BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 14


__ADS_3

بسم الله اللحمن الحيم


...Selamat membaca...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Dokter keluar dengan wajah tertunduk, semua orang menatap sang dokter yang menarik nafas panjang.


“bapak Fatah Zhafran Lazuardi tepat di hari jum’at pukul 16. Lewat 09 detik, telah meninggal dunia.” Ujar sang dokter dengan nada lemah putus asa.


Aku mematung dimana ada dua kejadian berbeda yang aku alami hari ini pertama menikah dengan kondisi yang memaksakan namun jauh dilubuk hati aku bahagia karna kakek tersenyum sangat lebar seakan lega cucunya ini sudah memiliki teman hidup lagi, namun kejadian mengejutkan lainnya adalah kakek pergi untuk selama-lamanya. Teka teki kehidupan yang tidak bisa kita prediksi semau kita. Dimana setiap takdir masa depan bukan kita yang tentukan namun tuhan, dimana kita tidak bisa menebak apa yang terjadi, merasa baik-baik saja sekarang namun kita tidak tau nanti akan tetap tenang atau tidak.


Seperti kematian, tidak ada yang tau kapan kita akan dipanggil menghadapnya, namun satu hal yang pasti adalah kita semua akan mendapatkan giliran tanpa memandang kedudukan, tampang, ras, tua ataupun muda. Jika malaikat Israil sudah siap menunaikan tugasnya akan perintah allah ia akan datang pada setiap insan yang sudah berada dalam daftar umur yang sudah siap kembali pada sang pencipta.


Aku menunduk, aku merasa sepi walau keadaannya sedang genting dan ramai kutatap lantai rumah sakit merenung akan apa yang terjadi padaku hari ini dimana hal ini membawaku pada kuasa tuhan yang maha agung dan mengingatkan aku bahwa kematian datang kapan saja dan tanpa permisi maupun kita duga. Mengingatkanku pada satu ayat dimana bukti itu memang benar adanya.

__ADS_1


‘Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan haya pada hari kiamat sajalah dierikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah keseangan yang memperdaya.’


‘kamu akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sagat menyakitkan hati dari orang-orang yang musryik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.’


(QS ALI ‘IMRAN ;185-186)


‘Dan setiap umat mempunyai ajal(batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun’(QS AL- ‘ARAF : 34)


Aku merasa goyah, bumi yang kupijak seakan membawaku bergucang, kakiku lemas takmampu menompang badanku yang bergetar.


‘allah kenapa secapat ini’ gumamku lirih. Hingga punggungku bertumpu pada dada bidang seseorang yang tegap, tangannya merengkuhku dari belakang seakan berkata’kau tak sendiri ada aku’. Kuberanikan diri, mendongak menatap siapa yang begitu baiknya mau menopang ragaku yang lemah ini.


Dia menatapku dengan seorot mata birunya yang tajam mebawaku masuk kedalamnya dengan mata yang berusaha menenangkanku, dia hanya diam membalas tatapanku, namun rengkuhannya begitu erat tapi tidak menyakitiku. Dia yang baru beberapa menit yang lalu menghalalkanku, menjadikan aku pendamping hidupnya, dia suamiku lelaki yang akan menjadi pelabuhan terakhirku dalam cinta. Aku memejamkan mata saat wajahnya ia tenggelamkan di kepalaku. Setetes air mata meluncur dipipi namun aku tak terisak. Inilah aku sipemendam perasaan kesedihan dan menyembunyikannya dalam tawa. Aku menggenggam tagannya yang dingin, dimana tangan itu masih mendekapku, aku butuh sandaran dimana biasanya selalu ada kakek, sekarang dengan maha baiknya allah masih memberikan aku salah satu makhluknya untuk menopangku.


Setelahnya  aku dibawa masuk kedalam mobil bersama dia suamiku yang masih membawaku dalam rengkuhan. Dia memang tidak berkata apapun, namun ia berkata dalam sikapnya maupun tingkah lakunya. Mobil bergerak mengikuti mobil ambulance yang membawa jenazah kakekku didalamnya. Mobil berhenti tepat dihalaman rumah kediamian kami dimana rumah ini menyimpang begitu banyak kenangan aku dan kakek. Aku menarik nafas dalam sebelum keluar dari mobil. Tangan besar itu menakup hangat tangaku, memberikan aku keyakinan  aku pasti kuat. Aku membalasnya dan tersenyum padanya.




‘kek.. aku tau kakek sudah tidak merasakan kesakitan lagi.. pasti senengkan kakek sudah ketemu nenekkah disana ketemu ayah dan bunda jugakah.’ Ucapku dalam hati.



“ayo Han kita pulang!” Ajak Aisyah yang memelukku dari samping. Aku mengangguk sebagai jawaban.



“assalamu’alaikum kakek.. cucumu ini pamit ya my best Hero… selamat tinggal.”


... Mati.. ialah raga yang sudah tidak berjiwa, jiwa tanpa nafas, dan nadi tanpa darah. Pemutusan ikatan antara kehidupan dunia dan alam baka. Tempat peristirahatan terakhir dimana setelahnya kita akan menjalani tahapan-tahapan kehidupan selamanya. Kata  yang menakutkan namun familiyar dan pasti terjadi pada kita semua. Kita  tidak bisa menghindar dari hal tersebut. Dimana setelah itu akan ada kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan dunia. ...

__ADS_1


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......



...######...


Jangan lupa puasa ya teman.... Bagi yang tidak berhalangan...


Dan bagi yang berpuasa allah terima puasanya dan dilimpahi keberkahan oleh allah subhanahuwata'ala.


...Maaf jika typo bertebaran....


...Jazakallah khair...


...Semoga allah selalu melindungi kita dari wabah yang sedanh menguji kita hari ini...


...Jangan lupa dukuangan kalian....

__ADS_1


...With love.....


__ADS_2