
بسم الله الرحمن الرحيم
.......
...Tetap jadikan al-qur'an bacaan utama ya sobat...
..... ...
...Selamat membaca...
...
...
Aku merasakan tubuhku diguncang pelan, aku masih setia dengan mata terpejam karna mataku masih mengantuk. Hingga guncangan itu semakin menjadi aku tetap tidak terusik, hingga seseorang berbisik ditelingaku dengan pelan.
"gempa.. Mrs. Istri" bisikan itu membuatku terlonjak bangun melompat turun dari kasur lalu berlari keluar kamar dan berteriak heboh. Hingga sebuah tangan membekap mulutku dan badanku terkunci dalam pelukan seseorang.
"kalo teriak sampek segitunya bisa-bisa seluruh penghuni disini bangun." beritahunya.
"heump..." aku menengurnya dengan mencoba bersuara dalam bekapannya, dia tersenyum konyol lalu menurunkan tangannya beralih kerperutku.
"kan emang biar semuanya bangun Mr. suami.. kan ada gempa." ucapku.
"tadi...." aku menggantungkan perkataanku dan menyipitkan mata menatapnya yang berpura-pura menatap kesegala arah. Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya sebal.
"kakak ngerjain aku.." ucapku tak percaya dia menggaruk tengkuknya salah tingkah, masih tidak menatapku.
Kelakuannya akhir akhir ini membuatku gemas sama dia yang jail labil banyak maunya jika tidak dituruti bakalan ngambek seharian kayak bocah cemberut hal yang tidak pernah aku lihat selama menikah dan hidup dengannya yang hampir mencecah 3 tahun ini.
"yah.. habisnya.. aku bangunin gak bangun-bangun." jawabny mencoba mencari pembelaan diri sendiri. Ya juga sih akhir-akhir ini aku cukup kebo memang. Aku menatap dinding yang terpampang jam bundar yang menunjukkan angka waktu dan mataku melotot saat jam itu masih menunjukkan jam 12 malam.
"yaampun kak Rys.. masih jam 12 loh.. kenapa?" tanyaku heran.
"aku laper.. pengen makan batagor.. beli yuk." ajaknya dengan wajah polos, sepolos pipi bayi tanpa dosa.
"emang dijam segini ada yang jual?" Aku tertarik juga kayaknya, nyemil batagor berkuah kacang itu dan pedes membakar mulut, eum.. hampir aja ngiler jika tidak segera kuenyahkan bayangan tetang batagor.
"ya kita cari." jawabnya, aku tersenyum dan menariknya kembali kekamar.
"kok balik lagi?" tanyanya heran.
"emang boleh aku keluar gini?" pancingku dan lihat matanya berkobar dia langsung masuk kedalam walk in closet dan mengambilkan gamis satu set dengan cadarnya.
"suami kamu ini masih sanggup buat belikan kamu baju sak tokonya." jawabnya datar, lalu menyodorkan gamis itu untukku kupakai.
+++++++++++++
__ADS_1
Kami berkeliling kota mencari penjual batagor yang mungkin masih ada yang menjual, dan ini terdengar sangat tidak mungkin karna tengah malam. Suamiku matanya menelisik jalan memonitor pedagang batagor itu dengan mata elangnya, dan dimobil yang sepi membuat bibirku gatal untuk bernyanyi.
KELILING CARI BATAGOR (referensi lagu keliling kota)
Aku mau batagor
Berkeliling keliling kota
Hendak melihat-lihat
pedagang batagor
Tolong carikan batagor
Suamiku mau batagor.
Batagor.. batagor tolong menampakkan diri.
Mobil berhenti seketika, aku menatapnya yang juga menatapku dan dia terbahak sangat keras membuatku merinding. Dia masih belum berhanti tertawa membuatku menatapnya aneh. Dia sudah berhenti tertawa dengan nafas ngos-ngosan mungkin karna tawanya terlalu kuat tadi.
"kenapasih ketawa gitu?" tanyakup penasaran.
"kamu nyanyikan tadi.. yaampun kenapa harus batagor?" ucapnya kekehan kecil masih terdengar.
"yah abisnya mobil sunyi yaudah nyanyi.. lagiankan temanya sekarang memang mencari batagor. Tunggu deh kak." ucapku membuatnya memelankan laju mobil.
"ini soal batagor kenapa gak pesen gober aja.. pasti buka 24 jam." dia menghela nafas lalu menatapku sebal, ya akhir-akhir ini aku sudah bilang mood suamiku turun naik bukan berarti marah malah lebih sering sebal dan kesel.
"kan tinggal putar balik pulang kerumah, aku juga udah mesen." jawabku santai, dan dia mendengus sebal dan meningkatkan laju kendaraan. Aku diam biarkan saja, karna mataku masih mengantuk.
Sesampainya dirumah, aku berjalan pelan karna merasa pusing, benar saja karna hanya tidur sebentar dimobil dan setelah itu terbangun karna sudah sampai. Suamiku sedang membayar gober yang dimana pesanannya sudah datang.
"kasih tip gak kak?" tanyaku, kasian malam-malam begini masih order.
"heum..." dia kembali datar dan dingin, yah termasuk dalam moodnya yang naik turun. Aku membuka bungkusan batagor, aku memasankan level pedas sedang untuk suamiku sedangkan milikku ektra pedas, ditambah mentimu dan parutan mangga muda jangan lupakan bakwan special kesukaanku. Aku berdoa dan mulai lahap memakan makanan didepanku, sesuai dugaan dan bentuknya sangat enak. Sedangkan kak Rys malah diam dan menatapku.
"katanya laper, pengen batagor kok gak dimakan?" tanyaku.
"kok punyaku sama punyamu beda?" tanyanya, aku melihat batagor miliknya, tidak ada parutan mangga dan bakwan seperti milikku, tapi ada tahu walik dan juga kubis beserta mentimun karna kak Rys tidak suka mangga muda.
"loh... kan kakak gak mau mangga muda."
"tapi aku mau." ujarnya tegas.
"yaudah sini tukeran" jawabku, dia malah diam dan menatap kedepan mengabaikanku. Oke sekarang aku dilatih kesabaran. Gak papa aku kuat kok sudah terbiasa begini. Aku menarik batagor miliknya lalu tanpa persetuajuannya aku mencampurnya dengan milikku ku aduk hingga tercampur rata, dia melirik dan mulai tertarik. Batagor miliknya masih utuh, dan saat aku memakannya rasanya sama enak.
__ADS_1
"ayo aku suapin.. buka mulut nya baby" bujukku merasa geli sendiri saat aku memanggilnya seperti itu. Dan lihat dia terbujuk dan mulai membuka mulut. Kami makan lahap dengan aku menyuapinya. Ck.. si kaku manja.'batinku dia memang aneh akhir-akhir ini
Si Alardo aneh ya
...Coba tebak aneh kenapa?...
+++
Kerjaan menumpuk, aku mencoba menahan itu sesuatu dari tadi. namun sekarang aku tidak tahan lagi berlari menuju toilet wanita dan memuntahkan semua isi lambungku yang baru tadi siang aku isi. Aku mengela nafas dan duduk sebentar diatas closet toilet yang aku tutup, merasa lemas dan bertenaga jadi aku memilih duduk sejenak. Sebuah ketukan terdengar dibalik pintau.
"Han kamu gak papa?" tanyanya.
"cuman muntah, sepertinya ini gara-gara semalam, Kak Rys ngajak aku keluar malem malem cari batagor. Bayangin saat itu jam 12 malam" ceritaku pada Aisyah setelah keluardari toilet.
"kok bisa."
"dia lagi pengen." jawabku
"eh tunggu-tunggu." cegatnya.
"heum kenapa?" tanyaku.
"kamu gak curiga, perutmu isi Han kayak aku." ujarnya seraya.
menunjukkan perutnya yang berisi, isi bayi makasudnya? Aku termenung sebentar lalu menggeleng.
"gak mungkin gimana bisa juga."
"yaallah bisalah, kamu punya suami, dan gakmungkin selama hampir 3 tahun kalian cuman tidur dan gak ngapa-ngapain."
"gak mungkin ai!" bantahku menolak untuk terpengaruh.
"emang kamu gak mau punya anak.. hampir 3 tahun loh Han.. coba kita periksa yuk." ajaknya. Aku terperangah akan ucapannya.
Ya, sudah hampir tiga tahun namun kami aku da kak Rys tidak pernah lagi membicarakan soal bayi setelah semua kejadian itu. Walau hatiku kecilku sangat ingin merasakan mengandung seperti Aisyah. Ya sahabatku itu sudah menikah, kalian tau dia menikah dengan siapa. Dengan musuh adu mulutnya ayo tebak... benar sekali kak Daniel. Gimana bisa, intinya calon Aisyah ternyata gak sebaik yang terlihat, dia sudah menanam benih pada perempuan yang tiba-tiba datang dengan perut buncitnya. Dan saat itu juga semua orang malu dan marah pada mantan calon suami Aisyah itu.
Untuk menyalamatkan Aisyah dan rasa malu keluarga Aisyah, dengan gantlenya kak Daniel bersedia menjadi suami Aisyah dan pernikahan itu berlangsung 3 bulan hingga dibulan ketiga dia hamil jalan 3 bulan rezeki allah begitu cepat untk mereka. Aku turut bahagia akan hal itu.
...TBS...
.......
.......
.......
...Alhamdulillah...
...Janganlupa vote dan komen ya sobat tersayang......
__ADS_1
...Jazakillah khair....