BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 1


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


Seorang Zahcary yang pasti sibuk, kini menghela nafas lelah akibat pekerjaannya yang mampu menguras tenaganya. Ia bahkan melewatkan makan siang karna sibuk mengurusi berkas.


Punggungku sandarkan pada sandaran kursi yang cukup nyaman. Kurebahkan sejenak kepalaku yang pening akibat kerjaan yang aku lakukan hari ini. Pikiranku begitu tenang dalam kesunyian yang terkadang hatiku berteriak histeris karna kenangan puzzle yang sampai hari ini belum selesai.


Nafasku memburu ingatan tentang aku yang melihat seseorang menyayat nadinya sendiri membuat aku cepat-cepat membuka mata. Menghirup udara dengan rakus seakan aku kekurangan oksigen. Ruangan yang lenggang membuatku bernafas lega. Hanya dentingan suara jam dinding yang kini menjadi focus telingaku untuk mendengar. Hingga suara ketukan pintu membuatku tersadar dalam lamunan.


“masuk !” Sekertarisku seorang wanita yang bernama Anggun berjalan mendekati mejaku.


“hari ini tidak ada jadwal lagi Mr. anda bisa pulang untuk beristirahat.” beritahunya, dan entah kenapa aku merasa sangat lega akan hal itu. Karna jujur saja aku telah lelah. Aku mengangguk dan memintanya untuk pergi. Setelah Anggun pergi kutarik nafas dalam lalu mengluarkannya secara perlahan. Menatap jam yang melingkar ditangan ternyata sudah pukul 7 malam. Saat aku bangun dari dudukku.


Suara yang entah kenapa membuat aku gelisah namun detak jantungku berdetak cepat. Suara adzan itu menggema ditelingku mengantarkan sinyal kedalam otak dan mengalirkannya kesuluruh tubuh seakan aku tersetrum namun dalam konteks yang berbeda jika tersetrum mungkin rasanya sakit namun ini mengantarkan gelenyar aneh namun menenangkan jiwa.

__ADS_1


Sejenak aku berjalan mendekati kaca lebar dari sini aku menatap malam dengan kemerlip lampu rumah yang begitu indah. Kini perhatianku focus pada satu titik yaitu kubah masjid dimana suara itu masih terdengar indah ditelinga. Membuatku tanpa sadar terbius dengan mata tertutup dan tangan yang kumasukkan kedalam saku celana.


“sungguh damai.” gumamku. Hingga suara itu tidak terdengar lagi berganti aku yang merasa kehilangan.


“ini gila.” keluhku, saat aku merasakan hal itu yang jelas saja aku tak pernah merasakan serangkaian emosi apalagi kehilangan. Aku manusia tentu saja, namun emosiku sangat minim lebih tepatnya aku tidak bisa mengekpresikan sebuah perasaan.


######


Malam hari ini jalanan memang terlihat cukup ramai karna hari bekerja. Bagitupun aku yang juga ikut meramaikan walau hanya menjadi pengamat. Aku menyipitkan mata saat melihat sesuatu yang cepat lewat didepan mobilku. Dan jalanan yang ku tempuh memang cukup lenggang dan sepi. Disamping jalan juga terdapat pepohonan yang besar dan cukup lebat.


“ada apa Mr. apa da masalah?” tanyanya mulai cerewet aku mendengus dalam hati.


“tidak.. aku akan turun disini dan akan berjalan kaki, jika ada sesuatu nanti aku akan menelfonmu !.. kau paham ?” ucapku tegas, hendak memprotes yap karna dia sudah seperti paman bagiku tetap saja dia tidak bisa seenaknya memprotes keinginanku akhirnya ia urungkan hal itu dan hanya mengangguk.

__ADS_1


“pakailah jaketnya Mr. Zach!”


“kau cukup cerewet juga.”


“saya begini karna..”


“ya..ya.. sudah cukup !” tukasku tajam dan keluar dari mobil dengan membanting pintu sebal rasanya mendengarkan si Anthony yang cerewet.


Kunikmati langkah di kesunyian malam beradu dengan angin dan suara jangkrik yang menenangkan. Entahlah namun ini adalah hal baru yang aku temukan. Biasanya jika lewat jalan ini cukup ramai orang yang duduk-duduk di pinggir jalan terkadang juga ada para remaja yang bermain sepatu roda karna memang minimnya tranportasi yang membuat mereka tidak berani melakukan aktivitas itu.


Namun malam ini cukup sepi hanya ada beberapa orang saja yang asik mengobrol, mengopi dan bermain kartu diwarung bamboo itu. Hingga langkahku terhenti, mataku menyipit memfokuskan pandangan pada seseorang yang berlarian begitu cepat. Aku tidak memperdulikan hal itu, namun ku hentikan langkahku saat ada sesuatu yang ganjal. Yang berlari pertama kali ada seorang gadis bertubuh mungil, lalu ada dua orang lelaki bertato dengan badan tegap mengikutinya dengan berlari artinya….


Dengan cepat kuiikuti langkah mereka namun diarah yang berlawanan dan benar saja dugaanku, gadis mungil dengan pakaian serba tertutup dan hanya matanya saja yang terlihat dengan mata yang berwarna coklat terang seakan berkilau terterpa cahaya bulan. Dengan sigap kutarik tangannya dan menariknya berlari bersamaku. Seharusnya aku tak perlu ikut campur dan aku sama sekali tidak pernah mau melakukan hal tak berguna seperti ini. Tapi entah kenapa hatiku menuntunku melakukan hal ini. Aku menoleh kebelakang dimana ada dia yang menatap punggungku, matanya seakan cemas, mungkin dia berfikir aku salah satu dari mereka.

__ADS_1


... Jazakallah Khair...


__ADS_2