
بسم الله الرحمن الرحيم
...Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama ya sobat....
.........
...Revisi typo bertebaran setelah tamat dan afwan..he..he.....
..........
...Selamat membaca...
.......
Aku terkejut saat aku terbangun hendak mengerjakan shalat malam, aku melihat suamiku tengah khusuk disana, menghadap kiblat berdiri dengan tegaknya membuatku meneteskan air mata.
Sejak kapan dia berubah, sejak kapan dia menjadi seperti sekarang, kenapa aku tidak sadar selama ini. Aku melihat jam ternyata masih terlalu dini yaitu jam 1 biasanya aku akan bangun sekitar pukul 2 dini hari atau palig terlambat pukukl 3 dini hari. Dan aku mulai mengerti, pantas saja aku tidak tau, dia beribadah sembunyi-sembunyi dariku tapi kenapa? Batinku bertanya-tanya.
Aku lekas beranjak dari kasur. Membereskan sebentar lalu berlari memasuki kamar mandi aku tidak ingin ketinggalan moment ini. Moment dimana aku berdiri dibelakangnya menjadi makmum saat melaksanakan shalat malam, impian terbesarku.
“jamaah ya kak Rys” ucapku lirih menahan tangis haru seraya menepuk lembut punggunnya yang baru saja bertakbir memulai rakaat baru, tidak aku harus khusu’ karna ini adalah kesempatanku bermesraan dengan allah diwaktu terdekat seperti ini.
Dia mulai membaca al-fatihah dan surah Ar - rahman dan aku terbuai oleh suaranya yang merdu. Mebuatku tenang dan hanyut dalam ibadah yang aku jalani. Hingga salam sebagai akhir dari mengerjakan shalat yang sudah kita lakukan sebanyak 4 rakaat tahajud. Berzdikir dan berdoa, aku menangis mencurahkan segala kebahagian yang membuncah didada.
‘yaallah yarabbi atas segala kuasa dan kebesaranmu,, yang maha melembutkan hati dan maha membolak-balikkan hati manusia. Terimakasih atas anugrah terindahmu ini.. mengembalikan suamiku kedalam jalanm yang benar, terimakasih atas hidayah yang engkau berikan padanya. Terimakasih telah menjadikan hamba istrinya. Tidak ada kebahagian yang lebih membahagiakan dari bukti keislamannya padamu. Bukti dia telah bersujud dengan khusuk padamu.. yarab.. aku sungguh bersyukur atas ini. Tidak ada sekutu bagimu yaallah.. yang maha pegasih maha penyayang dan maha besar.. terimakasih yarabbi..’ lirihku dalam doa lalu menatap punggungnya yang bergetar dengan bersimpun menghadap tuhan, aku terharu masyaallah.
__ADS_1
Hingga ia selesai dalam sujud panjang, berbalik menatapku dengan mata sembabnya sama sepertiku, lalu ia menjulurkan tangannya padaku dan aku hanya diam hingga ia bersuara.
“Hanna!” tegurnya. Bukannya malah menyambut uluran tangan itu aku malah memeluknya erat dan dia balas memelukku.
“aku bahagia atas anugrah allah ini… kamu tau cintaku padamu bertambah kak Rys.. mencintaimu karnanya.” Ungkapku seraya menangis didanya, dan aku yakin baju kokonya sudah basah dengan air mata.
“kenapa tidak bilang.. sama Hanna.. kapan kakak bersyahadat?” tanyaku menatapnya penuh tuntutan aku butuh penjelasan. Dia tersenyum begitu lembut , begitu menentram jiwaku. Di menarikku lembut hingga aku tertidur dipahanya dimana kamis lesehan dilantai diatas sajadah.
“akan aku ceritakan jadi dengarkan baik-baik!” jawabnya dan aku mengangguk antusias sangat semangat mendengarkan ceritanya.
“saat aku pergi dulu selama 1 bulan itu, aku pergi kesini tempat dimana abi menimba ilmu dan bersyahadat disini, seorang guru yang ternyata teman abi saat belajar islam. Aku pergi bersama Daniel dan paman kesana, karna kami akan belajar bersama. …….” Dia menceritakan semuanya dari dia yang awalnya sanagt kesusahan membaca ayat demi ayat surah al-quran hingga akhirnya dia berhasil fasih membaca serta enghafalkan al-qur’an, masyallah sekali kejeniusan yang allah titipkan diotaknya, aku saja kalah.
“Mr. Husband telihat 2 kali lipat lebih ganteng saat menggunakan gamis ini serta kopyah itu, lebih ganteng dari pada saat memakai jas itu. Terlihat dua sisiyang berbeda jika mengenakan pakaian ini kakak terlihat lebih sederhan namun menakjubkan. Sedangkan saat mengenakan setelan kerja terlihat lebih berwibawa dan sedikit beban.” Pujiku dan hanya tersenyum dan tak lupa mengecup keningku dalam.
“terimakasih atas pujiannya, dan besok kita akan mengunjungi rumah guruku dimana kami tinggal saat belajar disana, sebelum pulang mau tidak?” tanyanya tentu saja aku mau sangat mau.
+++++++++++++++
“assalamu’alaikum Syeikh.” sapa kak Daniel dan kak Alardo, sedangkan aku dan kak Lena hanay diam.
“waalaikumsalam warahmatullah.. ayo ayo masuk!” ajaknya, mempersilahkami duduk dengan bahasa Arab yang kental, untuglah aku sedikit-sedikit paham.
Sedangkan dua lelaki itu begitu luwes menjawab pertanyaan Syeikh yang belum aku tau siapa namanya. Dan seorang gadis bercadar datang membawa nampan berisi suguhan untuk kami. Dan aku sedikit paham akan apa yang Syeikh itu ucapkan.
“dia putriku, dia baru saja masuk universitas Al-qawariyyun. Namanya Fatima” ucapnya lalu seorang wanita paruh baya yang juga bercadar datang dan duduk diantara putrinya. Yang duduk ditengah-tengah mereka.
“oh ya siapa gadis dibelahmu putraku? Tanyanya pada Alardo.
__ADS_1
“dia istriku syeikh seseorang yang aku ceritakan kepada anda, namanya Hanna.” jawbanya dan aku mengangguk kikuk.
“masyallah.. luar biasa, dibalik suksesnya seorang lelaki ada seorang perempuan disampingnya dan dibalik gagal seorang lelaki ada perempuan juga dibaliknya. Dan nak kamu beruntung mendapatkannya.” ucapnya yang sama sekali tidak aku mengerti kara terlalu cepat, dan kamus otakku yang loading kekurangan jaringan makanya aku tidak bisa menerjemahkannya.
“syeikh benar aku beruntung memilikinya, sebuah anugrah dari tuhan untukku.” ouh... aku tersipu akan ucapannya, saat dia menggengam tanganku dan melirikku sekilas saat dia mengatakan itu luar biasa sekali, dia baru 3 kali berkata manis padaku dan disini dia juga melakukannya dengan luwes.
Kami terlibat perbincangan hangat, ternyata Syeikh muhammad Hasan Alwazzan bin muhaamd Al-wazzan ini memiliki 5 anak 3nya lelaki sudah berkeluarga dandua perempuan dimana yang satunya adalah kembaran Fatimah sudah menikah dan ikut suaminya. Tinggal Fatimah yang katanya sudah bertunangan anak Syeikh juga sepertinya dan teman masa kecil. Dia juga seumuran denganku hanya beda jam, waktu, bulan dan hari kelahiran okey tak penting. Hingga saatnya aku pulang, dia Fatimah memelukku erat, dia merasa kesepian lagi, ada aku dan kak Lena dia merasa punya teman bicara.
“aku harap kalian datang dihari pernikahanku” ucapnya setelah memelukku dan kak Lena bergantian.
“insyaallah.” jawab kami.
“aku menyimpan Email dan sosmedmu,insyallah aku akan menghubingimu sesering mungkin.” Ujarnya.
“dan aku tak sabar menunggu.” jawabku, kami menggunakan bahasa Indonesia walau pelafalannya tidak terlalu baik tapi aku takjub karna dia tau bahasa negaraku, cinta banget dah Indonesia bisa terkenal juga sampai kesini, love deh sama warganya yang memang terkenal ramah.
...TBS...
...Alhamdulillah.......
...Jazakallah khair.....
...Untuk sobat semua yang telah membaca, jangan lupa vomen ya sobat semua berikan dukungan kalian untuk kemajuan dan kebikan karya ini....
...Terimakasih banyak banyak...
__ADS_1
^^^LUV kalian^^^
^^^By bookpane^^^