
بسم الله الرحن الرحيم
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
.......
...
...
Saat pulang dari dokter obgyn, dan aku mengetahui apa yang ternyata dia katakan padaku. Kebohongannya tentang obat itu. Aku kecewa tentu saja, dan syukurnya Aisyah tak ikut masuk hanya ada aku disana. Tentu saja aku tidak ingin ada siapapun yang tau tentang masalah keluargaku. Tugasku sebagai seorang istri menutupi masalah keluarganya.
Sesampainya dirumah, aku melihat mobilnya sudah terparkir digarasi, ternyata dia sudah pulang jadi aku harus memakai topeng ceriaku menutupi luka hatiku yang tak mampu aku gambarkan lagi. Aku tidak boleh nangis lagi, aku menyeka air mata yang kembali nakal mengkhianitiku. Hatiku terluka huft.. kuhela nafas berat lalu menghembuskannya. Sampai diruang tengah kusibak cadarku dan mengucap salam dengan riang seperti biasanya, biasanya yang menyambutku bibi Maggie kali ini beda dia suamiku dan paman Anthony.
Menahan perasaan terluka itu memang tidak mudah, makanya aku mengucapkan dan mumuji kalian hebat yang bisa menahan segala kemelutan dan kerumitan hidup dengan tetap menahan senyum dan bersyukur.
Kalian hebat. Aku tak peduli seberapa lama aku berdiri disini, karna hatiku masih sakit dan pikiranku yang sedang pening atas semua ini. Hingga ia datang dan aku meluapkan isi hati walau aku belum terbuka tentang apa yang terjadi. Meninggalkannya yang masih terpaku sendiri disana.
Hingga malam menjelang sepertinya dia sudah tidak tahan dengan sikapku yang cukup pendiam hari ini. Dia mengajakku kekamar kita, mengunci pintu nya lalu menatapku dari atas hingga bawah.
“kamu kenapa? Tanyanya mendesakku agar berbicara dan aku hanya diam.
“Hanna!!’ ulangnya, tetap sama aku enggan menjawab, karna aku yakin dia sudah tau tanpa harus aku beritahu.
__ADS_1
“kenapa kamu harus bertanya saat kamu sendiri sudah mengetahuinya. Malahan aku akan heran jika suamiku ini tidak mengetahui tentang keseharianku.” Jawabku retoris
“oke.. kenapa kamu pergi ke dokter obgyn?” tanyanya to the point, aku tersenyum sinis tentu saja dia tau. Apa yang tidak bisa dia lakukan dengan uang dan kekuasaannya.
"Dan aku sangat yakin kamu pulang cepat karna ingin tau tentang ini.” ucapku ambigu.
“katakan!” tuntutnya dia berdiri mendekat, aku mundur hingga tau-tau aku terjebak dengan tembok menahanku dibelakang punggung dan dia berada didepanku dengan tangan dan kaki memenjarakan tubuhku.
“apakah dia tumbuh.. disini?” tanyanya marah, mata biru itu berkobar seperti api, tangannya mengusap kasar perutku sekilas lalu kembali memenjarakanku. Aku menertawakan diri sendiri. Dan mengasihani diri sendiri.
“jika ia” tantangku. Dia membeku, bahkan ia berhenti bernafas lalu sedetik kemudian dia menatapku penuh murka.
“bukanya setiap hari kamu selalu mencekokiku dengan kontra sepsi, obat yang kamu bilang vitamin namun nyatanya aku dibodohi oleh suamiku sendiri. Selamat sayang… dokter dengan menyesal berkata aku tidak hamil. Namun saat aku pulang suamiku sangat tidak mau istrinya ini mengandung. Kenapa orang lain terlihat lebih memperhatikan kita sedangkan orang terdekat kita sendiri tak permasalahkan hal itu. Malah senang bukan jika istrimu ini tidak hamil” ucapku panjang lebar degan tenang tanpa emosi.
Aku memegangi pinggangnya dan meremas kuat bajunya menahan gejolak yang ingin aku luapkan tapi sayang aku tidak bisa melakukan itu. Hanya air mata yang mengkhianitiku, tak mau bertahan ditempatnya.
“kenapa kak.. kenapa diam.. selamat.. aku tidak hamil… senangkan.. perasaanku tentu saja tak penting karna disini hanya perasaanmu yang penting. Permintaan dan sikap pemaksamu yang amat penting.” Aku tertawa namun mataku menangis, menatap kedalam matanya yang juga menatapku.
Aku tidak bisa menebak isi kepalanya isi hatinya melalui mata itu, karna terlalu pekat dan penuh teka teki. Seperti mutiara hitam begitu pekat dan memiliki warna suram yang tajam.
“segitu gak inginnya ya kamu, jika aku menjadi ibu dari anak kita.” Pertahananku hancur, aku terisak dengan meluapkan kata-kata yang sebenarnya tak ingin aku ucapkan. Aku merasa dia terhenyak atau memang perasaanku saja.
“gak sudi ya kamu jika aku dipaggil bunda suatu hari nanti oleh anak kita darah dagingmu? Heum.. aku serakah lagi yakan… tapi gak papa aku terima, mungkin suatu hari nanti ada pria yang sudi aku mengandung darah… hump…”
__ADS_1
Dia membungkam bibirku dengan ciuman kasar, sangat kasar seakan ia ingin menyampaikan sesuatu melalui ciumannya. Dia marah kenapa.. harusnya aku yang marah.. seharusnya aku. Aku sesak nafas aku kehabisan oksigen tapi dia masih memagut bibirku dengan kasar, aku menggigit kuat bibirnya hingga mengeluarkan darah barulah ia melepaskan ciumannya, kuseka bibirku yang terdapat darahnya. Ia juga mengusap kasar bibirnya yang berdarah lalu menatapku penuh peringatan.
“jangan pernah kamu berfikir akan menikah dengan lelaki lain, karna aku tidak akan pernah melepaskanmu! Sampai aku hilang akal sekalipun aku tidak akan pernah melepaskanmu!. Apa yang sudah menjadi milikku adalah hak mutlak milikku. Jadi jangan pernah berfikir meninggalkan kanku lalu menikah dengan orang lain. Karna akan aku pastikan aku akan membunuh siapapun dia yang tidak akan pernah menjadi masa depanmu. Karna takdirmu ada disini didepanmu hingga kita tidak lagi bernafas didunia.” teriaknya marah lalu meninju dinding disampingku dan pergi dari kamar dengan menggebrak pintu hingga berdebum keras.
Tubuhku meluruh kelantai menangis meraung sendirian. Aku yang terlalu berburuk sangka padanya, atau memang ini kenyataannya. ?
Yallah hamba bingung yarab.. tolong hamba” mohonku. Berhentilah menangis Han.. temui sang pencipta agar pikiran-pikiran buruk dan sakit hatimu tak jadi kesempatan hawa nafsumu menghasutmu hingga kau melampaui batas’ peringat batinku. dan benar aku bergegas kekamar mandi, aku berwudhu’ dan hatiku tenang.
Lalu bersiap dengan keadaan hati yang pilu namun aku harus focus agar aku tak sedih dan menzdolimi diri sendiri dan orang lain. Bersujud panjang dan meluapkan rasa sakit, emosi yang tertahan dalam benak kini tertumpahkan dalam tangisan.
“kuatkan hamba yaallah.. berikanlah hati hamba ketenangan.” Doaku dalam sujudku dengan sesenggukan.
‘janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya allah bersama kita (QS. AT- TAUBAH : 40)
Ingatlah bahwa allah tak selalu membiarkan langit mendung, akan ada matahari setelahnya, akan terlihat begitu cerah matahari setelah awan tidak lagi menutupinya. Dan bumi terlihat hijau dan segar setelah hujan. Begitupun kehidupan allah tak akan membiarkanmu sendiri dalamkesulitan, ia melakukan hal itu semata-mata dia ingin engkauingat padanya, mungkin kita yang terlampau tak tau diri hingga allah menegur kita. Atau kita terlau lalai saat berjalan dalam ketaatan dan berhenti ditengah jalan, makanya allah subhanahuwatala mengingatkan kita lagi agar terus melangkah mendekat padanya. Karna setelah kau menangisia akan memberikanmu sebuah senyuman kebahagiaan. Bersabarlah.. tak ada yang sia –sia jika kamu mau menunggu dan bertahan sejenak. \#bookpen
‘Karna sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan’ (QS. AL – INSYRAH :5)
Tidak ada kesulitan jika kita tidak mempersulitkan diri, tidak ada beban berat yang akan menimpa kita jika tidak akan sanggup melakukannya. Setiap yang terjadi allah akan berikan petunjuk dan jalan keluarnya. Tak akan ada yang kekal apalagi kesulitan. Seperti kita diberi soal MTK oleh guru kita, sejatinya guru tau sampai mana kamu mampu mengerjakan soal itu pastinya guru memberikan siswanya soal dengan kesulitan sesuai dengan kemampuannya. Apalagi allah yang maha tau sesanggup apa kita bertahan dari apa yang ia ujikan dan berikan pada kita.\#bookpane
... ‘aku tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanmu’ (QS. AL-BAQARAH : 286)....
...TBS...
.......
.......
...Alhamdulillah...
...Jazakallah khair...
...Jangan lupa dukungan kalian ya sobat....
...With love...
__ADS_1