
بسم الله الرحمن الرحيم
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Tiga hari berlalu, Hanna sedang membereskan pakaiannya yang akan ia bawa kerumah Alardo. Sesekali ia menghembuskan nafas berat karna jujur saja dia merasa berat meninggalkan rumah ini. Namun Hanna tidak membiarkan rumah ini kosong. Dimana rumah ini akan dijadikan tempat para anak yatim piatu yang kini tempat tinggalnya digusur oleh orang-orang berkasta.
Hanna menggendong tas ranselnya, beberapa pack kardus berisi buku-buku kuliahnya dan bingkai foto ia dan kakeknya walau hanya satu dan itu foto jadul ia tetap membawanya. Dan sebuah kotak terkunci dengan sandi yang baru ia tau berada didalam lemari pakaian milik kakeknya yang sudah disumbangkan.
“Hanna!!!” teriakan dari luar rumah mengusik ketenangan Alarado yang duduk dikurs ruang tamu dengan tab ditangannya, sudah 3 hari ia ambil cuti dan hari ini mulai memeriksa pekerjaannya lgi. Dan tiga hari juga ia tinggal dirumah reot itu menahan dirinya yang tidak nyaman tidur dikasur sempit dan sekeras batu tepat dikamar kakek Hanna, Hanna juga tidur disana, karna tidak mungkin tidur dikamar Hanna yang kasurnya sangat sempit dan hanya muat stau orang.
__ADS_1
“siapa pagi-pagi begini sudah berteriak?” geramnya merasa amat terganggu. Hanna juag datang tergesa-gesa.
“aku lihat dulu ya.”
“aku ikut!” jawabnya datar, dan berjalan didepan Hanna.
Saat Alardo membuka pintu, terlihat siapa orang yang berteriak seakan berada ditengah hutan. Dia adalah paman Hanna, Randu dan 3 anak buahnya dengan tubuh kekar. Bahkan Daniel dan paman Anthony sudah sigap berdiri didepan Alardo membetengi tuannya dari 'tikus kecil itu'. Kata Daniel. Daniel mengepalkan tangan menahan emosi. Para bodigat dengan keahlian bela diri besertivikat itu tengah mengawasi dari tempat yang tak terlihat agar Hanna tidak merasa terganggu akan hal itu dan menanyakan hal yang tidak penting.
“paman Dani” ucap Hanna yang keluar dari balik badan tinggi tegap Alardo.
“oh keponakanku.. tersayang.. kau taukan.. paman sangat mencintaimu” ucapnya membual. Membuat Hanna bergidik ngeri, ia pernah hampir dilecehkan oleh pamannya sendiri saat ia masih berumur 12 tahun beruntunglah ia salah satu warga menolongnya dan berteriak meminta tolong dan menggebuki paman, bahkan ia dipenjara 5 tahun dan diusir oleh kepala warga membuat dia dan kakek tenang.
“oh kau tau sayang.. jika waktu itu tak ada warga sialan itu, aku sudah mencicipi tubuhmu lebih dulu” ucapnya dengan seringai jahat. Ia tidak melihat betapa berkobarnya api amarah pada mata-mata Alardo dan Daniel begitupun Anthony.
“hey.. dia milikku jadi jangan coba-coba kau sentuh atau mulutmu akan dirobek oleh mereka” sanggah tak terima Randu dan mengancam Dani yang hanya terkekeh sebagai tanggapan.
“oh tenang saja.. kawan.. hanya sebagai pelukan perpisahan.” Jawabnya entang, ia melangkah hendak mendekati Hanna yang sudah ditarik Alardo bersembunyi dibalik punggungnya.
“diam dan jangan keluar dari balik punggungku!” titahnya. Ia masih berdiri tenang di belakang Daniel dan Anthony.
“hey minggir..! aku mau memeluk keponakanku yang sedang bersedih.” suruhnya tegas pada Anthony dan Daniel yang bereming ditempat.
Beruntunglah ini malam hari jadi tidak ada orang yang akan melihat hal ini’ batin Daniel dengan seringai yang mengerikan. Tanpa bekata apapun ia mendorong Dani hingga terjatuh terduduk inipun dia tidak mengeluarkan semua energinya paman brengsek Hanna sudah jatuh mengaduh di tanah.
__ADS_1
“sok.. aja lo” hina Anthony yang memang seumuran dengan paman Hanna yang berumur 45 tahu.
“heh kenapa kalian diam aja!” bentak Dani pada ketiga anak buah Randu. Namun mereka tetap berdiri dibalik Randu yang duduk menyeringai dikursi roda.
“ak…” teriak Hanna membuat ketiga lelaki itu serentak menatap kearahnya yang sudah di pegangi dua orang berbadan kekar.
“lepasin!” ronta Hanna berusaha melepaskan diri.
“kurang ajar!” umpat Alardo.
“jangan gegabah.. aku yakin preman gadungan macam mereka tak hanya bermain dengan tangan kosong” bisik Daniel memperingati, saat ia melihat saku jins salah satu anak buah randu yang memegangi Hanna itu membawa suatu yang berkilau dan bergagang.
‘ck.. sangat bodoh’ ucapnya remeh namun lirih hanya dia dan angin yang mendengar.
Hanna menatap mata Alardo yang mengkilat marah, mata biru itu menggelap ia hendak mendekat namun Hanna menggelengkan kepala. Lalu ia mengalihkan tatapannya dimana ketiga lelaki itu sudah dikepung oleh anak buah Randu. Ia menatap kedua anak buah Randu yang lengah karna terfokus menatap ketiga lelaki itu telah terperangkap. Namun anehnya ketiga lelaki itu sama sekali tidak panic mereka terlewat tenang. Hanna menghitung mundur dalam hatinya berdoa kepada allah agar memberinya kekuatan.
‘bismillahirrahmanirrahiim.. lahawala wala kuwwata illah billah.’ Doanya lalu menggigit salah satu tangan bodigat itu dengan kuat hingga lidahnya merasakan asin caira darah yang dihasilkan darigigitannya. Lalu menginjak sekuat tenaga kaki anak buah randu yang satunya lagi. Membuat ia terlepas dari sana. Alardo, Anthony dan Daniel menatap tak percaya pada Hanna, Hanna memang terlihat lemah secara fisik karna dia yang mungil namun ternyata.
...#######...
...Jazakumullah khair...
...Jangan lupa dukungan kalian ya sobat....
__ADS_1
...With love...