BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 49


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


...Hai sobat...


...Selamat membaca ya...


...



...


Hari ini aku begitu sibuk dikantor,  hingga aku lupa jika hari ini ada janji temu dan menjemput keluargaku dibandara. Telfonku berdering, seseorang yang membuat janji temu denganku menelfon dan berkata jika dia sudah berada dicafe yang letaknya diseberang kantor. Aku mengabari Anggun yang sebentar lagi akan cuti hamil, kalau  aku pergi keluar dan tidak akan kembali lagi kekantor, jadi jika ada sesuatu dia meberi tahu Daniel atau paman Anthony.


“sudah lama?” tanyaku pada seseorang lelaki benar dan lelaki gemulai disampingnya.



“tidak kami baru saja sampai Mr.”


“bisa kita mulai?!” ujarku seraya melihat jam yang melingkar ditangan sebentar.



“tempat dan semua sudah selesai. Semuanya sudah beres sesuai permintaan anda” jelasnya dan aku mengangguk lega.



Setelah dari Café aku menjemput, abi,ummi dan Alana dibandara, dan aku rasa cukup terlambat membuatku merasa bersalah karna membiarkan mereka menunggu.



“maaf telat” ucapku datar.



“gak papa.” ucapabi tenang



“makanya sok-soak mau melakukan semuanya sendiri, lihatkan kewalahan.” sindir ummi, ya dari kemarin dia merajuk padaku karna aku tidak ingin merepotkannya.

__ADS_1


Selagi aku bisa melakukannya aku tidak ingin merepotkan kedua orang tuaku. Kecuali pada Hanna aku suka sekali bermanja padanya. Huft aku rindu.. seharian ini aku sibuk sendiri hingga lupa mengabarinya. Selesai dengan mengantar mereka kerumah lama, aku kembali mengendarai mobil menuju kepenthouse dimana istriku pasti sedang menunggu.


---------------------


“assalamu’alaikum!!” salamku dan benar dia berlari dari arah dapur dan menyambutku dengan ceria seperti biasa.



“waalaikumsalam warahmah Mr.suami.. sibuk banget ya..?” ucapnya begitu pengertian membukas jas dan dasiku lalu beranjak dari sana, tak lema kemudian dia kembali dengan membawa madu hangat.


Yap dia mengubah kebiasaan minum kopiku menjadi minuman madu hangat terkadang dicampur dengan kurma cair yang dia buat sendiri dan itu sangat enak. Sesekali dia juga memberiku kopi biar gak bosen katanya. Aku gak akan pernah bosan jika yang buat dia’batinku.


“sini coba dulu nih!” kataku menyodorkan mug berisi madu hangat itu padanya.



“loh kenapa?” tanyanya.



“hanya mencoba.” ucapku tenang dan dia menurut dengan mug tetap aku yang pegang, dia hanya minum 3 tegukan kecil dan setelahnya aku yang menghabiskan.




“emang mau kemana?” nah.. mulai dia’ batinku



“hanya sekedar jalan-jalan sudah lama gak jalan, lebih sebulan” jawabku dan dia mengangguk semangat.



“yaudah bersih-bersih sana, terus istirahat jika lelah.”



“sama kamu.” jawabku lalu pergi dari sana tak mendengarkan dumelannya.


__ADS_1


Saat senja mulai menampakkan diri, kita sedang berada dalam perjalanan menuju tempat tujuan, dimana  hanya aku yang tau.. aku akan memberikan kejutan untuk istriku yang hari ini lumayan pendiam sepertinya dia tau jika hari ini aku tidak ingin banyak ditanya.



“hotel.. ngapain?” tanyanya setelah kita sampai.



“mau ketemuan sama orang-orang penting.” jawabku, lalu membawa tangannya dalam genggaman, mengajaknya untuk masuk.


Aku berbicara pada resepsionis sedangkan Hanna berdiri 5 langkah dibelakangku dengan kepala menunduk. Setelah selesai, aku mengajaknya meniki lift menuju kamar yang sudah direservasi tadi siang.


“kita mau nginap disini?” tanyanya saat, kami sudah berada di sebuah kamar dengan no. 416, aku hanya diam dan tersenyum tipis.



“aku tuh butuh jawaban kak Rys..!!” rengeknya, hingga pintu terbuka menampak adik kecilku yang sudah berhambur memeluk istriku, ya sejak menikah dia lebih suka memeluk kakak perempuannya ini dari pada aku.



“aku tak kau peluk?” sindirku, dia hanya terkekeh konyol namun kemudian memelukku.



“jadi mau ketemu sama abi dan ummi disini?” tanyanya senang, aku mengangguk, yapkejuta untuknya yang sudah memeluk kedua orang tuaku.



“kangen ih” ujar Hanna saat ummi memeluknya erat.



“sama sayang.. yaudah abi sama Al pergi saja sana.. ini waktunya para wanita” usir ummi, membuat kami mendengus malas. Walaupun begitu tetap pergi dari sana.


... Adzan magrib berkumandang, abi menjadi imam kita shalat magrib berjamaah di kamar parawanita. Daniel dan paman Anthony masih dikediaman mereka rencananya mereka akn menyusul setelah shalat Magrib. Selesai shalat kami keluar lagi meninggalkan para wanita dikamarnya....


...Alhamdulillah bisa up lagi setelah kemarin-kemarinnya cukup sibuk...


...Jazakumullah khair buat kalian semua sobat ...


...Jangan lupa dukungan kalian ya.....

__ADS_1


^^^Tekan tombol berbintangnya lalu koment. ^^^


^^^LUV kalian ^^^


__ADS_2