BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 72


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


...Selamat membaca...


.......


.......


.......


...Setelah menjalani terapi, akhirnya Hanna kembali kesedia kala, seperti sekarang dia tengah bermain bersama kedua jagoannya yang bernama. ...


'RAFASYA IBRAHIM MAHASIN KHAIZURAN ZACHCARY' DAN RAFEYFA ABRAHAM NAQEEB ZHAFIR ZACHARY' dan dia putra ketigaku yang selalu kusimpan dihatiku ARHAM HAIDAR CHIEKO RIZQULLAH ZACHARY'. Kami sedang ditaman bermain bersama Aisyah dan kak Lena yang tengah mengandung 4 bulan itu sedangkan Aisyah masih 3 bulan.



"abang cih.. lihat tuh.. layangannya jadi terbang." ucap Abraham.. pada abangnya, yang hanya menampakkan wajah tenang jika begini dia terlihat seperti suamiku.... Yang katanya membeli eskrim untuk anak-anak dimana para lelaki itu kenapa lama.


... "yaampun...!" desis Aisyah dan kak Lena menatap sesuatu disisi kanan mereka dengan tatapan menahan amarah. Aku mengikuti arah pandang mereka dan sekarang aku mengerti kenapa mereka terlihat marah. Suami mereka malah berbincang bersama 3 wanita yang berbapakaian olarhraga sepertinya mereka sedang berolah raga. ...


... "gini laki-laki seakan masih bujangan gak inget istrinya lagi bunting." sebal Aisyah. Yang diangguki setuju oleh Kak Lena....


"bener emang gak inget dia mau punya anak.. awas aja entar!" ucapnya penuh ancaman, lihat tangan sigadis bela diri ini mengepal kuat, aku mengusap bahunya agar tahan emosi.. bisa-bisa brojol kan berabe.



"sabar.. kak.. Aisyah... merekakan hanya ngobrol." ucapku tenang.



"eh gak bisa gitu Hanna.. jadi perempuan jangan tenang-tenang aja...! apalagi pasrah-pasrah aja gitu enak jadi mereka nikung gak ada yang tau." cetus Aisyah.



"ia dek.. bener kata Aisyah... kita juga harus waspad dan siaga... apalagi kayak Alan yang mantan pleboy cap kadaluarsa itu...huh..." kesalnya.



"lagian kamu kok tenang-tenang aja sih..? suami kamu itu walau kaku gitu pesonanya lebih ternilai dari pada Mas Daniel sama kak Alan." tanya Aisyah.



"heum... apalagi Alardo sadar kalo dia ganteng bisa-bisa tebar pesona." sambung kak Lena, mereka kompak mengipasi apiku yang padam didalam hati. Aku menatap anak-anak yang masih asik bermaian disana lalu menatap kak Lena dan Aisyah.



"kita juga boleh kok menjaga apa yang diamanahkan sama allah termasuk menjaga keutuhan rumah tangga. Tapi ada batasannya gak boleh terlalu curiga hingga menimbulkan seudzon dan memicu pertengkaran. Nah curiga ini adalah bisikan setan kalo kita terpancing sama nafsu kita, timbulnya pertengkaran tidak bisa dielakkan lagi. Dan salah satu kuncinya ya kita ajak ngobrol tentang apa yang mengganjal dalam hati tanpa ada unsur menyinggung karna lelaki itu selain keras dia juga mudah tersinggung apalagi jika egonya yang disinggung." Jelasku, mereka mengangguk paham.



"bukannya aku gak ada rasa was-wasa itu cuman kembali lagi was-was itu perbuatan setan dan aku gak mau dong jadi ikut-ikutan. Dari pada seudzon lebih baik bertanya. Lagian kak selama aku tidur 3tahun jika kak Rys emang ada main dengan perempuan sudah ia lakukan waktu itu, dan aku yakin dia nyerah sama aku, makanya aku percaya selagi dia mau menjaga kepercayaan yang aku berikan untuknya." Ujarku seraya tersenyum, hingga lengan seseorang melingkar diperutku, aku menoleh kekanan dan kudapati senyumnya yang indah, ya suamiku tak kaku lagi saat tersenyum tak pelit lagi tapi... ada tapinya.. dia begitu hanya didepan kami dan anak-anak.

__ADS_1



"pinter ini.... Istri aku, lagi gak kangen hukuman jadi jawabnya pinter." candanya, dan aku tergelak.


"siapa emang yang mau dihukum"


"gak ada hanya saja kamu suka dihukum secara tersirat." bisiknya.


"mereka kenapa?' Tanya kak Rys padaku saat melihat wajah cemberut kak Lena dan Aisyah.


"cemburu tuh lihat mereka lagi berantem manja." jawabku. "masa perikahan hangat-hangatnya mereka jadi berantem- berantem manis." Lanjutku dan terkekeh kecil diikuti kak Rys yang masih duduk dibelakangku dan memelukku dari belakang.



"kita pernah gak berantem manja gitu?" tanyanya, aku menatapnya dalam .



"kita bahkan lebih sensasional loh dari pada mereka untung kan gak sampai banting perabotan."



"bisa aja kamu nih." gemasnya.



"kamu yang kaku dan cukup tertutup buat ungkapin perasaan kamu jadi aku dan kamu sering salah paham dan Mr. suami jusa sih yang..."


"apaan ih" sebalku lalu melepaskan belitan tangannya mencubit bibirnya gemas lalu berdiri dan menatapnya dengan mata mengejek.



"dasar Mr. suami bermulut boncabe dan sekaku es tembok." Ledekku lalu berlari dari sana.



"hey.... Hey... jangan lari ya Mrs. Istri...! lihat aja kamu akan mendapat hukumanmu nanti dirumah habis kamu sama aku....!" Ancamnya seraya mengerjarku, kita sepertinya lagi beradegan alay lari-larian kayak bocah he..he.. lucu juga tapi.. dan aku tertantang.



"gak takut....!" Teriakku, lalu ketiga bocilpun ikutan.



"ia ayah gak takut.. ada kita jagaian bunda." teriak siabang.



"hooh adek juga gak takut wle...." Menjulurkan lidahnya pada sang ayah.


__ADS_1


"Ella juga gak.. om..." teriaknya..kami lari-larian layaknya bocah dan si ayah satu itu menjadi pemburu dan kita yang diburu. Ini sangat menyenangkan, hingga akhirnya kami lelah dan anak-anak beristirahat sedangkan aku dan kak Rys menjauh dari mereka dan beridiri dibawah langit yang cerah diatas rumput yang hijau dan lebat.



Dia memelukku dari belakang meletakkan dagunya diatas kepalaku, aku menakup punggung tangannya yang memeluk perutku.



"Mr. suami" panggilku.



"heum....?"



"aku pernah bilang gak sama kamu.. bahwa kamu adalah Mr. black perlku yang elegan."



"dan kubangan yang membuatku ingin melupakannya. Mutiara hitam pekat yang menakutkan dan tidak indah" potong suamiku.



"kata siapa, mutiara hitam itu langka.. seperti kamu yang hanya ada satu didunia ini, dimana yang langka itu suamiku. Satu-satunya yang akan menjadi mutiara hitam hiasan rumah tangga kita yang langka indah dan elegant dengan cirri khasnya. Dan satu-satunya mutiara hitam ayah dari anak-anak kita."



'saat kamu berlari dari bayangan, sejatinya dia tidak pernah berhenti mengikutimu, kamu berlari bayangan juga akan ikut berlari, kamu berjalan bayangan juga ikut berjalan, kamu berhenti bayangan juga ikut berhenti. Namun yang harus kamu tau... bayangan tidak akan ada tanpa adanya cahaya. Seperti masa lalu kita, milik kita dan tidak untuk kita. Karna apa masa lalu bukan untuk kita lupakan, bukan untuk kita hindari karna dia akan selalu menjadi bagian dari hidup kita. Namun ... jika masa lalu tidak ada maka masa depanmu tidak ada, jika masa lalu tidak ada kita akan tetap dititik itu dan tidak akan pernah ada garis finish maupun start dalam kehidupan. Masa lalu adalah titik awal perjuangan kita dan belajar dalam menjalani kehidupan.'



"seperti saat kita berlari, tidak mungkin kita akan sampai garis finish gitu aja pasti kita akan memulainya dari startd dulu. Sepertikita sekarang tidak mungkin lahir langsung besar pastimelawati masa indahnya dipangkuan ibu, masa indahnya tertawa tanpa beban, dan masa indahnya bermain dengan teman, masa indahnya meraih impian, hingga masa dimana kita akan ditantang dunia. Begitu pula masa lalu ada yang menyedihkan dan membahagiakan kelam ataupun penuh tawa. Dan masalah ataupun hal yang menyenangkan. Bagian tak baik ambil buat pelajaran agar dimasa depan hal itu tak terulang lagi dan jika hal indah maka bingkailah dengan indah diingatan dan dihatimu agar hal itu menjadi hal menarik untuk diceritakan ke anak cucu" jelasku, aku merasakan pelukannya semakin erat, ia menenggelamkan wajahnya dipucuk pelaku lantas berbisik.



"entah apa yang akan terjadi jika waktu itu aku menolak kakek untuk menikahi cucunya yang luar biasa ini. Mutiaraku yang berkilau begitu indah dibalik tiram yang sangat apik bersembunyi diterumbu karang dipedalaman lautan." Aku tersenyum menanggapinya. Dan berbisik dalamhati yang gemuruh


' karna allah, engkau persatukan kita maka jika boleh hamba meminta persatukan pula hamba dengannya kelak yarab... bersama orang-orang yang hamba sayangi dan putra hamba yang sedang menunggu disurga sana aamiin.."


"ayah peluk-peluk bunda mulu ih." kesal Ibrahim si abang menarik kuat tangan ayahnya agar menjauh lalu sang adik menarik tanganku. Sepertinya suamiku lupajika dia punya rival. Aku terkekh dalam hati melihat wajahnya yang nelangsa dengan kedua putranya dia begitu mengalah.



"pulang woy... kalo kurang masih ada rumah...!" teriak kak Dimas menggoda kak Rys yang sudah bermuram durja. Akusudah diseret oleh kedua jagoanku dan berjalan didepan ayahnya yang bersungut sebal



"next... baby cewek deh yayank..." bisiknya sebelum diteriaki kedua putranya ini.. aku mengaminkan dalam hati..


...TBS...

__ADS_1


...Jazakallah khairan...


__ADS_2