BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 10


__ADS_3

بسم الله الرمن الرحيم


Selamat membaca..


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan...


Direvisi setelah tamat...


...++++...


Dua anak manusia itu berlari menyusuri lorong rumah sakit setelah mencari tau dimana kakek Hanna dirawat yang ternyata masih berada ruangan operasi. Hanna tidak tau apa yang terjadi dengan kakeknya sehingga sampai berada dirumah sakit.


“han.. hana…!!” tegur Aisyah saat Hanna hanya diam dengan pandagan kosong menatap pintu ruang operasi yang tertutup sangat rapat. Pikirannya kosong begitupun perasaan dihatinya.



“istigfar Han.. istigfar.. ayo Hanna jagan diem aja kayak gini sadar!!” tegur Aiyah sesekali menepuk pipi Hanna yang berada dibalik cadar.


Hanna tersadar ia lantas menatap Aisyah dengan matanya yang berkaca-kaca air matanya siap meluncur lagi, Aisyah yang mengerti lantas memeluknya erat.


“sst masih ada gue.. Hann. Ada Gue yang akan nemenin lo disini” sijutek dan si pemilik kata-kata menyelekitkan hati itu bisa bernada lembut seperti sutra dan mampu memerikan kehangatan ketenangan dipelukannya bagi seorang Hanna. Hanna mengurai pelukan dan menatap Aisyah.



“terimakasih Ai.. terimakasih.. sudah mau anterin saya kesini..”



“lo dan gue sama-sama manusia, sudah kewajiban gue sebagai manusia menolong saudaranya.” jawabnya lembut, membuat Hanna mengangguk dan merasa berterimakasih pada Aisyah.


Terdengar suara langkah kaki mendekat menyita perhatian mereka, pada sosok yang datang. Tak hanya satu melainkan 3 lelaki dengan tinggi yang mungkin hanya berbeda 1 centi namun mereka memiliki rata-ratatinggi yang sangat tidak wajar dinegara Indonesia  ini.


Mata Hana menelisik seseorang itu yang kini sudah berada disekitar dia dan Aisyah, lantas mata itu membulat saat ia mengenali dua orang lelaki itu.


“Mr. Zach.. dan … paman Anthony!!”


Seperti biasa Zach yang dingin hanya diam dengan pandangan datarnya lalu menepi dan duduk dikursi kosong samping Hanna sedangkan Anthony mengangguk ramah pada Hanna dan Aisyah yang mendengus akan sikap Zach yang sombong.


“bagaimana bisa kalian ada disini?” tanya Hanna penasaran.



“kami yang membawa kakek anda kemari, karna di pukesmas desa tidak bisa ditangani” jelas Anthony



“paman.. apakah paman juga tau apa yang terjadi pada kakekku, bagaimana bisa kakek seperti ini?” tanyanya, seraya beranjak dari sana menghampiri Anthony dengan kepala terdongak dari saking tingginya.



“ia nona.. namun lebih tepatnya Daniel.. yang lebih tau kronologi kejadiannya.”



“Daniel?”

__ADS_1



“yap… lelaki disamping saya ini bernama Daniel.” tunjuk Anthony pada lelaki berwajah blasteran sepertia paman Anthony dan Zach. Namun sepertiya Daniel dan Zahc seumuran.



“eum.. maukah anda menceritakannya?” wajah kaku dan dingin itu mengangguk.


Beberapa jam sebelumnya>>


Kakek sedang menanam memanen cabe yang sudah siap untuk dipanen di kebun belakangnya. Sebagian akan ia simpan sebagai kebutuhan dia dan cucunya. Dan sebagian akan ia jual dipasar tradisonal.


            Saat kakek sedang mencuci cabenya, rumahnya diketuk. Kakek fatah terburu-buru keluar tidak ingin membuatsang tamu menunggu. Hingga ia terkeju akan orang-orang berbadan kekaryang kali pertama ia lihat, ia terburu-buru ingin menutup pintu, tapi sekali dorongan dari salah satu bertubuh kekaritu . kakek jatuh terduduk dari saking kasardan kuatnya.


“wah lihat, seharusnya rumah ini sudah menjadi milikku, dan seharusnya cucumu itu sudah menjadi salah satu istriku!”tukasnya tajam pada kakek yang jatuh terduduk dilantai, dengan angkuh ia duduk di kursi kayu yang memang ada di ruang tamu.


Seseorang datang dari dalam setelah merusak segala yang ada dirumah itu, ia datang membawa bingkai foto milik Hanna yang kakek yakin anak buah itu mengambil dari dalam kamarnya.


“lihat betapa catiknya wajah dibalik kain sialan itu.. jika aku menikah dengannya pasti beruntunglah aku, masih perwan belia dan akan menghasilkan anak-anak yang bule seperti dirinya.” Ucapnya dengan bangga.


“ya.. jika itupun cucuku mau menikah denganmu dan aku mau menjabat tanganmu yang kotor itu.” Randu hanya tertawa sama sekali tidak terpengaruh akan ucapan kakek yang seakan merendahkannya.


“kalian siapkan..!! dia akan menjadi samsak hidup, kali pertama aku sediakan samsak hidup untuk kalian, jadi jika dia menolak apa yang aku tawarkan pukul saja!! ” titahnya dengan santai seakan tak ada beban.


“serahkan surat tanah dan rumah ini!”


“bukan aku yang punya hutang tapi Dani dia juga bukan putraku.” tegasnya


Bug..


“lalu serahkan juga cucumu yang luar biasa cantik ini padaku, dan hutang-hutangmu lunas!”


“sampai aku mati sekalipun aku tidak akan pernah sudi kau menikah dengan cucuku” ucapnya tegas tanpa takut.


Dan ia kembali dipukuli membabi buta. Hingga Randu bangun mengambil tongkat base ball dari besi dan memukuli kepala Fatah tanpa ampun hingga Fatah tak berdaya.


Daniel sedikit terlambat karna anak buahnya yang terjebak macet di kota untuk menolong kakek yang dipukuli namun anak buahnya mampu membuat anak buah Randu dan Randu terkapar tak kalah mengenaskan. Dan saat itu juga Alardo dan anthony sudah berada dirumah sakit mengurus segala sesuatu disana saat Daniel bilang jika di puskemas tidak bisa menangani hal ini.


Tentu saja Daniel hanya menceritakan sebagian dari kebenarannya. Tak mungkin dia menceritakan jika dirinya memang sengaja pergi kesana yang memang sudah menjadi tugas dan titah dari sang boss.


“innalillah… lalu anda tuan Daniel.. mengapa anda datang kerumah, apakah anda kenal kakekku?” tanya Hanna


“tidak jangan panggil aku tuan Nona, panggil Daniel aku kesana…” Daniel melirik Zach yang memandangnya tajam seakan memberi peringatan.


“aku kesana karna ada urusan penting dengan nona.”


“panggil saya Hanna saja..”


“saya lebih nyaman memanggil anda nona, dan itu sudah keputusan saya” jawabnya tegas apalagi saat Alardo memolotinya tajam.


“mending kita shalat magrib dulu Han..!” ajak Aisyah, Hanna mengangguk setuju.


“eum.. kalian mau ikut shalat juga?” tanya Hanna pada ketiganya. Mereka semua diam tak bersuara.


“yasudah.. kami duluan” pamit Hanna lalu berjalan beriringan dengan Aisyah menuju mushalla.

__ADS_1


“paman antarkan aku kesuatu tempat dan kamu Daniel suruh anak buahmu menjaga disini! dan hubungi aku jika terjadi sesuatu!” titahnya kemudian pergi dari sana.


...TBC...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.........


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...


...


^^^Terimakasih......^^^

__ADS_1


__ADS_2