membuat keduanya nampak gugup.


Mobil pun berbelok ke arah cafe yang dekat dengan apartemen Dinda, mereka turun dan segera memesan makanan.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Tanya Kevin basa-basi.


"Semuanya berjalan dengan baik, berkat bantuanmu perusahaan kini mulai berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya". Jawab Dinda memuji Kevin.


"Jangan berlebihan, jika kamu tak pandai mengaturnya pasti tak akan seperti ini. Aku hanya kebetulan menawarkan keuntungan yang belum pasti kamu dapatkan. Tapi setelah kamu kerja dengan sangat keras, hasilnya ya seperti itu. Jadi di sini yang paling hebat adalah kamu, Dindaku". Balas Kevin yang sama memujinya. Dinda hanya tersenyum mendengar ucapan Kevin, dengan wajah yang sedikit memerah.


"Lusa nanti hari libur, tunggu kedatanganku ya! Aku akan melamarmu di depan Ayahmu, ini yang pertama kalinya untukku. Doakan aku agar mendapat restu dari Ayahmu". Ucap Kevin yang membuat degup jantung Dinda kembali bergetar kencang.


"Kamu yakin dengan hal itu? Padahal kau tahu sendiri, aku hanya seorang janda. Bahkan kamu bisa mempersunting gadis bangsawan daripada wanita sepertiku". Jawab Dinda merendah.


"Aku tak perlu apapun itu, yang aku inginkan hanya kamu. Hatimu sangat tulus dan itu yang membuatku jatuh cinta kepadamu". Balas Kevin.


"Aku baru tahu, kau pandai menggombal ternyata.." Kekeh Dinda.


"Kamu sudah mulai berani mengejekku ternyata". Balas Kevin yang juga terkekeh.


**


Setelah selesai dengan semuanya, Kevin mengantarkan Dinda. Ia tak sengaja mampir karena ingin membuat kejutan kepada Ayahnya, rasa bahagia ini harus penuh dengan beberapa kejutan bukan?


"Aku akan menunggumu, jangan sampai kau lupa". Ucap Dinda saat hendak keluar dari mobil Kevin.


"Kau tunggu aku ya! Aku pasti datang menemuimu. Aku janji". Janji Kevin.

__ADS_1


Dinda hanya tersenyum dan keluar dari mobil tersebut, hati mereka penuh dengan bunga. Dinda pun menyimpan janji Kevin di hatinya, ia sangat yakin jika Kevin bukanlah pria semacam Dimas yang akan menyakitinya.


'Ku pegang kata-katamu dan aku percaya kau tak berniat membohongiku'. Lirihnya sambil melihat kepergian mobil yang di tumpangi Kevin.


__ADS_2