BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 65


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الوحيم...


...Selamat membaca...


.........


...


...


Saat aku membuka mata, hal yang aku temukan pertama kali adalah dia, sang mutiara berhargaku, dan tendangan lembut terasa diperutku yang berasal dari trio mutiara kecilku, aku terkekeh menikmati perasaan yang selalu aku rasakan setiap pagi. Bersama mereka mutiara hatiku.


“kalian udah bangun.. ya.. bunda belum loh…” ujarku pada mereka setengah berbisik, tadinya aku berada diatas kepalanya, sekarang aku bergeser kebawah hingga wajahku sejajar dengan perutnya, yang diganjal bantal khusus ibu hamil. Aku belikan untuknya agar dia tidak susah saat tidur. Aku bermain bersama ketiga bocil yang aktif didalam perutnya, dan istriku sama sekali tak terusik.  Hingga aku mendengar ringisn kecil dari bibirnya, tangannya membelai lembut perutnya.



“pelan nak.” gumamnya dengan alis masih berkerut sepertinya mereka menendang bundanya cukup kuat, mungkin dia membangunkan ibunya. Aku terkekeh dalam hati, menyingkap atasan bajunya dan benar saja terlihat jelas tonjolan diperutnya.



“kalau main sama ayah gini emang.. serasa perut bunda lapangan bola” cibirnya namun dia terkekeh saat tendangan itu kembali terlihat.



"Ia..ia.. bunda kalah.. kalian bener.. duh.. duh..” ucapnya membuatku panic dan bangun. dia juga langsung bangun dan turun dari kasur. Aku mengikutinya namun pintu ditutup dari dalam, aku menunggu tak sabaran diluar pintu hingga ia keluar dari sana dengan bedrobe melekat di tubuhnya, kepalanya dibungkus handuk habis keramas.



“aku nungguin loh Hanna.. aku pikir kamu kenapa-kenapa eh malah keluarnya udah seger aja’ beritahuku aku bagai orang bodoh jika begini, dia malah tertawa.



“aku kebelet pipis Mr. suami.. mereka menendang kandung kemihku, makanya sekalian kekamar mandi yah sekalian mandi” jawabnya tanpa beban.



“okey.. aku mandi.. habis dhuha.. kita berangkat.. sarapannya ,makanan jepang aja.. aku lagi pengen makan ramen sama udang hokben” pintaku dan dia mengangguk semangat.


__ADS_1


Yap kehamilannya sudah memasuki minggu ke 36 perkiraan lahiran masih antara 2 - 3 minggu lagi, jadi sebelum lahiran aku akan mengajaknya babymoon dekat-dekat aja sih.. karna gak mungkin aku ikutin kata ummi untuk pergi keDubai kasian Hanna nanti kelelahan apalagi bobot mereka diperut udah berat kata dokter Tari, jadi kadang aku gak tega lihat kakinya yang bengkak gara-gara membawa beban hampir 6 kilo bayangkan, kita angkut beras 6 kilo aja jika itu wanita udah pasti gak bakalan kuatkan tapi istriku mampu membawa bayi kita dengan aman diperutnya.


Jujur saja jika aku juga bisa merasakan hal itu aku sudah mengalihkan perutnya yang buncit keperutku. Tapi jika hal itu terjadi pasti seluruh manusia dibumi pasti akan menjerit histeris, karna hal itu tidak mungkin terjadi. Dan aku memuji seluruh wanita dibumi ini termasuk ibuku dan ibu mertuaku. Kalian adalah makhluk yang special yang mampu menahan beban saat mengandung, lain lagi dari mualnya, kram mungkin terjadi, lain lagi kaki yang bengkak seiring bertambahnya usia kandungan,  bolak balik kamar mandi, sakit pinggnga dan banyak lagi yang tidak pernah dirasakan laki-laki. Dan jujur saja aku menyesal telah melukainya dulu.


Aku selesai bersiap, namun aku terkejut saat aku teralu focus dengan diri sendiri hingga tidak sadar jika istriku tengah berjuang disana, memasang kaos kakinya, yang bahkan tak sampai separuh kebawah.



“panggil aku kan bisa Hanna” protesku sebal, dia memang agak bandel dan jawabannya selalu.



“aku tak ingin merepotkan kamu Mr. suami” nah.. udah hafal aku.



“kamu lebih kerepotan dari pada aku.. dan stop jangan protes” tukasku tajam saat ia hendak berbicara lagi, dan benar dia diam. Selesai dengan kaos kaki, aku memakaikan sepatu tanpa hak yang nyaman untuk ibu hamilku yang sexi ini. Dia bukan gemuk tapi berisi, dan aku suka Hannaku menggemaskan. Oh ya bukan hanya aku dan Hanna yang akan baby moon Aisyah dan Daniel juga bakalan ikut.



Aku menggendongnya dan mendudukkan dia kekursi roda, awalnya saat usia kandungan Hanna masuk 30minggu dia tidak pernah mau mengenakan ini namun mungkin dia juga merasa lelah berjalan makanya dia mau-mau sendiri akhirnya.


Walau tak melulu menggunakan kursi roda, hanya saat dia benar-benar merasa lelah saat berjalan. Daniel sudah menunggu di mobil APV dengan sopir paman Anthony didepan bersama bibi Maggie, paman tidak ikut dia hanya mengantarkan kami saja kebandara. Dan diposisi tengah ada aku dan Hanna, dan jok belakang ada Daniel dan Aisyah yang perutnya juga membulat sempurna, cumin bedanya punya Hanna ebih menggunung.


...


...


Kita istirahat divilla milikku, setelah selesai melakukan ritual siang, seperi shalat, dan makan siang. Hanna juga sudah meminum smoothiesnya dan menyemil buah kesukaannya dan baby tentu saja. Yap anak-anakku lebih suka nyemil buah, itu karna Hanna juga tidak ingin ngemil sembarangan. Istriku memang baik… lama memperhatikannya yang tertidur pulas, kini aku menyusul karna aku juga lelah.


Satu minggu dibali ternyata luar biasa, Hannaku juga begitu ceria sepertinya dia memang ingin jalan-jalan, dan untung saja pekerjaanku rampung jadinya kita bisa babymoon disini. Ini terakhirnya kalinya kita menikmati pantai bali dan menatap sunset yang indah, aku menggengam tangannya dan berjalan beriringan menikmati lembutnya pasir dan sepoian angin, matahari bergerak perlahan untk bersitirahat. Hanna berhenti melangkah, dia menatap matahari yang perlahan-lahan menghilang. Hingga warna jingga yang indah terbias sempurna diujung lautan sana membuat aku merasa takjub.



“senja…..” dia mulai bersuara dengan mata masih terus menatap sinar jingga itu.



“ciptaan tuhan yang begitu indah dan mampu memanjakan mata….”

__ADS_1



“ awannya yang berwalah berawarna putih tergantikan oleh warna jingga yag seakan membius kita sang pengagumnya…”



“senja terlihat begitu menawan dengan keindahan cahayanya yang berbeda dari yang lain.”



“indah namun tak lama” ucapnya. Lalu dia menatapku lekat



“sama seperti dunia, dia begitu indah, begitu memikat hingga kita terbuai dan terbawa kedalamnya hingga kita lupa, bahwa dunia tak selamanya. hingga kita lupa bahwa dunia penuh tipu daya. sama seperti umur manusia.. tak selamanya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan terhenti disaat-saat tertentu. Begitupun dengan senja, ketiga kata yang berbeda namun memiliki waktu yang sama yap sementara. Seperti cinta… jika kita salah memaknai cinta, dia ternoda dan sinarnya akan suram dan menyakiti dan pesannya yang seharusnya berakhir indah seperti senja malah berubah pekat dan saling membenci dan dia akan sementara singgah dihati karna terlanjur disakiti. Namun jika kita pandai memaknai cintai.. itu akan berlangsung selamanya seperti cinta seorang hamba pada rabbnya. Seperti cinta ummat pada nabinya. Dan seperti pengharapan cintaku padamu yang selalu kupanjatkan dalam doaku agar cintaku hingga samapi disurganya. Sama seperti makna senja, dia meninggalkan pesan jika hari kamu gagal matahari akan lebih bersinar esok hari jadi masih ada kesempatan untuk meraih mimpi itu."


Aku tertegun, kata-katanya begittu indah, aku terharu tentu saja. Aku lagi-lahi terpikat olehnya, air mata haru menyeruak dan membasahi pipiku. Yaallah.. beta bersyukurnya hamba engkau memberikan seorang pendamping hidup seperti dia. Hamba bertambah mencintainya yarab…sucikanlah cintaku hanya karnamu’ do’aku dalam hati lalu bergerak kebelakang dan memeluknya dari belakang, masih dengan kami yang sama-sama menikmati senja.


“istriku…” bisikku dan dia mencengkram lembut tangannku yang berada diatas perutnya.



“apakah aku pernah bilang padamu bahwa melihatmu saja kegelisahanku seakan sirna, melihatmu tersenyum dan tertawa, bahagiaku seakan sempurna, dan melihatmu menangis adalah luka terdalam yang aku punya.” Dia terkekeh kecil dan membawa tangangku kebibirnya yang tertutup cadarlalu menciumnya, membuatku terharu.



“Mr. suami.. anda baru saja mengatakannya.. dan kamu tau jantungku berdebar” ungkapnya jujur.



“dan melihatmu bersujud kepadanya dengan penuh cinta, membuat imanku bertambah padanya, karna aku merasa allah begitu menakjubkan dan maha luar biasa serta maha baik hingga ia mengirimkan salah satu dari ribuan wanita dibumi untuk menjadikan kamu pendamping hidupku”ungkapku.


Hingga adzan magrib berkumandang, kami sama-sama terdiam memejamkan mata menikmati suara indah panggilan untuk seluruh ummat muslim jika sudah tiba saatnya kita kembali pada allah.


“masih kuat jalan sampai vila?” tanyakukawatir, dan dia mengangguk.



“kita shalat dimasjid aja boleh?” tanyanya dan aku mengangguk setuju. Daniel juga terlihat dari depan kami sepertinya sedang menunggu juga. Kami menuju masjid bersama dan berpisah karna tempat laki-laki dan perempuan yang berbeda.

__ADS_1


TBS


Jazakumullah Khair


__ADS_2