
...بسم الله الرحمن الرحيم...
...Selamat membaca......
Hanna telah siap berangkat kuliah, ia memasukkan bekal makan siangnya kedalam tas lalu berlari keluar dimana sang kakek akan mengantarnya kejalan raya tepat dihalte bus seperti biasa.
“sudah siap?” tanya kakek
“sudah my hiro…” jawabnya semangat, ia mendengadahkan tangannya dilangit memohon perlindungan dan keberkahan pagi ini pada sang maha pencipta.
Sudah satu minggu ini aku dilanda rasa tenang dan damai karna para rentenir itu tidak lagi meneror rumah kita, sejak aku kembali dari rumah si tuan es batu itu dan aku sangat beryukur akan hal itu. Apalagi melihat kesehatan kakek yang semakin hari semakin kuat dan membaik. Aku selalu memohon pada sang maha pengasih agar kakek diberikan umur yang berkah sepanjang hidupnya dan menemaniku hingga aku sudah memeliki orang lain sebagai penompang hidupku.
“nak…!” panggil kakek
“yap…” jawabku antusias.
“heum… bukankah pagi ini begitu cerah, lihat deh mataharinya menyapa kita dengan senyumnya yang cerah.” Tunjuk kakek mengarah ke langit.
Aku menurutinya, menatap langit degan gumpalan awan putih yang terpahat indah, lingkaran penuh si benda langit ciptaan allah yang bersinar menyapa setiap mahkluk hidup dibumi. Mengantarkan sinar semangat pagi membuat siapapun bergelora dengan semangat tak mau kalah dari sang benda langit itu.
‘masyaallah’’ syukurku, karna dengan nikmat penglihatan yang allah kasih, aku bisa melihat sinar matahari yang belum menyilaukan mata.
Matahri benda astronomi milik langit yang diciptakan allah sebagai bentuk kuasanya akan keindahan dan bukti kebesarannya dengan memberikan petunjuk adanya perbedaan antara pergantian malam dan siang.
Matahari juga memberikan manfaat bagi kulit tubuh manusia, makanan penting bagi tumbuhan selain pupuk, dan sarana pengering manual yang dipergunakan manusia. Bukankah sangat menakjubkan. Dan entah sudah berapa lama aku mengagumi ciptaan allah itu, sepeda yang dibawa kakek sudah berhenti mengayuh dan berhenti tepat di halte bus yang biasa aku naiki.
“ayo kakek temani menunggu busnya!” ajak kakek, setelah memarkirkan sepedanya disisi halte agar tidak menganggu orang yang berlalu lalang.
__ADS_1
Aku mengangguk semangat dan duduk dengan bersandar manja di lengannya yang kokoh. Sedangkan kakek menggenggam tanganku hangat, hal yang sangat aku senangi saat duduk mesra dengan lelaki satu-satunya yang aku miliki didunia ini serta orang tua satu-satunya yang aku miliki. Aku memandanginya kagum lelaki yang selalu sabar dan lembut penuh kasih sayang padaku.
Sekalipun dia tidak pernah meninggikan nada bicaranya saat ia berbicara padaku, aku mengaguminya, bahkan sesekali dalam doaku meminta agar allah memberikan aku sosok lelaki dimana ia akan menjadi imamku dengan kepribadian seperti kakek dan agamanya yang luar biasa taat seperti kakekku. Oh allah aku mencintai lelaki ini.. lelaki yang selalu melindungiku dengan tubuh tua rentanya yang kuat ini.
“kenapa lihatin kakek begitu..? Jangan lihatin kakek gitu ah!" larangnya dengan nada bercanda.
Aku membandel malah semakin mendongak menatapnya dengan posisi sama.
“nanti kamu akan semakin cinta sama kakek.. dan kamu akan sakit hati saat tu bahwa di hati kakek cuman ada nenekmu” candanya.
“oh ya.. gak papa kok.. lagian mana bisa heroku ini akan membuat gadis kecilnya sakit hati.. aku gak yakin” jawabku pede membuat kakeku tersayangan terkikik geli.
Ia mengusap pipi bambamku dengan gemas. Lalu dia menatapku dalam seakan ia ingin menyampaikan sesuatu.
“nak..! ada ataupun gak ada kakek kamu harus tetap menjadi Hannanya kakek yang kuat, tetap jaga iman dan ketaatan kamu pada rabmu, tetap menjaga izzah dan iffahmu ya.. jangan pernah buka kain diwajahmu itu kecuali pada seseorang yang nanti akan jadi suami dan keluargamu!”
Aku bangun dari sandaranku saat mendengar perkataan kakek, lalu menatap mata kakek yang warnanyapun sama dengan mataku.
“kakek mohon jangan pernah tukarkan akhiratmu yang telah kau tabung didunia hanya karna kepalsuan dunia ini. Jadilah Hannanya kakek yang ceria, dan jangan pernah menyalahkan takdir akan suatu hal kejadian yang mungkin tidak kau senangi karna sesungguhnya allah lebih tau apa yang tidak kita ketahui dan dalam al-qur’an allah sudah tegaskan!”
‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi( pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk untukmu. Allah mengeathui sedangkan kamu tidak;QS AL-BAQARAH : 216)
“ tidak usah dipikirkan, sekarang saatnya kamu belajar demi menggapai impian kakek dan kamu. Jadialah orang yang sukses.. agar gelar islam yang kamu sandang menjadi harum juga dimata dunia dan orang-orang pembenci islam diluar sana, buktikan pada dunia. Dimana dunia peradaban ini memandang sebelah gadis bercadar sepertimu. Buktikan bahwa apa yang diwajibkan oleh allah dan disunnah rasulullah adalah membawamu dalam kebaikan, kemakmuran dan kejayaan.” Pesannya.
Saat aku hendak menyanggah dan bertanya, tapi tidak mampu aku katakan dikarenakan busku datang.
Aku menyalami tangannya yang berketiput dan kasar, merasa sedih karna detik ini belum mampu membuatnya bahagia, menyalaminya dengan takdizm dan hormat.
Lalu aku menerima ciuman dikening seperti yang kakek lakukan tapi aku merasa asing atas perlakuannya pagi ini, seakan ada sesuatu mengganjal dalam hati.. bahkan kakek mencium keningku lebih lama.
“ih.. nanti juga bakalan ketemu lagi.. kakek.. sabarya heroku.. 10 jam lagi kita akan bertemu!’ ptotesku saat kakek tidak melepaskan sama sekali ciumannya dikening.
Dia terkekeh, tapi tawanya tidak sampai dimatanya, seakan menyimpan kekwatiran dan kegelisahan, bahka mata itu berkaca-kaca. Saat aku hendak bertanya sang supir bus mengklakson mungkin sudah terlalu lama. Dengan terpaksa aku pergi walau sejujurnya jika boleh aku ingin membolos hari ini, aku... hatiku merasa gelisah entah kenapa, kutatap wajah kakek dari jendela bus terus kutatap begitupun dirinya hingga aku tak mampu melihatnya lagi. Ingin aku menelfon tapi sayang kakek tidak memiliki ponsel. Sedangkan aku punya ponsel jadul kesayanganku kenapa aku punya? Karna kakek yang membelikannya. Aku berusaha menenangkan kegelisahan dalam hati dengan mendengarkan murrotal mp3 yang aku dapatkan sebagai hadiah dari teman kampusku.
...TBC...
__ADS_1
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.........
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
........
.......
.......
.......
.......
^^^Terimakasih... Tetap jadikan al-qur'an bacaan utama kalian.^^^
^^^Jangan lupa dukungan kalian ya sobat.......^^^
__ADS_1
^^^L.U.V^^^