
بسم الله الرحمن الرحيم
...************...
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Pagi kembali menyapa, Hanna baru saja berdiri untuk mengerjakan shlat dhuha, Aisyah sudah pergi dikawal Daniel untuk pergi kuliah. Alardo masih tertidur di kasur yang berada didalam ruangan. Jadi ruangan VVIP plus ini memiliki vasilitas lengkap seperti dihotel. Dan ada ruangan berukuran sedang berisi ranjang single namun lebar dan telivisi LED yang cukup besar terdapat kamar mandi disana, dan satunya diluar ruangan itu. Dimana tempat itu ditempati oleh Alardo dan Daniel sedangkan paman Anthony tidur di sofa bad yang ada di ruangan sedang itu juga. Hanna dan Aisyah tidur diranjang khusus menemani pasien. Tidak terlalu besarseperti kasur yang ditempati Alardo dan Daniel namun itu cukup untuk dua gadis kurus itu.
Hanna mengaji surah Al-waqi’ah seperti kebiasaannya, ia ijin tidak kekampus untuk menemani kakeknya. Ia duduk di kursi yang berada disamping berankar pasien, berharap kakeknya mendengarkan bacaannya. Sesekali ia menyeka air matanya yang semalam ia tahan agar tidak membuat semua orang kawatir. Selesai dengan suarah Al-waqiah ia membaca surah lainnya seperti.
QS. YUNUS: 57
Yaa ayyuhan-naasu qad jaa’atkum mau’idzatum mirrabbikum wa syifaa’ul limaa fis-suduuri wa hudaw wa rahmatul lil-mu’miniin.
‘Hai manusia, sungguh harus datang kepadamu pelajaran dari tuhamu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit ( yang masuk)didalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orag-orang yang berima.
QS. ASY- SYU’ARA:80
‘Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yag zalim selain kerugian.’
Tangisnya pecah saat mulai melafalkan ayat yang ia hafal, menangia seraya menggenggam tangan kakeknya yang dingin dan bebas dari selang infus.
“heronya Hanna.. bangun ya.. hiks..hiks.. taukan Hanna sendiri disini.. kalo Heronya Hanna pergi, Hanna sama siapa buat berjuang didunia ini.. hiks.. hiks.. Hero sudah janjilo sama Hanna, akan menemani Hanna sampai impian kita terwujud.. hiks..”
“eh salah ya.. kakek gak pernah berjanji seperti itu sama Hanna.. Hanna buat buat biar kakek mau bangun!” ucapnya dengan penuh kesedihan mendalam, hingga ia teringat akan ucapan kakeknya saat ia masih berumur 11 tahun dan paling suka mengeluh apalagi akan sikap paman anak angkat kakeknya yang suka seenaknya.
‘Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
‘(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘ innalillahi wa inna ilaihi raji’un’( sesungguhnya kami milik allah dan kepadanya kami kembali.)
__ADS_1
‘Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk’
QS. ALABAQARAH: 155-157
Hanna menatap dalam sang kakek, hatinya tenang saat mengingat ayat-ayat allah dan nasehat kakeknya. Tanpa Hanna tau 3 orang lelaki berbeda umur itu mendengarkan setiapapa yang ia baca, tanpa sadar merasuki relung hatinya dan mengantarkan senasi asing yang tidak bisa dijelaskan oleh ketiganya. Namun satu membuat hatina tenang dan bergetar hebat.
Hanna berbalik saat ia mendengar suara derit pintu dibuka, ternyata paman Anthony yang membawa tentangan plastik.
“sudah shalatnya?” tanyanya lembut.
“sudah paman.”
“apa saya tidak mengganggu ibadah anda nona?” tanyanya.
“tentu saja tidak lagi pula sudah selesai kok.. oh ya paman bawa apa?” tanyanya.
“saya membeli makanan untuk kita sarapan, apakah Daniel dan tuan Zach sudah bangun?”
“entahlah.. paman bisa memeriksanya dan saya akan menyiapkan ini semua!”
“baiklah”.
Athony pergi memasuki ruangan itu dan melihat Alardo dan Daniel sudah rapi dengan setelan bekerjanya.
“selamat pagi.” sapa Hanan ceria saat melihat ketiga lelaki itu keluar dari sana. Daniel, Alarado dan Anthony terparangah akan perubahan Hanna, tadi gadis itu menangis pilu tapi kini ia menyapa mereka dengan begitu ceria seakan tidak pernah menangis sebelumnya, seakan ia tidak merasakan pahitnya musibah yang ia dapatkan.
“heum.. tadi kau menangis sekarang kau tersenyum seakan tak pernah menangis.” celetuk Daniel tanpa beban dengan ajah datarnya sesekali menyuap makanan.
“benarkah.. karna aku memang seperti ini.” jawab Hanna bingung juga akan ucapan Daniel, karna ia memang seperti itu.
“ya.. kau memiliki perasaan emosi yang eum.. aku bingung menjelaskannya.”
“jadi jangan coba menjelaskan, tapi cobalah memahi dengan rasa” jawab Hanna ambigu, ia tersenyum penuh arti ia juga bingung untuk menjelaskannya. “karna semua hal tidak harus dijelaskan tapi rasakan melalui hatimu, lihat mata sebagai sarana anda menyelami hati seseorang” lanjutnya.
Membuat Daniel memandang Hanna dalam membuat Hanna sedikit salah tingkah, dan Daniel mendapatkan tendang kuat di tulang keringanya membuat dia menahan geraman rasa sakit seraya menatap Zach tajam dan Zach sama sekali tak terusik akan hal itu.
“jadi jika ada diantara kalian nanti yang menikah, dan melihat istri kalian menangis, jangan menuntutnya untuk menejelaskan, rasakan perasaannya dengan membawanya dalam pelukan hangat tenangkan dia dengan usapan ketulusan, barulah ajak ia bicara setelah istrimu merasa tenang, tataplah matanya agar kalian juga mampu merasakan emosi yang istri kalian rasakan. Begitupun cinta bukan, tanpa dijelaskan kita mampu merasakan.” Nasehatnya seakan sudah berpengalama akan hal itu. Anthony terkekeh, bahkan ia mengusap sebentar pucuk kepala Hanna membuat Zach berdeham keras.
“heum.. anda mengatakannya seakan sudah berpengalaman.. sangat lucu.” ucap Anthony tanpa peduli pada Zach yang sudah berang disana.
“heum.. kakek yang mengatakannya paman.. euh bakah dia begitu menyangjung-nyanjung istrinya membuat aku cemburu, hihi.. tapi aku juga tau ia juga memiliki besarnya cinta padaku.”
“kenapa kau seceria ini nona.. saya bangga padamu..!”
__ADS_1
“wow paman aku tersanjung.” candanya.
Hanna terdiam sebentar karna menelan nasinya lalu menatap 3 lelaki didepannya yang dua wajahnya sama sekali tidak bersahabat dan paman Anthonya dengan wajah bersahabat.
“taukah kalia..!”
‘matahari tidak pernah tersinggung ataupun merasa keberatan saat langit yang ia coba cerahkan berganti mendung karna awan yang mencoba menutupinya, ia hanya diam karna ia tau bahwa bagiannya kali ini menurunkan hujan untuk bumi. Begitupun kehidupa kita tidak bisa merutuki takdir yang kita alami karna sejatinya allah memberikan keadilan pada setiap hambanya, ada bagian ia memberikan kebahagian dan ada bagian ia memberikan kesedihan dan itu sesuai dengan porsi kesanggupan setiap manusia. Agar manusianya mampu mengambil pelajaran akan apa yang terjadi padanya.’
‘allah tidak pernah menjanjikan langit selalu mendung, air selalu keruh, bunga selalu mekar, tapi kita tau dibalik semua itu setelah hujan akan ada pelangi yang indah, dibalik air yang keruh ada mata air yang jernih setelahnya, dan setelah bunga itu layu akan tumbuh bakal bunga baru dimana saat ia mekar bunganya akan jauh lebih indah. Seperti masalah setelah masalah akan ada kebahagian.’
Manusia akan selalu melewati dan akan pasti merasakan fase itu. Tidak aka ada manusia yang tidak merasakan hal itu, karna bumi itu berputar tidak selalu diam ditempat. Hidup tanpa masalah tak ada makna kita akan hidup monoton dan tidak berwarna. Seperti pakar teknologi mereka belajar dari kesalahan produk awal yang mereka ciptakan dan mereka belajar dari semua itu hingga menghasilkan produak yang lebih canggih yang bisa mengurangi beban manusia seperti sekarang. Begitupun manusia, mereka butuh pembelajaran dari pengalaman masalah yang mereka hadapi.”
Tiga lelaki itu terdiam mendengar apa yang Hanna bicarakan, tidak tau akan menanggapi bagaimana, karna hal itu memang benar adanya. Buktinya dibalik kesuksesan mereka saat ini ada masa kelam yang masih mengikutinya bagaikan banyang gelap yang akan selalu mengikuti. Bedanya mereka masih berada dimasa lalu dengan api dendam masih bersemayam dalam hati mereka. Mereka menyalah artikan masalah yang mereka terima dengan meliputi kebenciannya dengan dendam yang begitu membara didasar hatinya. Api itu masih menyala.
...TBC...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Alhamdulillah...
...Jazakillah khair....
...Jangan lupa dukungan kalian..ya sobat sobat tercinta...
Jangan lupa tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama kalian.
__ADS_1